Jumat, 14 Oktober 2016

Alasan Guru Tak Tegur Siswa Merokok Disampingnya Karena Takut Melanggar HAM


MANIS77 - Setelah foto bersama siswanya yang sedang merokok menjadi viral, guru Yayasan SMA Ilham Makassar Ambo (51) memenuhi panggilan Dinas Pendidikan Kota Makassar, di Jalan Hertasning, Jumat (14/10/2016).

Pemanggilan untuk meminta penjelasan atas ulah siswanya, AS (16) yang berfoto tidak senonoh dengan mengangkat kaki dan merokok tepat di sampingnya. Guru Bahasa Indonesia tersebut mengaku tidak menyangka foto tersebut akan menjadi sekisruh ini dan tersebar di dunia maya.

Saat kejadian, Ambo mengaku tak memperhatikan AS merokok, ia hanya menegur AS saat melihat kakinya dinaikkan di meja. Kendati ia sempat mencium bau asap, dan meminta AS mematikan rokoknya.

Ambo mengaku enggan menegur terlalu keras pada siswanya lantaran tidak ingin dianggap melanggar HAM. Guru-guru yang melihat foto itu, ramai-ramai memberi komentar. Hal itu tampak di salah satu grup para guru di Facebook. "

Saya juga seorang guru.. miris liatnya... kalo saya di posisi bapak guru, ngak akan saya biarkan siswa saya berbuat demikian, penjara-penjara deh, daripada dibiarkan semakin kurang ajar, jadi contoh untuk yg lain.

Jadi guru jaman sekarang memang susah, dikit-dikit ham, tapi kalo niat kita untuk membantu anak bangsa biar lebih baik lagi, insya allah dimudahkan jalannya.. karena sekarang attitude first...," tulis Zainita Zakiah, salah seorang guru SMK di Makassar saat mengomentari foto tersebut di grup 'Kami Guru'.

Akibat kejadian ini, Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar Ismunandar, meminta para guru untuk tegas dalam mendidik anak siswanya. Sebab, sikap disiplin siswa kepada guru perlu ditekankan agar kejadian serupa tak terjadi lagi.(okezone)

Rabu, 12 Oktober 2016

Rumah Sekretaris Umum Golkar di Papua Dibom


MANIS77 - Paket berisi bom meledak di kediaman Pelaksana Tugas Sekretaris Umum DPD Partai Golkar Provinsi Papua, Martinus Werimon, dini hari tadi sekitar pukul 03.00 WIT, Kamis, 13 Oktober 2016.

Bom yang diduga berisi paku itu merusak mobil, dan membuat pagar rumah Martinus di Komplek BTN Skyline Kotaraja, Papua, kini bolong-bolong. Kapolresta Jayapura, AKBP Tober Sirait membenarkan adanya bom meledak di kediaman pengurus Golkar itu.

"Bom meledak di rumah Sekum Golkar Papua, memecahkan kaca mobil korban, serta pagar rumahnya bolong," ujar Kapolresta di kantornya, Kamis, 13 Oktober 2016. Berdasarkan pengakuan Martinus, ledakan ini terjadi tak lama setelah dia sampai rumah.


Tiba-tiba, dia dikejutkan dengan adanya suara ledakan. Setelah dicek keluar, ternyata mobil dan pagarnya sudah rusak. Mengetahui kediamannya dibom, korban langsung melaporkan kejadian itu ke kantor polisi terdekat. "Sudah dibuatkan laporan polisi," ucapnya.

Kepolisian pun langsung menerjunkan Tim  Indonesia Automatic Fingerprint Identification System, untuk amankan barang bukti, mengolah tempat kejadian perkara, dan memasang garis polisi demi mencegah masyarakat memasuki lokasi. Sementara Martinus saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya, mengatakan tak mengerti alasan bom itu dikirimkan ke rumahnya.

"Saya belum tahu apa tujuanya pelaku mengirim bom ke rumah," ujarnya singkat. Dia juga tak mau berspekulasi dengan menyebut bom ini terkait dengan pelaksanaan Pilkada atau masalah pribadi. Dia pun menyerahkan masalah ini untuk diungkap Kepolisian.(viva)

Selasa, 11 Oktober 2016

Petani Tomat di Sukabumi Gagal Panen, Kerugian Mencapai Ratusan Juta


MANIS77 -  Para petani tomat di sentra pertanian Lembah Halimun, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, gagal panen karena tanamannya diserang penyakit busuk atau Phytophthora. "Sudah sebulan terakhir ini, tanaman tomat kami tidak bisa berkembang.

Bahkan saat akan panen, ternyata tanaman kami sudah busuk," kata petani di sentra pertanian Lembah Halimun, Kecamatan Sukabumi, Ajun Arasyid di Sukabumi, Selasa (11/10/2016). Menurutnya, penyakit Phytophthora ini cepat menyebar, bahkan lahan pertanian tomat yang dikelolanya bersama rekannya tersebut dengan mudah terserang penyakit.

Penyebaran penyakit busuk disebabkan oleh cuaca buruk yang melanda wilayah Kabupaten Sukabumi dalam satu bulan terakhir ini. Cuaca yang lembab, sehingga penyakit ini mudah menyebar dari satu tanaman ke tanaman lain.

Kerugian akibat gagal panen, petani harus merugi hingga ratusan juta rupiah. Bahkan, di saat harga tomat di pasaran tengah bagus, mereka tidak bisa menikmatinya karena musibah tersebut.

"Saat ini harga tomat bisa mencapai Rp8 ribu/kg, padahal jika panen raya hanya Rp1.000/kg sehingga di tengah meningkatnya permintaan dan tingginya harga tomat di tingkat petani, kami tidak bisa menikmatinya," tambah Ajun.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan (DPTP) Kabupaten Sukabumi Sudrajat mengklaim, pihaknya akan berupaya melakukan pencegahan agar tidak terjadi gagal panen, salah satunya menyebar petugas penyuluh pertanian.

"Kami akan melakukan peninjauan jika ada laporan gagal panen, untuk ditanggulangi. Apalagi pemerintah pusat tengah meluncurkan progam asuransi pertanian," katanya.(okezone)

Minggu, 09 Oktober 2016

Setelah Membayar Mahar, Pengikut Dimas Kanjeng Dapat Jam Rolex dan Batu Mulia


MANIS77 - Korban Dimas Kanjeng Taat Pribadi‎ di Bondowoso mengaku mendapatkan sejumlah barang berharga setelah membayar mahar, seperti jam tangan Rolex dan sejumlah batu mulia. Meski telah ditahan dan menjadi tersangka, pengikut Dimas Kanjeng ini masih percaya akan kesaktian guru mereka.

Bondowoso merupakan salah satu kabupaten dengan jumlah korban terbanyak dari Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi‎. Tercatat, ratusan orang dari berbagai usia dan profesi telah menjadi pengikut padepokan di Desa Wangkal, Probolinggo.

Salah satu korban yaitu Mahmud, warga Kelurahan Nangkaan, Kota Bondowoso mengaku, dirinya telah membayar mahar sebanyak Rp5 juta. Dari mahar tersebut, dirinya mendapatkan dua buah jam tangan Rolex dan beberapa batu mulia. "Batu mulia pemberian Dimas Kanjeng digunakan setiap hari oleh Mahmud," katanya, kepada wartawan, Jumat (7/10/2016).

Sebagai bukti dirinya pengikut setia, bahkan meski telah ditahan dan dijadikan tersangka penipuan oleh Direskrimum Polda Jatim, pengikut Dimas Kanjeng Taat Pribadi ini masih percaya akan kesaktian gurunya. Menurut Mahmud, dirinya juga sempat ikut piket jaga di rumah almarhum Ismail Hidayah di Panarukan, Situbondo.

Hal itu dilakukan karena perintah langsung dari pemimpin padepokan Dimas Kanjeng, yaitu Taat Pribadi. Meski jumlah korban mencapai ratusan, hingga saat ini belum ada satu pun korban yang melapor ke Polres Bondowoso terkait kasus penipuan Dimas Kanjeng Taat Pribadi.(sindo)


Buron Tiga Minggu, Pemerkosa Mahasiswi Diringkus
Tak Mungkin Reza Tidak Tahu Apa yang Dipakai
Pastor Pemerkosa Diminta Bayar Dua Peti Bir

Sabtu, 08 Oktober 2016

Sidak ke Samsat Ganjar Pranowo Temukan Pungli


MANIS77 - Dugaan praktik pungutan liar (pungli) masih terjadi di Kantor Samsat Kota Magelang, Rabu (5/10/2016). Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat melakukan inspeksi mendadak menemukan oknum petugas yang meminta uang sebesar Rp50.000.

Orang nomor satu di Jajaran Pemprov Jateng tersebut sebelum memberikan kuliah umum di Universitas Muhammadiyah Magelang dan berdialog dengan Rachmawati, peraih medali emas dalam cabang arung jeram di PON XIX Jabar, melakukan sidak di Samsat Kota Magelang.

Dalam sidak tersebut, Ganjar kali pertama menyapa beberapa orang yang sedang antre di loket pendaftaran untuk mengurus pembayaran pajak kendaraan bermotor. Saat menemui wajib pajak itu, Ganjar bertemu dengan Sugiarto, warga Kota Magelang yang mengaku dimintai uang sebesar Rp50.000 untuk cek fisik pengurusan pajak sepeda motor.

Sesuai dengan peraturan yang berlaku, cek fisik kendaraan tidak dipungut biaya. Mendengar penuturan tersebut, Ganjar mengajak Sugiarto untuk menunjukkan oknum petugas yang melakukan pungli tersebut.

Seketika itu, uang yang sebelumnya diminta terus dikembalikan kepada yang bersangkutan. Kepala Unit Pelayanan Pendapatan dan Pemberdayaan Aset Daerah (UP3AD) Kota Magelang Bangun Tintriyanto mengatakan, petugas yang kedapatan menarik uang adalah oknum petugas dari kepolisian.

Untuk itu, pihaknya setelah sidak akan melakukan koordinasi dengan kepolisian agar ke depannya tidak terjadi kasus serupa. Sementara itu, Ganjar mengaku, sudah beberapa kali mendapatkan keluhan dari masyarakat tentang praktik pungli yang terjadi di sejumlah kantor Samsat. Karena itu, laporan tersebut perlu mendapatkan perhatian.

"Kekecewaan saya sudah lama karena saya banyak menerima laporan pungli. Pungli tersebut terjadi sejak dulu, tidak hanya sekarang," kata Ganjar. Pihaknya mengaku sudah berbicara dengan Kapolda Jateng untuk menghilangkan praktik pungli tersebut.

Bahkan, Ganjar mempunyai cara untuk menghilangkan dengan membuat aturan baru yang mengatur soal pungli. "Saya punya satu cara, bagaimana cara melegalkan pungli tersebut. Pungli dijadikan semacam biro hukum, ya sejenis biro jasa. Tarifnya kita tentukan maka dibuat Perda," kata dia.(sindo)


Pemuda ini Bunuh Orangtuanya dan 17 Orang Tetangganya
Bodyguard Kim Kardashian Diduga Terlibat Perampokan 
Sopir Taksi Selamatkan Kakek dari Penipuan Rp2,5 M

Rabu, 05 Oktober 2016

Pemprov Jabar Siapkan Rp 10 Miliar untuk Tangani Bencana Garut & Sumedang


MANIS77 - Pemprov Jawa Barat mengalokasikan Rp10 miliar untuk membantu penanganan usai bencana banjir bandang di Kabupaten Garut dan longsor di Kabupaten Sumedang. Dari Rp10 miliar itu, sebanyak Rp6,5 miliar dialokasikan untuk Garut dan Rp3,5 miliar untuk Sumedang.

"Yang Rp10 miliar itu dana cepat (untuk penanganan yang memerlukan dana secepatnya)," kata Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan (Aher), di Gedung Sate, Bandung, Rabu (5/10/2016). Dikucurkannya dana tersebut adalah untuk memenuhi berbagai kebutuhan yang masuk kategori mendesak dalam penanganan di lokasi.

Sehingga hal-hal mendasar dan penting diharapkan bisa segera terpenuhi. Salah satunya adalah untuk pembelian peralatan kesehatan di RSUD dr Slamet, Garut. Sebab banyak peralatan di sana yang rusak dan perlu segera diganti agar pelayanan kesehatan bisa berjalan maksimal.

Di luar dana yang ada saat ini, ke depannya Pemprov Jawa Barat juga berencana menambah anggaran. Salah satunya adalah untuk membantu proses rehabilitasi dan rekonstruksi, termasuk kemungkinan relokasi.

Saat ini, di Garut dan Sumedang, pendataan terhadap dampak kerusakan akibat banjir bandang dan longsor sedang dilakukan. Data itu akan dijadikan dasar untuk tahap rehabilitasi dan rekonstruksi. "Saat ini sedang tahap pendataan, inventarisasi mana-mana saja yang masuk program rehabilitasi dan rekonstruksi," ungkap Aher.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerag (BPBD) Jawa Barat, Haryadi Wargadibrata, mengatakan bahwa timnya sudah ada di Garut dan Sumedang untuk menginventarisir kerusakan akibat bencana.

Ia berharap proses pendataan selesai secepatnya. Sehingga data itu akan segera ditindaklanjuti oleh pihak-pihak terkait. "Saya minta data-datanya harus sudah selesai minggu depan," tandas Haryadi.(okezone)


Duel Lawan Begal, 3 Polisi Luka Alami Parah
Pernikahan Asty Ananta Tidak Dihadiri Keluarganya
Disalip Antrian, Pria ini Dapat Lotre Rp 13,2 Miliar

Senin, 03 Oktober 2016

Proyek Lippo Plaza yang Diduga Tak Berizin Distop Mahasiswa


MANIS77 -  Aktivis Mahasiswa tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kota Lubuklinggau nyaris bentrok dengan pihak Lippo Plaza saat menggelar demontrasi mendesak penyetopan pembangunan proyek tersebut karena diduga tak mengantongi Izin lengkap.

Demo awalnya berjalan baik pihak pendemo menyampaikan tuntutan terhadap Linggau Lippo Plaza dan pihak Lippo pun menanggapi tuntutan tersebut dengan memberikan penjelasan. Namun mahasiswa tetap ngotot ingin melihat fisik perizinan yang perusahaan miliki, tapi tidak ditunjukan.

Mahasiswa yang tidak puas dengan jawaban pihak Lippo kembali mengangkat toa dengan berdiri diatas motor yang diparkirkan didepan pintu masuk Lippo menuntut pembangunan dihentikan sementara, bahkan mengancam akan menyegel bangunan.

Rombongan mahasiswa  mencoba menutup gerbang Lippo yang terbuat dari seng namun dihalangi petugas,dan sejumlah pekerja Lippo satu persatu turun ke lokasi demo kemudian terjadi perang mulut. Beruntung bentrok ini dapat dicegah oleh aparat kepolisian yang berjaga ketat dikiri kanan bangunan bahkan didalam bangunan Lippo.

Ketua Cabang GMNI Lubuklinggau, Angga Juliansyah Nasution menyampaikan maklumat terhadap pembangunan Lippo yaitu mempertanyakan pengelolaan air bawah tanah, dan efek pembangunan yang menggenangi badan jalan.

Kemudian, mendesak pihak perusahaan Lippo untuk secepatnya membuat izin karena memakan badan jalan (DMJ),mahasiswa juga mempertanyakan hasil perekrutan karyawan yang dilakukan beberapa waktu lalu yang terkesan tititpan dan formalitas belaka.

"Kami minta pembangunan ini disetop sementara selama 3 bulan sebelum permasalahan ini diselesaikan, kalau tidak disetop kami akan datang dengan massa yang lebih banyak," desak Angga.(sindo)

Minggu, 02 Oktober 2016

Gunung Api Ende Bergemuruh, Warga Ende di Himbau Tidak Mendekati Gunung


MANIS77 - Aktivitas gunung api Iya di Kabupaten Ende Nusa Tenggara Timur mengalami peningkatan status dari normal ke waspada. Gemuruh serta asap putih menipis kini muncul di gunung yang hanya memiliki ketinggian 637 meter dari permukaan laut tersebut.

Menurut Kepala Pos Pemantau Gunung Api Iya, Petrus Tifa, selama beberapa hari terakhir gunung Iya Ende mengalami aktivitas kegempaan cukup signifikan. Tercatat sejak Jumat, 29 September 2016, setidaknya tercatat delapan kali gempa tektonik lokal dan 17 kali gempa vulkanik dangkal.

"Jumlah gempa ini terus mengalami peningkatan. Karena itu status gunung api ini menjadi waspada," kata Petrus, Sabtu, 1 Oktober 2016.

Saat ini, kepulan asap putih terlihat mengepul di puncak gunung api Iya Ende. Ketinggian kepulan mencapai lebih dari 10 meter. "Warga diimbau untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius dua kilometer dari puncak gunung," kata Petrus.(viva)


Minta Selingkuhannya Hamili Putri Kandungnya
Terkait Jolie-Pitt, Selena Gomez Direhabilitasi
Balita Selandia Baru Jadi Miliarder Termuda

Jumat, 30 September 2016

Sembilan TKI Pulang Dari Malaysia Bawa Empat Anak


MANIS77 - Sembilan TKI bermasalah asal Manado, Medan, Batam, dipulangkan dari Malaysia. Selain orang dewasa, turut bersama juga empat anak-anak. Rombongan TKI bermasalah ini dipulangkan dengan menggunakan pesawat Air Asia dengan nomor penerbangan QZ 107 di Bandara Internasional Kualanamu (KNIA).

Sebelum diterbangkan, mereka ditampung pada Tempat Penampungan Sementara (TPS) Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Penang, Malaysia, selama dua bulan untuk proses keimigrasian.

Kesembilan TKI adalah Amalia (34) warga Batam, Kepulauan Riau (Kepri), Mery Pompi (43) warga Manado, Sulawesi Utara, Sulina (54) warga Young Panah Hijau, Medan Marelan dan Anisa Safira (27), warga Pematang Pasir, Kabupaten Serdang Bedagai.

Selain itu ada Eva Inzi (41) warga Jalan Wahidin, Medan, Repina (35), warga Jalan Melati Karang Sari, Pematang Siantar Martoba, Susiana warga Langkat, Eva Fitria (39) dan Ainun Mardiah (56) Warga Alpaka 4, Tanjung Mulia, Medan.

Eva Fitri, salah seorang TKI mengaku berangkat ke Penang melalui seorang agen TKI. Dia dijanjikan sebagai tenaga kerja claning service dengan gaji 1.000 Ringgit Malaysia (RM) perbulan. Namun di sana dia hanya digaji 700 RM. "Tidak sesuai perjanjian gaji makanya saya lari," ujarnya, kepada wartawan, Rabu (28/9/2016).

Sementara itu, Ainun Mardiah menerangkan, sebelumnya dia diiming-imingi kerja di kilang. Namun sesampainya di Penang, Ainun malah dipekerjakan sebagai pembantu rumah tangga. Tidak hanya itu, gajipun tidak sesuai, sehingga dirinya nekat lari ke KJRI dan memohon dipulangkan. "Saya kapok kerja di Malaysia, tidak sesuai harapan.

Semoga pengalaman ini menjadi pelajaran bagi saya dan TKI lainnya," jelasnya. Terpisah, Kepala Seksi Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Medan Amir Hakim Abdi Sihotang mengatakan, sembilan TKI yang dipulangkan semuanya perempuan.(sindo)


Korban Dimas Kanjeng Hampir Seluruh Indonesia
Justin Bieber Mendekati Pamela Anderson
Borong 30 Rolls-Royce Phantom Untuk Tamu Hotel

Rabu, 28 September 2016

Hendak Berangkat ke Suriah, Tujuh Anggota ISIS Dibekuk di Bandara Cengkareng


MANIS77 - Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan, Polri telah menangkap tujuh orang yang akan berangkat ke Suriah untuk bergabung dalam kelompok negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

"Tanggal 22 September kemarin berhasil digagalkan tujuh warga negara Indonesia (WNI) di Bandara Cengkareng saat belum berangkat ke Suriah," kata Boy Rafli di Humas Mabes Polri Jalan Trunojoyo, Jakarta, Rabu (28/9/2016).

Dari tujuh orang itu, polisi telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka di antaranya ANF, A dan W. Di mana W adalah seorang perempuan yang mendanai pemberangkatan tujuh orang tersebut ke Suriah.

Lanjut Boy, dari pengembangan tiga tersangka pagi tadi Polri menangkap AR alias Abu Fauzan di dekat kediamannya Mustika Jaya, Bekasi. AR juga langsung ditetapkan sebagai tersangka karena memfasilitasi dan mengkoordinir anggota yang akan berangkat ke Suriah.

"Bahkan dia (AR) memberikan semacam pembekalan pada mereka yang berangkat belajar teknis persiapan dan jawaban untuk berbohong kalau tertangkap," ucap Boy Rafli.

Tambah Boy, berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut didapati bahwa AR sebelumnya telah berhasil memberangkatkan beberapa anggota untuk gabung bersama ISIS di Suriah. "Ternyata sudah sekitar tiga sampai empat kali pemberangkatan, sebelumnya di 2015 bulan Oktober, November dan Desember," tambahnya.(sindo)


Pengusaha Nyabu Sekamar Dengan 3 Wanita 
FBI Lakukan Investigasi Terhadap Brad Pitt
Gali Terowongan 18 Tahun Atas Perintah Tuhan

Selasa, 27 September 2016

Polda Metro Kerahkan 6.000 Personel Untuk Kawal Demo Buruh


MANIS77 - Ribuan buruh di 20 provinsi dan 150 kabupaten/kota akan melakukan unjuk rasa serentak pada Kamis 29 September 2016 di Jakarta. Mereka menuntut Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 Tahun 2015 tentang Ketenagakerjaan.

Sementara di Jakarta diperkirakan ada 20 ribu buruh yang akan menggelar demonstrasi di Balai Kota DKI Jakarta hingga Istana Negara. Anggota Polda Metro Jaya sudah berkomunikasi dengan Sekretaris Jenderal Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Muhammad Rusdi.

Hasilnya, mereka menjamin bahwa unjuk rasa pasti berlangsung aman tanpa ada aksi anarkis. "Komitmennya teman-teman tidak akan melakukan sweeping, tidak akan melaksanakan penutupan jalan, dan melaksanakan dengan tertib.

Karena tujuan aksi adalah aksi tertib dan damai," kata Wakapolda Metro Jaya Brigjen Suntana di Biro Ops Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (27/9/2016). Suntana mengatakan, para buruh sudah berjanji kepada polisi untuk tidak mengganggu hak publik masyarakat lainnya, seperti mengadakan longmars di Bundaran Hotel Indonesia (HI).

Kemudian para buruh memutuskan berkumpul di Parkiran Irti Monumen Nasional dan longmars ke Balai Kota DKI Jakarta, Patung Kuda, Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), dan Istana Negara. Nantinya beberapa dari mereka juga turut menggelar unjuk rasa di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Di mana pun mereka berada, lanjut Suntana, Polda Metro Jaya akan menerjunkan sekira 6.000 personel untuk melakukan pengamanan. "Kita cukup banyak. Kita berkomitmen, kita tidak menggunakan senpi. Tidak ada petugas yang diberikan senpi.

Totalnya ya bisa sampai 5.000–6.000 personel," ujarnya. Suntana menerangkan, pada prinsipnya Mabes Polri dan Polda Metro Jaya berkomiten melayani serta mengamankan unjuk rasa yang dilakukan buruh. Apalagi, aksi tersebut tidak hanya dilakukan di satu tempat.

"Di beberapa provinsi ada unjuk rasa dan Polda Metro Jaya akan mengamankan juga. Begitu juga teman-teman yang akan datang ke Jakarta akan dilakukan pengawalan dari titik mereka berada dilakukan pengawalan oleh polisi nanti kita arahkan ke posisi kumpul," tukasnya.(okezone)


Timbangan & Uang 20 Juta Ditemukan di Kamar Napi 
Ahmad Dhani Memimpin Band Itu Terlalu Kecil
Pesan Ayam Goreng Dapat Uang Sebesar USD5.000

Senin, 26 September 2016

Status Siaga, Wisatawan Dilarang Memasuki Kawasanan Gunung Bromo


MANIS77 - Status Gunung Bromo kembali meningkat dari waspada menjadi siaga sejak pukul 06.00 WIB tadi. Warga maupun pendaki tidak diizinkan memasuki kawasan dalam radius 2,5 kilometer dari kawah aktif Bromo. Getaran atau tremor amax Gunung Bromo, Senin (26/9/2016), tercatat antara 0,5-22 milimeter dengan dominan 4 milimeter.

Situs resmi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan, secara visual cuaca di sekitar Bromo hari ini terpantau cerah-mendung, angin tenang, suhu 10-18 derajat celcius. Asap kawah teramati putih tipis-tebal, tekanan lemah-sedang, tinggi asap berkisar 50-600 meter dari puncak kawah ke arah barat-timur.

Tercium bau belerang ringan. Menyusul status siaga, maka PVMBG merekomendasikan, masyarakat, pengunjung atau wisatawan tidak diperbolehkan memasuki kawasan dalam radius 2,5 kilometer dari kawah aktif Bromo.

Naiknya status Gunung Bromo karena dalam satu bulan terakhir atau periode 1 hingga 25 September 2016 karena gempa yang terekam adalah gempa tremor menerus yang amplituda maksimum berfluktuatif antara 0,5 hingga 23 milimeter (dominan 1–3 mm).

Berikutnya gempa hembusan, gempa vulkanik dangkal (VB), dan gempa vulkanik dalam (VA). Sejak 24 September 2016, Gunung Bromo terjadi peningkatan signifikan jumlah gempa vulkanik dangkal yang mencapai 63 kali dan kejadian tremor menerus hari ini sejak pukul 13.00 WIB.

PVMBG meminta masyarakat agar menyiapkan atau menggunakan masker penutup dan pelindung mata jika terjadi hujan abu. Pemerintah Kabupaten Probolinggo diharapkan segera memasang papan-papan peringatan di lautan pasir yang menyatakan batas radius 2,5 kilomater dari kawah Bromo.(okezone)


Komunitas Nudis di Paris Minta Disediakan Taman
Ahok ingin lebarkan trotoar ketimbang jalan
Polwan AS Dibebaskan Dengan Uang Jaminan

Sabtu, 24 September 2016

Truk TNI di Papua Diberondong Tembakan dari Atas Gunung, 2 Prajurit Tewas


MANIS77 - Aksi penembakan kembali terjadi di Puncak Jaya Papua, Sabtu 24 September, sekitar pukul 11.00 WIT. Insiden ini diduga dipicu kelompok pemberontak Organisasi Papua Merdeka (OPM). Kontak senjata yang terjadi di Kampung Kalisemen Punak Senyum, Distrik Irimuli – mengakibatkan satu warga sipil dan dua anggota TNI tertembak.

Penembakan berawal saat dump truck Kodim 1714 Puncak Jaya dengan nomor 5777-XVII berangkat dari markas Kodim Mulia menuju Puncak Senyum, sekitar pukul 07.30 WIT, untuk mengambil kayu bakar. Saat itu, truk berisi sembilan anggota TNI dan dua masyarakat, dipimpin oleh Serka Abu Khosin. Saat berangkat dan tiba di tujuan, sama sekali belum ada gangguan.

Namun, saat kembali ke Mulia dan melintas di Kalisemen, truk tiba-tiba diberondong tembakan dari atas gunung. Pengemudi menambah kecepatan truk untuk menjauh dari lokasi. Namun, dua anggota TNI dan satu warga sipil sempat tertembak.

Anggota TNI dari Kodim 1714 yang tertembak adalah Serda Suparman, dengan luka tembak pada bagian kaki betis sebelah kiri, dan Serda Susanto yang mengalami luka di lengan kiri akibat peluru pantul. Sedangkan warga sipil atas nama Winingga Tabuni mengalami luka tembak pada bagian dada sebelah kanan hingga tembus belakang.

Juru Bicara Polda Papua, Kombes Patrige Renwarin, membenarkan adanya aksi penembakan itu. "Masih menunggu data lengkap ya," ujarnya singkat. Sementara itu, pihak Kodam 17 Cenderawasih belum memberikan keterangan resmi. Diduga pelaku adalah kelompok OPM Yambi pimpinan Lekaka Telenggen, yang selama ini kerap menebar teror dengan aksi penembakan.(viva)


Polisi Berhasil Bongkar Prostitusi Online di Pekanbaru
Sophia Latjuba Mengkritik Pengendara Motor di Jakarta
Udara Bersih Dijual di China , Seharga Rp2 Ribu/Kantong




Rabu, 21 September 2016

Razia Narkoba di Sekolahan, Petugas Malah Temukan Parang dan Video Porno


MANIS77 - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, memeriksa tas seluruh pelajar SMK Negeri 2 Katingan untuk mencari obat-obatan terlarang. Namun bukannya menemukan narkoba, petugas justru menemukan sejumlah video porno di HP milik sejumlah pelajar dan dua senjata tajan (sajam) jenis parang.

Razia ini juga mengajak Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Katingan. Seluruh kelas mulai dari kelas X, XI, dan XII tidak luput dari pemeriksaan. Selain tas, Satpol PP juga mengecek laci meja belajar dan isi kantong kemeja serta celana pelajar juga diperiksa satu per satu.

Tak hanya itu, petugas juga mengecek seluruh sepeda motor pelajar untuk mengetahui barang-barang yang dibawa dalam jok motor. "Saat dibuka jok motor milik salah seorang pelajar ditemukan dua buah senjata tajam (sajam) jenis parang. Kemudian saat memeriksa sejumlah HP banyak ditemukan video porno," ujar Kasat Pol PP Katingan, Pimanto di lokasi, Rabu (21/9/2016).

Selanjutnya, pelajar yang kedapatan membawa sajam dan menyimpan video porno di HP-nya langsung digelandang ke ruang guru bimbingan dan penyuluhan (BP) sekolah. "Sementara memory card-nya kita sita sebagai barang bukti video porno yang tersimpan di dalamnya," pungkasnya.(okezone)


Angelina Jolie Gugat Cerai ke Brad Pitt
Kakek 72 Berasyik-asyik Dengan Anak Kos
Kail Tertua di Dunia Ditemukan di Jepang



Senin, 19 September 2016

Wow...Rp 800 Miliar Masuk Rekening Dokter Dari Pabrik Farmasi


MANIS77 - ilai transaksi Keuangan terkait adanya pabrik farmasi yang mengirim uang kepada sejumlah dokter mencapai Rp 800 miliar. Tidak hanya dokter, uang itu juga diterima apoteker, dan tenaga medis lainnya. Hal itu diketahui berdasarkan laporan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) kepada KPK. Ada sekitar 5.000 rekening yang diketahui menerima transfer uang dari perusahaan farmasi.

Ketua KPK Agus Rahardjo mengatakan, laporan itu dia terima sekitar dua pekan lalu. Setelah menerima laporan dari PPATK, pihaknya langsung melakukan kajian. “Sekarang masih kami dalami,” terang dia. Jadi, lembaganya belum bisa mengambil kesimpulan, apakah para dokter menerima gratifikasi dari perusahaan farmasi.

KPK membutuhkan waktu untuk menelusuri aliran dana dari pabrik farmasi. Untuk apa uang sebesar itu diberikan kepada para dokter, apoteker, dan tenaga medis lainnya. Jawabannya akan diketahui setelah kajian dan penelusuran yang dilakukan tim KPK selesai. Jawabannya akan diketahui setelah kajian dan penelusuran yang dilakukan tim KPK selesai. Menurut Agus, laporan itu menunjukkan kondisi kefarmasian di Indonesia.

Pengeluaran pabrik farmasi mengambarkan besarnya belanja kesehatan. Berdasarkan penelitian yang dilakukan komisi antirasuah, belanja kesehatan di Indonesia mencapai angka 40 persen. Angka itu lebih tinggi dibanding belanja kesehatan di negara lain. Kabiro Humas KPK Yuyuk mengatakan,  banyak laporan dari PPATK yang disampaikan KPK.

Laporan tersebut harus dianalisa dan ditelusuri, jadi tidak serta merta begitu ada laporan lembaganya langsung  mengusut kasus tersebut. Analisis dilakukan untuk mengetahui apakah ada dugaan tindak pidana korupsi. “Kalau ada tindak pidana korupsi, kami akan melakukan tindakan,” jelasnya. Diduga perusahaan yang memberikan uang kepada dokter tidak hanya satu perusahaan  saja.

Menurut dia, pihaknya juga masih mendalami perusahaan mana saja yang mentransfer uang kepada dokter. Jadi, dari sisi dokter ditelusuri, begitu juga dari pihak perusahaan. Keduanya akan sama-sama ditelisik. Yuyuk menyatakan, KPK selama ini sudah melakukan fungsi pencegahan sekaligus penindakan terhadap setiap kasus dugaan korupsi.

Pihaknya juga sudah menjalin kerjasama dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Nantinya akan dibuat peraturan mengenai sponsorship untuk dokter-dokter. Sponsorship itu diperbolehkan untuk kepentingan menambah kompetensi tenaga kesehatan, bukan hanya dokter saja. “Kami tetap akan melakukan penindakan jika ditemukan pidana korupsi,” ucapnya.(metrosiantar)

 Lelaki ini Diduga Telah Menculik 2 Siswi SMA
“Mission Impossible 6” Akan Dilanjutkan November Mendatang
Perceraian Termahal, Bagikan Harta Gono-Gini Rp14,5 T


Sabtu, 17 September 2016

Salut...Polisi Ini Hibahkan Tanahnya Untuk Nenek Miskin


MANIS77 - Perbuatan mulia dilakukan oleh seorang personel polisi di Purwakarta, Jawa Barat. Bripka Asep Mulyana namanya. Dia menghibahkan tanah miliknya kepada warga kurang mampu bernama Mak Rasem. Kemudian di tanah hibah tersebut, dibangun sebuah rumah tinggal untuk Mak Rasem.

Kabar hibah tanah oleh anggota Satbinmas Polres Purwakarta itu di-posting akun Facebook Divisi Humas Polri dua hari lalu. Selain informasi berupa tulisan, juga diunggah foto Mak Rasem bersama Bripka Asep, pun foto-foto pembangunan rumah untuk Mak Rasem.

Berikut isi postingannya:

NEWS BRIPKA ASEP MULYANA, ANGGOTA SAT BINMAS POLRES PURWAKARTA HIBAHKAN TANAH MILIKNYA KEPADA MAK RASEM UNTUK DIBANGUNKAN RUMAH

 Anggota Sat Binmas Kepolisian Resor Purwakarta, Jawa Barat, Brigadir Polisi Kepala Asep Mulyana menghibahkan tanah miliknya kepada seorang warga kurang mampu bernama Mak Rasem untuk dibangunkan sebuah rumah. Pembangunan rumah untuk Mak Rasem mendapat tanggapan yang positif langsung dari Kapolres Purwakarta Ajun Komisaris Besar Polisi Trunoyudo Wisnu Andiko SIK dan beliau pun langsung memberikan bantuan kepada Mak Rasem untuk pembangunan rumahnya.


idak hanya kapolres, rupanya kegiatan ini mengundang banyak para dermawan yang juga turut berpartisipasi dalam pembangunan rumah tersebut, diantaranya Kapolsek Cibatu Ajun Komisaris Polisi H Herry Nurcahyo SH. dan juga Camat Cibatu serta para Muspika lainnya. Kegiatan tersebut adalah suatu kegiatan mulia yang dilakukan oleh orang-orang yang mau dan peduli terhadap sesama, dan berharap hal ini bisa menjadi cermin bagi semua.

Bahwa kebaikan adalah bahasa yang bisa dimengerti oleh siapapun tanpa harus bersusah payah untuk menterjemahkannya. Sampai hari ini, postingan itu sudah dibagikan lebih dari 1.500 kali dan dikomentar lebih dari 1.000 akun. Rata-rata komentar memuji perbuatan Bripka Asep Mulyana dan mendoakannya semoga mendapat rezeki yang berlimpah. Selain itu, perbuatan Bripka Asep dapat ditiru banyak pihak.(okezone)

Ario Kiswinar Menyebabkan Mario Rugi 7 Miliar
Ratusan Juta Melayang Akibat Salah Renovasi
Maria Ozawa Marah Fotonya Disebar Oleh Petugas 


Senin, 12 September 2016

Batas Akhir Perekaman Data e-KTP Diundur Hingga Pertengahan 2017


MANIS77 - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo memberikan kelonggaran batas akhir waktu perekaman data Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) menjadi pertengahan 2017. Semula batas akhir perekaman dipatok akhir September ini, ternyata masih banyak penduduk yang belum melakukan perekaman. Apabila batas akhir September tersebut diberlakukan, jutaan penduduk bakal mengalami kesulitan mengurus surat-surat yang terkait dengan data kependudukan.

"Masih banyak warga yang belum melakukan perekaman data e-KTP," kata Tjahjo di Masjid Agung Kauman Semarang, Senin, 12 September 2016. Tjahjo menyebutkan, Kementerian Dalam Negeri mencatat jumlah warga yang belum melakukan perekaman data e-KTP sampai saat ini masih sekitar 22 juta orang yang tersebar di berbagai daerah. Mundurnya perekaman menjadi pertengahan 2017 guna memberikan kesempatan bagi yang belum melaksanakan.

Mengenai ketersediaan blangko e-KTP yang menjadi kendala di sejumlah daerah, Tjahjo mengatakan stok blangko e-KTP di pusat sebenarnya mencukupi. Tjahjo meminta bagi daerah, baik kabupaten/kota yang ketersediaan blanko e-KTP sudah menipis atau habis, dipersilakan mengambil di pusat dengan prosedur yang sudah ditentukan.

"Tentunya, permintaan itu harus disesuaikan dengan jumlah warga yang rekam e-KTP, bukan kebutuhan warga keseluruhan," kata sosok yang menghabiskan masa sekolah di Semarang itu. Dari pengalaman yang sudah ada, banyak blangko e-KTP menumpuk di sejumlah daerah karena jumlahnya melebihi warga yang melakukan perekaman data e-KTP.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menjelaskan, selama ini masih banyak warga yang mengeluhkan tentang proses pembuatan e-KTP yang membutuhkan waktu lama atau tidak langsung jadi. "Kami telah berkoordinasi dengan kementerian untuk bergerak aktif meminta blangko e-KTP ke pusat," kata Hendi, sapaan akrab Hendrar Prihadi.

Dari sekitar 1,2 juta warga Semarang, kata dia, masih tersisa sekitar 69 ribu warga yang belum melakukan perekaman e-KTP. "Kami sudah mengajukan kepada kementerian (permohonan blangko, red.), namun baru diberikan 8.000 blangko. Bila ditotal, setidaknya masih butuh 89 ribu blangko untuk e-KTP," katanya.(kompas)

Diajak Bobok di Kos, Cewek Bawa Kabur Motor
Kendal Milih Modelling Ketimbang Reality Show
Remaja 12 Tahun Kemudikan Mobil Sejauh 200 Km


Sabtu, 10 September 2016

Warga Desa Makarti Nauli, 20 Tahun Minum Air Hujan


MANIS77 - Puluhan keluarga di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, sudah 20 tahun tak lagi bisa menikmati air tanah yang bersih dan segar. Kondisi ini dialami warga di Desa Makarti Nauli, Kecamatan Kolang, Trans SP 1. Warga tak bisa menikmati air bersih karena tak ada sumber air di wilayah tempat tinggal mereka.

Boru Lase, warga setempat mengatakan, untuk memenuhi kebutuhan minum sehari-hari, warga hanya bergantung pada sumber air hujan. Menurut Lase, memang ada beberapa sumber air berupa sumur di kampung itu, tapi airnya tidak bisa dikonsumsi karena berwarna merah.

"Air itu hanya dipakai untuk mandi dan cuci pakaian saja," kata Boru Lase, Sabtu, 10 September 2016. Menurut Boru Lase, warga sangat bergantung pada air hujan. Jika kemarau tengah melanda, dan tak ada lagi air hujan untuk diminum, warga terpaksa harus berjalan sejauh 10 kilometer untuk mencari air ke desa tetangga.

"Kami harus beli air di desa itu seharga 5 ribu rupiah satu galon," katanya. Selama ini, wilayah Desa Makarti Nauli nyaris tak tersentuh bantuan dari pemerintah. Padahal, pemerintah setempat sudah tahu kondisi di wilayah itu. "Harapan kami ada bantuan dari pemerintah," katanya.(viva)

Dikamar dengan Kades, Istri Polisi Digerebek
Aa Gatot Todongkan Pistol ke Elma Theana
Wanita Rusia Jual Putrinya Demi Sebotol Vodk

Kamis, 08 September 2016

Video Oknum PNS Mabuk Saat Layani Pembuatan e-KTP Beredar


MANIS77 - Warga Bandung dihebohkan dengan beredarnya video pegawai negeri sipil (PNS) di Kecamatan Coblong Kota Bandung yang diduga mabuk saat jam kerja. Dalam video tersebut sang oknum PNS sempat terlihat beradu mulut dengan warga yang akan melakukan pembuatan e-KTP. Video oknum PNS di Kantor Kecamatan Coblong Kota Bandung ini pertamakali diunggah oleh warga melalui akun twitter Chandra Chansay Rabu siang (7/9/2016).

Dalam video yang berdurasi 40 detik tersebut menampilkan seorang PNS berseragam coklat terlihat sempoyongan sembari merokok pada saat jam kerja. Oknum PNS ini bahkan beradu mulut dengan warga yang tengah mengantre untuk pembuatan e-KTP. Camat Kecamatan Coblong Anton Sugiana membenarkan bahwa oknum  PNS  yang berada dalam rekaman video tersebut merupakan salah satu staf pegawainya. “Yang bersangkutan diketahui berinisial Be yang bekerja di bagian Staf Ekonomi dan Lingkungan Kecamatan Coblong,” katanya.

Pihak kecamatan saat ini tengah melakukan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan termasuk cek kesehatan.  Apabila terbukti yang bersangkutan mabuk maka sesuai dengan aturan yang berlaku akan dikenakan sanksi. Dari informasi yang dihimpun video oknum PNS ini direkam pada hari Senin lalu saat warga tengah mengantre untuk melakukan pembuatan e- KTP di Kantor Kecamatan Coblong.(sindo)

Rekam e-KTP di Tangerang Lembur Hingga Tengah Malam
Numpang Nginap, Bawa Kabur Motor Pemilik Rumah
Deepika Padukone Masuk Daftar Artis Top di Instagram




Selasa, 06 September 2016

Dana Untuk Pembangunan Desa Rp105 Juta Buat Beli Organ Tunggal


MANIS77 - Dana Desa untuk Desa Canti di Kecamatan Kalianda, Lampung Selatan, digunakan untuk membeli seperangkat organ tunggal. Padahal, sesuai aturan, dana itu harus digunakan untuk pembangunan, misalnya, membangun infrastuktur jalan, irigasi, jembatan sederhana, talud, dan lain-lain. Organ tunggal adalah pentas musik di atas panggung dengan menggunakan organ, yakni alat musik besar seperti piano.

Pentas musik organ tunggal biasanya digelar pada momen-momen tertentu, seperti pada hajatan pernikahan. Desa itu menghabiskan dana sebesar Rp105 juta untuk membeli seperangkat organ tunggal. Sang Kepala Desa, Jahidin, membenarkan kabar itu. "Iya, kami beli organ tunggal untuk keperluan di desa kami," katanya saat dikonfirmasi pada Selasa, 6 September 2016.

Jahidin berkilah pembelian organ tunggal itu menyalahi aturan karena perangkat tersebut digunakan untuk kegiatan remaja dan pemuda setempat melalui organisasi Karang Taruna. Lagi pula, pembelian itu sudah melalui rapat pengurus Desa. "Pembelian keperluan organ tunggal ini sudah melalui Musdes (Muyawarah desa) dan disetujui oleh Badan Permusyawaratan Desa (BPD)," ujarnya.

Jahidin menambahkan, aparat Desa tetap memprioritaskan pembangunan infrastruktur dalam pemanfaatan dana desa. Di antaranya untuk perbaikan jalan kampung. Ada empat dusun di desa itu dan baru jalan pada dua di antaranya yang telah diperbaiki. “Sisanya (dana), ya, untuk keperluan lain-lain," katanya.

Berdasarkan Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Nomor 21 Tahun 2015 tentang Penetapan Prioritas Penggunaan Dana Desa, dana desa tahun 2016 digunakan untuk membiayai pelaksanaan program dan kegiatan berskala lokal desa bidang Pembangunan Desa dan Pemberdayaan Masyarakat Desa. Pembangunan Desa meliputi, di antaranya, membangun infrastuktur jalan, irigasi, jembatan sederhana, talud, fasilitas Pos Pelayanan Terpadu, fasilitas untuk Pendidikan Anak Usia Dini, dan lain-lain.

Jika infrastruktur serta sarana dan prasarana desa sudah baik, dana desa dapat digunakan untuk pemberdayaan masyarakat desa, seperti pengembangan Badan Usaha Miliki Desa, pembentukan Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa, dan pengembangan kapasitas Ruang Belajar Masyarakat di Desa. Dalam realisasinya, masyarakat berhak menentukan secara mandiri penggunaan dana desa sesuai musyawarah desa (Musdes) sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa.(viva)

Bocah 11 Tahun Korban Kekerasan Majikannya
Elma Theana Mengaku Pernah Nikmati Sabu

Minggu, 04 September 2016

Polri Sudah Kantongi Lima Calon Tersangka Terkait Kasus Haji Paspor Palsu


MANIS77 - Direktur Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri Brigjen Agus Andrianto mengatakan bahwa pihaknya sudah mengantongi lima orang calon tersangka terkait kasus jamaah calon haji paspor palsu. "Sudah ada calon tersangka kayaknya lima. Sementara dari pihak travel," kata Agus di Bareskrim Polri, Senin (5/9/2016).

Lima calon tersangka itu, jelas Agus, berdasarkan hasil pemeriksaan penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim di Manila Filipina, dan beberapa kota asal 177 calon haji yang tertipu. "Ada yang diperiksa di Filipina, ada yang di Indonesia," singkatnya. Agus mengatakan, Polri masih terus menyelidiki pihak perorangan yang menerima keuntungan dari kasus tersebut.

"Untuk perorangan, apakah dia menerima keuntungan atau tidak, nanti akan dilihat karena semua itu merupakan hasil koordinasi kita kemaren saat gelar perkara dengan teman-teman penyidik," katanya. "Intinya, perorangan maupun travel yang terlibat di dalam kejadian ini sepanjang ada keuntungan yang dia peroleh dari penipuan yang menimpa korban 177 ini akan diminta pertanggungjawabannya," pungkas dia.(okezone)

Pemuda Keluarin Burung, Diserahkan ke Polisi
Jackie Chan Akan Menerima Piala Oscar
Desa Unik, Tanpa Mobil dan Motor 





Jumat, 02 September 2016

Enam ABG Asal Indramayu Jadi Korban Trafficking di Bali


MANIS77 - Dinas Sosial Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Indramayu menjemput enam ABG yang menjadi korban trafficking di Bali. Keenam ABG itu diantaranya Ra (18), YR (18), In (18), DS (16), De (18), dan AN (17) semuanya merupakan warga Kabupaten Indramayu. Kepala Bidang Sosial Dinas Sosial Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Indramayu, Zulkarnaen mengatakan, para korban tersebut berusia di bawah umur yakni 16 tahun hingga 18 tahun.

Mereka dipekerjakan sebagai terapis di salah satu hotel besar di Bali sejak Januari 2016. Diceritakannya, keberadaan mereka diketahui kali pertama saat petugas penegak hukum di Bali melakukan operasi penyakit masyarakat, setelah terjaring razia itu para korban kemudian diantarkan petugas ke Bandung setelah diketahui berasal dari Indramayu.

Zulkarnaen menduga mereka menjadi korban perdagangan orang atau trafficking karena para korban masih berusia di bawah umur. Menurutnya, usia para korban saat ini belum seharusnya dipekerjakan, terlebih menjadi seorang terapis atau tukang pijat dewasa seperti itu. “Setelah ditelusuri, penyalurnya juga sudah terstruktur dengan rapi.

Saya tidak tahu apakah ini merupakan sindikat atau bukan. Saya berencana akan melaporkan pihak penyalur tersebut kepada lembaga penegak hukum" kata Zulkarnaen, Sabtu (3/9/2016). Zulkarnaen menganggap keterlibatan orangtua juga menjadi permasalahan lainnya.

Dari hasil wawancara dengan para orangtua, ia mengatakan beberapa di antaranya mengaku memaksa anak perempuannya bekerja ke Bali melalui penyalur terkait. “Ada juga orangtua yang tidak tahu anaknya ternyata menjadi terapis di Bali, ada juga yang sudah tahu bahkan memaksa anaknya untuk bekerja di sana. Faktor utamanya adalah kebutuhan ekonomi," ungkapnya.(okezone)

Mandi Kembang, Wanita Ini Dicabuli Dukun Palsu
Priyanka Chopra Menepis Rumor Akan Pindah ke AS
Seorang Pria di China Minum Sampo dan Deterjen 






Rabu, 31 Agustus 2016

Puluhan Buruh Dideportasi Saat Memasuki Bandara Haneda Tokyo


MANIS77 - Puluhan calon buruh migran Negara Jepang asal Kabupaten Tulungagung, Blitar dan Kediri menjadi korban penipuan. Pemerintah Jepang langsung melakukan deportasi begitu mereka menjejakkan kaki di bandar udara internasional Haneda Tokyo. Sebab para warga Indonesia ini diketahui hanya berbekal visa dan paspor kunjungan (wisata). Bukan dokumen untuk bekerja. “Sebelum dipulangkan kami sempat diinterogasi dan diisolasi selama sehari semalam di bandara,“ tutur Sunaryo juru bicara buruh migran korban penipuan Selasa 30 Agustus 2016.

Jumlah korban yang dipulangkan sebanyak 20 orang. Namun dari informasi dihimpun, masih ada korban lain. Jumlah keseluruhan diperkirakan mencapai ratusan orang. Semua calon buruh migran, kata Naryo, termasuk dirinya tidak tahu kalau visa dan paspor hanya berlaku untuk wisata. Sebab mereka merasa telah mengikuti seluruh petunjuk oknum Petugas Lapangan (PL) salah satu Pengerah Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) yang berkantor cabang di Pucanglaban Tulungagung dan berpusat di Kabupaten Sidoarjo.

Setiap calon buruh migran juga telah merogoh kocek Rp50-Rp70 juta. Sebagian besar korban merupakan eks TKI dan TKW negara Malaysia dan Taiwan. “Dikatakan bahwa dana itu untuk pengurusan paspor, visa dan uang saku,“ terang Sunaryo yang tertipu bersama dua orang adiknya. Sesuai arahan oknum PJTKI itu, setiap calon buruh migran akan bekerja di pusat pengepakan buah dan pabrik produksi beton. Masing-masing akan menerima gaji Rp25 juta per bulan. “Namun anehnya saat diinapkan di Jakarta selama seminggu sebelum berangkat kita tidak pernah diajari bahasa Jepang.

Katanya terima beres saja langsung kerja. Tidak perlu pakai belajar bahasa,“ paparnya. “Namun anehnya saat diinapkan di Jakarta selama seminggu sebelum berangkat kita tidak pernah diajari bahasa Jepang. Katanya terima beres saja langsung kerja. Tidak perlu pakai belajar bahasa,“ paparnya. Sunaryo dan korban yang lain sudah meminta pertanggungjawaban oknum PL PJTKI. Awalnya mereka berusaha menempuh jalan kekeluargaan. Kalau memang tidak bisa berangkat, mereka meminta uang kembali.

Namun yang bersangkutan justru berusaha menghindar. Selain itu oknum bersangkutan justru menantang korban untuk membawa permasalahan ke jalur hukum. Dan sejak melapor ke polres Tulunggaung bulan Mei 2016 lalu, proses hukum tidak juga berjalan. “Karenanya kami meminta bantuan organsisasi buruh setempat untuk advokasi. Pekan ini rencananya akan mendatangi polres ramai ramai guna meminta penjelasan,“ pungkas Sunaryo.(okezone)

Mirip Ahok, Andrew Dipukuli di Bus TransJakarta
Tyas Mirasih Jualan Nasi Goreng Bareng Pacar
Sepasang Kekasih Dilarang Naik Gunung 10 Tahun





Senin, 29 Agustus 2016

Pelaku Teror Bom Gereja di Medan Mengaku Tidak Hanya Sendirian


MANIS77 - Aparat Kepolisian tengah memburuh pelaku lain dalam aksi teror di Gereja Katolik Stasi Santo Yosep di Medan, Sumatera Utara. Berdasarkan keterangan, Ivan Armadi Hasugian, mengaku tidak sendiri dalam menjalankan aksinya. Ia bahkan disuruh oleh seseorang untuk melakukan aksi teror tersebut. "Menurut pengakuan Ivan dia disuruh. Namun sampai saat ini belum terungkap siapa yang menyuruh itu.

Masih dikejar oleh Polresta Medan. Nanti kalau sudah jelas akan kami sampaikan," kata Kasubdit Penmas Humas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan kepada wartawan di Medan, Senin siang, 29 Agustus 2016. Dalam aksi teror ini, Polresta Medan sudah melakukan pemeriksaan saksi sebanyak sembilan orang. Seluruh saksi merupakan jemaat gereja dan keluarga. Sedangkan untuk motif dalam aksi bom bunuh diri yang gagal ini, masih didalami oleh pihak kepolisian.

Sementara itu, dari hasil pengeledahan di rumah pelaku di Jalan Gagak Hitam, Gang Sehati Lingkungan II, Kota Medan, Sumatera Utara, polisi berhasil menyita beberapa barang bukti dari rumah bercat kuning berlantai dua itu. "Barang bukti yang disita dari kediaman tersangka seperti inisiator, senator, kabel kabel, baterai, pipa, tiga potong, paspor dan buku-buku robotik," ujar Nainggolan.

Sejauh ini, polisi telah menetapkan Ivan sebagai tersangka kasus teror bom di sebuah Gereja Santo Yosep, Medan, Sumatera Utara. Pria 18 tahun itu dijerat dengan Undang-undang nomor 15 tahun 2003 tentang pemberantasan tindak pidana terorisme dan Undang-undang darurat Republik Indonesia nomor 12 tahun 1951 tentang mengubah 'Ordonnantietijdelijke Bijzondere Strafbepalingen' (STBL. 1948 nomor 17) dan Undang-undang Republik Indonesia dahulu nomor 8 tahun 1948, serta KUHP.

"Kepada tersangka dikenakan Undang-undang teroris nomor 15 tahun 2003 kemudian Undang-undang darurat nomor 12 tahun 1951 tentang senpi dan bahan peledak. Juga KUHP," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigjen Agus Rianto. Diberitakan sebelumnya, Ivan Armadi Hasugian melakukan aksi percobaan bom bunuh diri di Gereja Santo Yosep pada Minggu kemarin sekira pukul 08.00 WIB.

Ia diketahui membawa ransel berisi bom rakitan. Saat kejadian, diduga bom yang dibawa Ivan Armadi Hasugian gagal meledak. Tasnya hanya mengeluarkan percikan api. Karena itu, Ivan pun mengeluarkan senjata tajam dan menyerang pastor yang bernama Albert Pandingan. Jemaat pun panik, beberapa berhamburan dan lainnya berupaya menghentikan perbuatan Ivan.

Beruntung bom tidak meledak dan Ivan pun berhasil dilumpuhkan lalu diserahkan ke polisi. Sementara itu, untuk jenis peledak dalam aksi teror itu masih dalam proses penyidikan oleh tim Labotorium Forensik (Labfor) Polda Sumut. Termasuk, pelaku masih dilakukan pemeriksaan secara maraton hingga saat ini oleh penyidik Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polresta Medan.(viva)

Kawasan Gondangdia Jakarta Marak Kriminalitas
Anak SMA Berhubungan Badan di Tengah Pesta Tuak
Beyonce Borong Tujuh Penghargaan MTV 2016 





Minggu, 28 Agustus 2016

Bandara Sugapa Intan Jaya Papua Dipalang, Komunikasi Diputus Massa


MANIS77 - Ratusan massa memalang bandara Sugapa Intan Jaya Papua, Sabtu, 27 Agustus. Aksi itu buntut dari adanya warga yang tewas tertembak. Bukan hanya bandara, jaringan Telkomsel juga dimatikan warga, sehingga Intan Jaya kini dalam kondisi terisolir. Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw membenarkan adanya aksi ratusan warga melakukan pemalangan bandara Sugapa. "Setelah membakar Polsek Sugapa, warga melakukan pemalangan bandara, mereka kemungkinan keluarga korban," ujarnya.

Kapolda melanjutkan, warga juga mendatangi menara Telkomsel, lalu mematikan jaringannnya, sehingga Sugapa saat ini terisolir lantaran jaringan komunikasi terputus. Paulus menuturkan, pihaknya hingga kini belum mengetahui secara pasti penyebab anggota Brimob melakukan penembakan, yang berakibat meninggalnya salah satu warga. Sebab, komunikasi terputus."Karena keterbatasan jaringan, kami tidak bisa mendapat laporan lengkap," tuturnya.

Adapun langkah yang sudah dilakukan, Kapolda menjelaskan, sudah memerintahkan Kapolsek setempat bersama Bupati Intan Jaya untuk menangani kasus tersebut. "Kami sudah minta semua pihak, baik pemerintah dan tokoh agama untuk ikut menenangkan warga, sedangkan kami sendiri akan terbang ke sana, besok minggu," kata dia.

Adapun kronologis kejadian, dia menjelaskan, berawal dari pemalangan jalan yang dilakukan oleh anak laki-laki, yang merupakan anak kepala suku di Kabupaten Intan Jaya, dalam keadaan dipengaruhi minuman keras sambil membawa parang dan melakukan pengancaman. Akibatnya, anggota Brimobda Papua yang di bawah kendali operasi (BKO) di Intan Jaya menuju TKP untuk mengamankan situasi dan pelaku pemalangan tersebut. "Pada saat itu, anggota Brimob melakukan penembakan yang menyebabkan pelaku pemalangan meninggal," ujarnya.

Jenazah kemudian dibawa ke Mapolsek Sugapa oleh masyarakat, dan masyarakat melakukan penyerangan terhadap Mapolsek dengan cara membakarnya. "Setelah membakar Polsek, massa kemudian memalang bandara dan mematikan jaringan telepon," ujar dia. Paulus mengatakan, pihaknya akan menambah personel guna mengendalikan situasi dan melokalisir tempat kejadian.(Viva)

Shah Rukh Khan Daftar Aktor Termahal Dunia
Brantas Narkoba, Bocah 5 Tahun Tewas Ditembak
Mengugat Tuhan, Karena Merasa Hidup Tidak Adil





Sabtu, 13 Agustus 2016

Banjir Melanda Cilacap, Sebanyak 200 Warga Terisolir


MANIS77 - Bencana banjir yang melanda Desa Brebeg, Jeruklegi, Cilacap, Jawa Tengah (Jateng), mengakibatkan sekira 75 kepala Keluarga (KK) dengan 200 jiwa, warga Dusun Cirokol terisolir. Selain itu, sejumlah pohon peneduh di Jalan Tentara Pelajar, Kota Cilacap tumbang akibat dihembus angin kencang.

"Peristiwa itu terjadi akibat hujan lebat disertai angin kencang Jumat malam hingga Sabtu pagi," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cilacap, Tri Komara Sidhy. Tri mengatakan, tinggi genangan air pada akses jalan yang ada antara 40-60 sentimeter. Kondisi itu menyebabkan kendaraan, baik sepeda motor maupun mobil tidak dapat melintas di jalan tersebut.

Hingga Sabtu, hujan lebat masih mengguyur wilayah Tengah dan Selatan Cilacap, sehingga pihaknya telah menerjunkan Tim SAR gabungan dengan perahu karet untuk mengevakuasi warga lainnya. "Untuk pohon tumbang di Jalan Tentara Pelajar sudah dibersihkan, dan lalu lintas sudah lancar kembali," ujarnya.

Sementara, pengamat Cuaca dari Stasiun Meteorologi Cilacap, Teguh Wardoyo mengatakan, dari hasil evaluasi curah hujan yang terjadi Jumat malam hingga Sabtu pagi, tercatat di wilayah  Jeruklegi atau Pos Bandara Tunggul Wulung mencapai 139 mm/hari. Sedang di Stasiun Meteorologi (Stamet) Cilacap 102 mm/hari, sehingga termasuk kategori hujan ekstrem. Sementara, kecepatan angin yang bertiup dari arah Timur tercatat sempat mencapai 21 knot.(Okezone)

Pengen Bikin Teman Wanitanya Klepek-Klepek
Dicky Chandra Maju Jadi Walikota Tasikmalaya
Sibuk Berponsel Ria, Mengemudi Pakai Kaki 





Kamis, 11 Agustus 2016

Puluhan Calon Jamaah Umroh Tertipu Biro Travel


MANIS77 - Puluhan calon jamaah umroh tertipu biro travel dan umroh, Nazuuroh, Kota Tegal, Jawa Tengah. Mereka tak kunjung diberangkatkan kendati sudah membayar biaya dengan total mencapai ratusan juta rupiah. Beberapa di antara calon jamaah yang tertipu Rabu 10 Agustus 2016 mendatangi kantor Nazurooh yang berada di kompleks ruko Sultan Agung, Kejambon untuk menuntut pengembalian uang yang sudah dibayarkan.

Namun ‎mereka justru terkatung-katung lantaran tak ditemui pengelola Nazuuroh. Salah satu calon jamaah,‎ Alok Sugito (52) menuturkan, ia mendaftar untuk berangkat umroh bersama istri, anak, dan menantu pada Maret lalu. Setelah membayar biaya sekitar Rp95 juta, ia dijanjikan berangkat pada akhir Mei. "Ternyata sampai akhir Mei tidak jadi berangkat. Katanya mundur. Alasannya visa belum jadi. Mau puasa, diberitahu mundur lagi. Sampai tiga kali mundur.

Sampai sekarang tidak jelas kapan berangkat," ‎kata warga Kelurahan Margadana, Kecamatan Margadana, Kota Tegal ini, Rabu (10/8/2016). Lantaran merasa tertipu, ‎Sugito akhirnya melaporkan pengelola Nazuuroh ke Polres Tegal Kota pada pertengahan Juni lalu. Pihak pengelola lalu membuat perjanjian dan mengembalikan biaya yang sudah dibayar namun tidak seluruhnya. "Baru dikembalikan Rp8 juta.

Itu juga diberikan dalam dalam dua tahap. Katanya sisanya mau dikembalikan 15 Agustus," ucap Sugito. Sugito mendesak pengelola untuk segera mengembalikan sisa biaya yang sudah disetorkan tersebut.  "Daripada mundur terus, tidak jelas. Saya juga sudah mengeluarkan biaya untuk syukuran dengan tetangga-tetangga. Malu," ungkapnya.

Selain Sugito, sebanyak 48 orang calon jamaah umroh yang dikoordinir Syaefudin, warga Kelurahan Margadana, untuk mendaftar secara kolektif di Nazuuroh juga mengalami nasib serupa. "Yang daftar melalui saya ada 48 orang. Sudah bayar semua. Tapi yang sudah diberangkatkan baru 23 orang. Itu juga berangkatnya karena biayanya saya talangi dulu karena saya malu dengan jamaah saya," ujar Syaefudin.

Calon jamaah yang ‎dikoordinir Syaefudin sudah membayar biaya sebesar Rp 24 juta per orang. Seharusnya mereka berangkat pada 27 Maret lalu. Namun kemudian mundur hingga empat kali dengan alasaan yang sama, yakni visa belum jadi. "Kalau sudah mundur sampai tiga kali, berarti sudah tidak bisa dipercaya," tandasnya.

Sementara itu Direktur PT Nazuuroh Ijabah Utama, Irawan Prasetya  tak kunjung menemui Sugito dan Syaefudin saat ditunggu hingga siang hari. Saat dihubungi, dia mengku sedang‎ berada di Pekalongan. Dia kembali menjanjikan akan segera mengembalikan biaya yang sudah dibayar.(sindo)

Yang Pukul Guru Ditetapkan Sebagai Tersangka
Rossa Menbantah Isu Telah Menikah
Astagfirullah! Wanita AS ini Setubuhi Anj*ng 





Rabu, 10 Agustus 2016

Penumpang Pesawat Bawa Mayat Bayi Dalam Koper Diamankan


MANIS77 - Hendak membawa mayat bayi berusia tiga hari yang diletakkan di dalam tas koper, seorang penumpang pesawat diamankan petugas Avsec dan Polsek KP3 Bandara Domine Eduard Osok (DEO) Sorong, Papua Barat, Senin (8/8/2016) pagi.

Jai, penumpang pesawat jurusan Sorong-Makassar diamankan setelah pihak Avsec bandara menemukan adanya benda mencurigakan yang saat dicek ternyata adalah mayat bayi berusia tiga hari.

Menurut keterangan petugas Avsec Bandara DEO Sorong Umar  Latif, digagalkannya pengiriman mayat bayi tanpa prosedur oleh penumpang tujuan Makassar ini saat koper yang dibawa calon penumpang diperiksa melalui x-ray bandara.

Saat diperiksa, ternyata di dalam tas koper tersebut adalah mayat bayi yang diperkirakan berusia tiga hari. Pihak Avsec Bandara DEO Sorong melaporkan temuan tersebut ke pihak kepolisian untuk mengamankan calon penumpang dan mayat bayi di dalam koper tersebut.

Jai saat ini masih diperiksa secara intensif di Satuan Reskrim Polresta Sorong. Sementara, mayat bayi diamankan di Mapolresta Sorong, lalu dibawa ke RSUD Sorong.(sindo)

Komplotan Copet Dipajang di Stasiun Manggarai
Setelah Lima Tahun Menanti, Alice Norin Hamil
Dompet Dicuri, Turis Cina  Dimasukkan ke Kamp

 



Senin, 08 Agustus 2016

Usai Dimintai Keterangan BNN, Eks Kalapas Enggan Berkomentar


MANIS77 - Usai dimintai keterangannya selama tiga jam oleh pihak Badan Nasional Narkotika (BNN), mantan Kepala Lembaga Pemasyarakatan Nusakambangan, Liberti Sitinjak, enggan berkomentar panjang. Ia mengatakan hanya menyampaikan apa yang ditanyakan kepada dirinya selaku mantan Kalapas Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah.

"Saya telah memenuhi panggilan. Selama di ruangan, kita sudah bisa selesaikan hal yang patut saya sampaikan selaku mantan Kalapas Nusakambangan," kata Sitinjak di Gedung BNN, Jalan MT Haryono, Jakarta Timur, Senin (8/8/2016). Saat awak media menanyakan lebih mendalam mengenai pertemuannya, Sitinjak memilih melakukan koordinasi dengan pimpinannya terlebih dahulu.

Dia tidak bisa membeberkan hasilnya sebelum melakukan komunikasi kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yassona Laoly. "Jangan tanya soal substansi apa yang bicarakan di dalam, karena saya belum bisa sampaikan, harus lapor dulu ke pimpinan. Saya hanya mengimbau tentang apa pembicaraan saya, biar pihak BNN yang jelaskan dan Pak Menteri," tutur Sitinjak.

"Habis ini saya ke Menteri untuk laporan, karena kedatangan saya ke sini atas perintah Menteri. Substansi apa, saya belum sampaikan kepada Pak Menteri sehingga saya belum bisa memberikan keterangan apa pun," imbuhnya. Sitinjak sendiri diminta datang ke BNN untuk dimintai keterangan sebagai tindak lanjut surat terbuka Haris Azhar dari Kontras.

Dalam pernyataan tersebut sang terpidana mati Freddy Budiman menyebutkan ada petugas lapas yang menerima aliran dana sebanyak Rp450 miliar. Sementara Kepala Humas BNN Kombes Slamet Pribadi mengatakan, pemanggilan dilakukan untuk menggali keterangan dari Sitinjak terkait pernyataan Freddy Budiman soal CCTV di dalam lapas. "Ini sifatnya hanya konfirmasi. Jadi, pemeriksaan non projustisia," ujarnya.(okezone)

Polda Metro Bekuk Arsitek Pemalsu Dolar Singapura
Shah Rukh Khan Masuk Daftar Orang Kaya Versi Forbes
Semangka Jadi Laris, Setelah Diberi Ukiran Kaligrafi





Minggu, 07 Agustus 2016

Mensos Mengingatkan Masyarakat Pesantren Bahaya Narkoba di Madura


MANIS77 - Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa kembali mengingatkan masyarakat pesantren di Madura, Jawa Timur, agar tidak tertipu dengan muslihat para pengedar narkotika. Sebab, banyak cara dilakukan pengedar agar pasar barang haramnya itu tetap hidup. Khofifah mengingatkan kembali temuan aparat penegak hukum beberapa waktu lalu, tentang adanya narkotika yang masuk ke lingkungan sekitar pesantren, di salah satu daerah di Madura.

"Ada kiai ditawari vitamin, katanya biar kuat berzikir, tidak tahunya ternyata zat adiktif," kata Khofifah di acara Haul almarhum KH Makki Syarbini, pendiri Pondok Pesantren Asshomadiyah di Kecamatan Burneh, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, pada Sabtu malam, 6 Agustus 2016. Dia mengaku heran dengan peredaran narkotika di Madura yang makin lama kian marak.

"Bangkalan dan Sampang pesantrennya banyak, tapi ada beberapa titik yang informasinya menyimpan narkoba banyak," katanya menambahkan. Ketika ditanya soal adanya kampung narkoba di salah satu kampung di Bangkalan dan beberapa kali digerebek aparat, Khofifah menampik berkomentar lebih jauh. "Itu bukan urusan Kemensos (Kementerian Sosial). Itu urusan BNN (Badan Narkotika Nasional) dan Kepolisian. Kemensos hanya mengurus rehabilitasinya saja," ujarnya.

Khofifah belakangan ini gencar menyuarakan gerakan antinarkotika. Dalam organisasi perempuan yang dipimpinnya, Muslimat Nahdlatul Ulama, Khofifah membentuk Laskar Antinarkoba di seluruh cabang. "Laskar Antinarkoba ini gerakan masyarakat untuk melawan bandar dan pengedar narkotika. Karena tidak cukup hanya mengandalkan BNN dan polisi untuk memerangi narkoba," kata Khofifah, saat acara ikrar Laskar Antinarkoba Muslimat NU Surabaya di UIN Surabaya.(Viva)

Menolaknya Ibunya Berobat, Roro Fitria Bawa 20 Pengacara
Fotografer Kehilangan Kamera Seharga Rp524 Juta di Rio
Dikota ini Hampir Setiap Rumah Memiliki Garasi Pesawat





Jumat, 05 Agustus 2016

Densus 88 Gerebek Rumah Terduga Teroris Kelompok Solo di Batam



MANIS77 - Densus 88 bersama jajaran Sat Brimob Polda Kepulauan Riau (Kepri) menggerebek rumah milik seorang yang diduga terlibat dalam jaringan terorisme kelompok Solo, di perumahan Mediterania, Batam Center, Batam, pagi tadi.

Kedatangan puluhan polisi bersenjata lengkap ke rumah terduga teroris berinisial G, membuat kaget sekaligus takut warga sekitar. Polisi langsung mensterilkan lokasi dan melarang semua warga untuk melintas maupun keluar rumah.

Polisi bersenjata lengkap lantas mengepung rumah yang dihuni oleh pria asal Solo bersama istri dan seorang anaknya itu. Penggerebekan rumah tersebut berjalan cukup cepat. Usai melakukan penggerebekan, polisi memasang garis polisi di rumah yang dihuni G.

Masih terlihat barang-barang miliki terduga teroris berupa pakaian dan galon air mineral. G besertai istri dan anaknya lalu dibawa ke Mapolresta Barelang untuk dimintai keterangan.

Diduga tim Densus masih mengejar terduga teroris lainnya yang masih berada di Batam. Dari rumah G, polisi mengamankan berbagai buku tentang jihat, senjata, dan panah. Polis belum memberi keterangan resmi soal penggerebekan ini.(okezone,5/8)

Seorang Gadis dan Komplotannya Diciduk Petugas
Angel Karamoy Dan Steven Rumangkang Resmi Cerai
Pasangan ini Akan Sajikan Makanan Daur Ulang 





Rabu, 03 Agustus 2016

MUI Tidak Pernah Keluarkan Sertifikat Halal Untuk Bikini Snack


MANIS77 - Direktur Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmitika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI), Lukmanul Hakim menegaskan bahwa MUI tidak pernah mengeluarkan sertifikat halal untuk camilan Bihun Kekinian alias Snack Bikini yang sudah beredar dan meresahkan masyarakat.

"Tidak register ke LPPOM, apalagi dari sisi gambar snack Bikini mengandung konten pornografi dan kata-kata yang tidak mendidik," ungkap Lukman. Lukman juga mengecam atas beredarnya produk tersebut, dan mendesak pemerintah melalui BPOM agar segera menelusuri dan menghentikan peredaran bikini snack. Hal itu karena dianggap bisa memicu anak-anak menirukan gambar dan kata-kata yang ada dalam kamasan tersebut.

"Snack itu akan memicu anak-anak menirukan apa yang tertera dalam kemasan tersebut, apalagi sampai ada kata-kata 'remas aku.' Kita juga minta BPOM segera telusuri," jelasnya. Meski demikian, MUI tidak dapat memutuskan halal dan haramnya snack tersebut karena belum ada penelitian yang dilakukan MUI atas kandungan dan bahan baku dari snack tersebut. "Terkait halal dan haramnya snack tersebut, MUI masih belum dapat memastikan karena tidak mengetahui kandungan atau bahan bakunya.

Tapi dari sisi gambar dan tulisan sudah jelas melanggar UU Pornografi dan Pornoaksi," tandasnya. Snack Bikini merupakan jajanan yang dikemas dengan gambar wanita berpakaian bikini (bra dan celana dalam) dan bertuliskan ‘remas aku’ dalam kemasannya. Snack sudah beredar di sejumlah daerah dan dijual seharga Rp15.000-Rp20.000. Snack dijual dengan ragam rasa yaitu balado, pizza, jagung bakar dan pedas.(okezone)


AS Diam-diam Bayar Uang Tebusan Pada Iran Untuk 4 Warganya
DJ Soda : Terlanjur Cinta Jakarta, Malas Pulang ke Korea
Hebat! Bocah 2 Tahun Hafal Nama Semua Negara di Dunia 





Selasa, 02 Agustus 2016

Hujan Seharian, Banjir dan Longsor Terjang Raja Ampat


MANIS77 -  Akibat hujan deras yg terjadi sejak Minggu 31 juli 2016 malam hingga senin 1 Agustus 2016 pagi mengakibatkan Sungai meluap dan beberapa kompleks perumahan terendam di  distrik waisai, kota Kabupaten, Raja Ampat, Papua Barat. Dari informasi di lapangan, akibat hujan deras sejak tengah malam, sebuah sungai buatan meluap dan merendam beberapa rumah di sekitarnya.

Tak hanya itu, sungai kecil yang meluap ini menjebol dan meruntuhkan jalan penyambung kompleks perumahan Menpera, kelurahan Waisai kota. Salah seorang warga, Azhar menjelaskan bahwa baru pertama kali terjadi banjir atau air meluap kali kecil di sebelah rumahnya. "Kompleks rumah ini juga lebih rendah dari jalan, mengakibatkan air naik setinggi 2 meter," katanya.

Sementara itu, Sekretaris BPBD Kabupaten Raja Ampat Abdul Rasyid Tola, menjelaskan akibat kondisi banjir yang menimpa daerah Waisai dan sekitarnya menyebabkan 85 rumah terendam, 6 rumah terkena longsor, 3 rumah dalam kondisi parah. "Longsor terjadi Sekitar perumahan 300, yakni daerah moko, kelurahan bonkawir.

Di daerah ini kondisi masih belum stabil, masih terancam longsor karena hujan belum sepenuhnya berhenti," katanya. Dikatakan, untuk Posko pengungsian sudah dibangun oleh BPBD Raja Ampat, sementara untuk dapur umum bertempat di Perumahan Moko. "Banjir disebabkan berkurangnya DAS atau daerah resapan air dikarenakan banyak warga membangun di daerah bantaran atau badan sungai," pungkasnya.(sindo)

15 Ton Telur Ayam Tak Dilengkapi Dokumen Ditahan 
J.K. Rowling : Cerita Harry Potter Sudah Selesai
Anak Seorang Miliarder Naik Taksi Tidak Mau Bayar



 

Minggu, 31 Juli 2016

Panglima TNI : TNI Akan Usut Dugaan Mobil Dinas Jenderal Kirim Narkoba Freddy Budiman


MANIS77 - Panglima TNI, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyatakan akan menelusuri pengakuan terpidana mati, Freddy Budiman, kepada koordinator Komisi Untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (Kontras), Haris Azhar, soal dugaan penggunaan mobil dinas jenderal bintang dua untuk mengirim narkoba. “Ya dicek saja nanti kebenarannya. Kalau itu, pasti kami proses,” ujar Jenderal Gatot kepada pers, usai menghadiri acara perayaan 40 tahun pernikahan SBY dan Ani di Jakarta, Sabtu (30/7/2016) kemarin.

Meski akan menelusuri dugaan itu, Jenderal bintang empat ini mengaku tak akan mengklarifikasi informasi itu kepada Haris yang menjadi Koordinator Kontras. Pada bagian lain, Haris juga menyebut ada keterlibatan oknum Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Polri. Hanya saja, Haris belum menjelaskan masa waktu dugaan penggunaan mobil dinas tentara tersebut. Pernyataan Haris mendapat reaksi, pasca eksekusi mati Freddy Budiman, gembong narkoba.

Karena itu, Kepala Divisi Humas Mebes Polri, Irjen Boy Rafli Amar mengatakan pihak Polri telah mengagendakan pertemuan dengan Koordinator Kontras, Haris Azhar, terkait pernyataannya tentang Freddy Budiman, terpidana mati narkotika yang sudah dieksekusi mati di Nusakmbangan, Jawa Tengah, pada Jumat (29/7/2016) lalu. Bukan itu saja, Kepala Bagian Humas BNN Komisaris Besar Slamet Pribadi juga berkomentar bahwa BNN akan menindak tegas jika ada oknum anggotanya terlibat dalam bisnis narkoba Freddy.

 Mantan Panglima TNI, Jenderal TNI (Purn) Moeldoko, mengemukakan hukuman berat harus dikenakan terhadap oknum yang membekingi pengiriman narkoba. Hal ini dikemukakannya menanggapi testimoni Koordinator Kontras, Haris Azhar, yang menyebut adanya oknum Jenderal TNI bintang II yang membantu terpidana mati Freddy Budiman saat mengirimkan narkoba dari Medan ke Jakarta. “Kalau sungguh terjadi, harus keras tindakannya,” ujar Moeldoko.(Poskota)

Dengan Batu, Wanita ini Gagal Pencurian di Tetangganya
Cerita Cinta Anggita Sari dengan Freddy Budiman di LP
Narapidana ini Ogah Keluar Penjara, Ini Alasannya...