Senin, 03 Oktober 2016

Proyek Lippo Plaza yang Diduga Tak Berizin Distop Mahasiswa


MANIS77 -  Aktivis Mahasiswa tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kota Lubuklinggau nyaris bentrok dengan pihak Lippo Plaza saat menggelar demontrasi mendesak penyetopan pembangunan proyek tersebut karena diduga tak mengantongi Izin lengkap.

Demo awalnya berjalan baik pihak pendemo menyampaikan tuntutan terhadap Linggau Lippo Plaza dan pihak Lippo pun menanggapi tuntutan tersebut dengan memberikan penjelasan. Namun mahasiswa tetap ngotot ingin melihat fisik perizinan yang perusahaan miliki, tapi tidak ditunjukan.

Mahasiswa yang tidak puas dengan jawaban pihak Lippo kembali mengangkat toa dengan berdiri diatas motor yang diparkirkan didepan pintu masuk Lippo menuntut pembangunan dihentikan sementara, bahkan mengancam akan menyegel bangunan.

Rombongan mahasiswa  mencoba menutup gerbang Lippo yang terbuat dari seng namun dihalangi petugas,dan sejumlah pekerja Lippo satu persatu turun ke lokasi demo kemudian terjadi perang mulut. Beruntung bentrok ini dapat dicegah oleh aparat kepolisian yang berjaga ketat dikiri kanan bangunan bahkan didalam bangunan Lippo.

Ketua Cabang GMNI Lubuklinggau, Angga Juliansyah Nasution menyampaikan maklumat terhadap pembangunan Lippo yaitu mempertanyakan pengelolaan air bawah tanah, dan efek pembangunan yang menggenangi badan jalan.

Kemudian, mendesak pihak perusahaan Lippo untuk secepatnya membuat izin karena memakan badan jalan (DMJ),mahasiswa juga mempertanyakan hasil perekrutan karyawan yang dilakukan beberapa waktu lalu yang terkesan tititpan dan formalitas belaka.

"Kami minta pembangunan ini disetop sementara selama 3 bulan sebelum permasalahan ini diselesaikan, kalau tidak disetop kami akan datang dengan massa yang lebih banyak," desak Angga.(sindo)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar