Minggu, 07 Agustus 2016

Mensos Mengingatkan Masyarakat Pesantren Bahaya Narkoba di Madura


MANIS77 - Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa kembali mengingatkan masyarakat pesantren di Madura, Jawa Timur, agar tidak tertipu dengan muslihat para pengedar narkotika. Sebab, banyak cara dilakukan pengedar agar pasar barang haramnya itu tetap hidup. Khofifah mengingatkan kembali temuan aparat penegak hukum beberapa waktu lalu, tentang adanya narkotika yang masuk ke lingkungan sekitar pesantren, di salah satu daerah di Madura.

"Ada kiai ditawari vitamin, katanya biar kuat berzikir, tidak tahunya ternyata zat adiktif," kata Khofifah di acara Haul almarhum KH Makki Syarbini, pendiri Pondok Pesantren Asshomadiyah di Kecamatan Burneh, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, pada Sabtu malam, 6 Agustus 2016. Dia mengaku heran dengan peredaran narkotika di Madura yang makin lama kian marak.

"Bangkalan dan Sampang pesantrennya banyak, tapi ada beberapa titik yang informasinya menyimpan narkoba banyak," katanya menambahkan. Ketika ditanya soal adanya kampung narkoba di salah satu kampung di Bangkalan dan beberapa kali digerebek aparat, Khofifah menampik berkomentar lebih jauh. "Itu bukan urusan Kemensos (Kementerian Sosial). Itu urusan BNN (Badan Narkotika Nasional) dan Kepolisian. Kemensos hanya mengurus rehabilitasinya saja," ujarnya.

Khofifah belakangan ini gencar menyuarakan gerakan antinarkotika. Dalam organisasi perempuan yang dipimpinnya, Muslimat Nahdlatul Ulama, Khofifah membentuk Laskar Antinarkoba di seluruh cabang. "Laskar Antinarkoba ini gerakan masyarakat untuk melawan bandar dan pengedar narkotika. Karena tidak cukup hanya mengandalkan BNN dan polisi untuk memerangi narkoba," kata Khofifah, saat acara ikrar Laskar Antinarkoba Muslimat NU Surabaya di UIN Surabaya.(Viva)

Menolaknya Ibunya Berobat, Roro Fitria Bawa 20 Pengacara
Fotografer Kehilangan Kamera Seharga Rp524 Juta di Rio
Dikota ini Hampir Setiap Rumah Memiliki Garasi Pesawat





Tidak ada komentar:

Posting Komentar