Kamis, 30 Juni 2016

Polda Jabar: Kecepatan Angin di Tol Cipali Harus Diwaspadai Para Pemudik


MANIS77 - Kepolisian Daerah Jawa Barat memperingatkan para pemudik libur Lebaran Idul Fitri yang melewati jalan Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) agar mewaspadai kecepatan angin di kawasan itu. Tol Cipali adalah jalan bebas hambatan yang membentang sepanjang 116,75 kilometer dan menghubungkan daerah Cikopo, Purwakarta dengan Palimanan, Cirebon, Jawa Barat. Kilometer 0 berada di Cawang, Jakarta, dan berakhir di Kilometer 189 di Palimanan.

Cuaca dan kecepatan angin yang tidak menentu ini harus diperhatikan pemudik agar tidak melaju berkecepatan tinggi. Embusan angin kencang dari samping dapat menyebabkan kendaraan kehilangan keseimbangan, apalagi mobil yang melaju terlalu kencang. “Pemudik bisa mematuhi kecepatan yang dipersyaratkan di jalan tol, sehingga bisa mendadak menimbulkan kecelakaan," ujar Direktur Lalu Lintas Polda Jawa Barat Komisaris Besar Polisi Sugihardi, di Bandung pada Kamis, 30 Juni 2016.

Dia mengingatkan masyarakat bahwa dalam situasi normal pun angin di kawasan Tol Cipali cukup kencang, meski tak disebutkan detail per knot. Kecepatan angin dapat lebih kencang daripada biasanya karena perubahan cuaca yang tak menentu seperti sekarang. "Kecepatan angin di jalan tol itu sangat cepat, apalagi sisi kanan kiri jalan hamparan sawah luas, sehingga angin bisa menghantam kendaraan bila kendaraan melaju kencang," ujar Sugihardi.

Titik angin paling kencang di Tol Cipali berada di wilayah Kabupaten Majalengka. "Majalengka ini sangat rawan angin kencang, sehingga kendaraan saat masuk wilayah Majalengka, diharapkan tidak dalam kecepatan tinggi," katanya. Tol Cipali diresmikan Presiden Joko Widodo pada Juni 2015. Dalam sepuluh hari setelah diresmikan, terjadi 30 kecelakaan di tol itu yang mengakibatkan sejumlah orang tewas dan luka.

Jalan yang menjadi bagian Tol Jakarta-Palimanan itu cenderung lurus dan panjang. Saat itu, tempat peristirahatan (rest area) yang disediakan belum berfungsi semua sehingga memungkinkan pengendara melaju terus-menerus tanpa beristirahat. Angin kencang, terutama di wilayah Majalengka, disebut turut memengaruhi sejumlah kecelakaan itu. Kendaraan yang melaju terlalu kencang bisa oleng ketika dihempas angin kencang dari samping.(Viva)

Ngaku Buser, Cabuli Sejumlah Gadis
Bon Jovi Berikan Gitar Pasien Kanker
Minum Air Seni Sendiri Selama 23 Tahun







Rabu, 29 Juni 2016

Status Bromo Ada Pada Level II, Asap Tebal Jadi Daya Tarik


MANIS77 - Kawah Gunung Bromo di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, mengeluarkan asap tebal. Seringkali asap ini disertai abu vulkanik tipis hingga ke permukaan kawasan di sekitar gunung. Kondisi ini menandakan adanya aktivitas vulkanik tinggi yang sedang terjadi pada gunung tersebut. Saat ini, status Bromo ada pada level II atau waspada.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana memperkirakan kondisi ini masih akan berlangsung lama.
Meski terjadi aktivitas vulkanik, tapi pariwisata Gunung Bromo tetap dibuka untuk umum, karena kondisi ini masih aman bagi wisatawan. "Kecuali di dalam radius 1 kilometer dari puncak kawah.

Masyarakat tidak perlu takut atau khawatir dengan kondisi aktivitas vulkanik Gunung Bromo saat ini," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangannya, Rabu, 29 Juni 2016. Menurut Sutopo, erupsi kecil di Bromo ini justru menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin melihat keindahan gunung itu.

"Justru adanya erupsi kecil menjadikan wisata yang menarik untuk masyarakat memahami gunung api," ucap Sutopo. Dari Pos Pengamatan Gunung Bromo Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, gunung ini mengeluarkan suara gemuruh, dan semburan asap dengan ketinggian 200-1.000 meter dari puncak kawah, ke arah barat-selatan. Kondisi ini membuat masyarakat dilarang melakukan aktivitas dalam radius 1 kilometer dari kawah.(Viva)

Pemuda Mencoba Menyentuh Itu nya Korban 
Keanu Reeves Bantu Remaja Jalanan
Pria Korea Pacaran Dengan Boneka



 

Senin, 27 Juni 2016

Wali Kota Padang Izinkan Mobil Dinas Dipakai Mudik


MANIS77 - Wali Kota Padang, Mahyeldi Ansharullah, mengizinkan pejabat dan pegawai di lingkungan Pemerintah Kota Padang menggunakan mobil dinas untuk mudik. Alasannya, pemerintah kota tidak memiliki pool untuk menginapkan mobil plat merah itu. "Idealnya, aturan (larangan) itu bagus. Tapi realitanya ada faktor lainya," kata dia. Menurut Mahyedi, kendaraan berplat merah yang dimiliki Pemkot Padang mencapai sekitar seribu unit.

Pemkot tidak memiliki fasilitas untuk menyimpan mobil-mobil dinas ini. Rata-rata pegawai negeri di Kota Padang merupakan perantau Sehingga mereka pasti akan mudik ke kampung masing-masing. "Mereka libur panjang, baru masuk 11 Juli 2016," ujarnya. Dengan faktor-faktor itu, Mayedi mempersilakan pegawainya membawa mobil dinas untuk mudik. Meskipun, Komisi Pemberantasan Korupsi serta Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddy Chrisnandi telah mengatakan pegawai negari sipil dilarang menggunakan mobil dinas untuk mudik.

Mahyeldi mengaku belum menerima surat resmi Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Dia mengaku baru mengetahui dari media massa. Namun, jika pemerintah pusat mengirimkan surat resmi ke pemerintah daerah, Mahyeldi akan mempertimbangkan lagi kebijakannya membolehkan pegawainya membawa mobil dinas tersebut. "Akan kami pertimbangkan. Kami juga akan memberikan pertimbangan ke pemerintah pusat sesuai dengan faktor-faktor tadi," kata dia.

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, Laode Muhammad Syarif, meminta para pejabat dan pegawai negeri sipil tak menggunakan mobil dinas untuk mudik. "Mobil dinas bukan untuk kepentingan pribadi," kata Laode. Laode mengatakan imbauan untuk tidak menggunakan mobil dinas saat mudik sangat jelas. Ia menegaskan pejabat tidak boleh mencampurkan urusan pribadi dengan publik. Dia menilai itu adalah prinsip utama dari asas pemerintahan yang baik.(Tempo)

Gadis Diperkosa Ketika Tertidur
Berganti Nama Tiara Dewi
Biarkan Bayinya Tewas Tenggelam




Sabtu, 25 Juni 2016

Jelang Lebaran Uang Palsu Ditemukan di Padang


MANIS77 - Kepolisian Resor Padang menyita segepok uang palsu di rumah yang terletak di kawasan Lubuk Begalung, Kota Padang, Jumat, 24 Juni 2016. Uang palsu yang disita itu terdiri atas uang kertas pecahan Rp 50 ribu. "Iya betul. Kami temukan uang palsu senilai Rp 23 juta," ujar Kepala Kepolisian Resor Padang, Ajun Komisaris Besar Chairul Azis, Sabtu, 25 Juni 2016.

Penemuan uang palsu ini bermula dari pengembangan kasus pencurian sepeda motor. Menurut dia, saat menggeledah rumah salah seorang tersangka berinisial Jup, 27 tahun, polisi menemukan uang yang dibungkus dengan amplop berlogo bank milik pemerintah. Ada sekitar 460 lembar uang kertas pecahan Rp 50 ribu. Setelah diperiksa, ternyata yang ditemukan itu adalah uang palsu.

"Kami menduga uang ini berasal dari luar Kota Padang," ujarnya. Tersangka dijerat dengan Pasal 36 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang. Ancaman hukumannya 10 tahun penjara dan denda Rp 10 miliar. Namun, kata dia, pihaknya masih kesulitan mengembangkan kasus ini. Pelaku belum mengakui asal-usul uang tersebut.

"Kata pelaku, uang itu berasal dari temannya. Tapi dia enggak mau banyak bicara," ujarnya. Chairul meminta masyarakat mewaspadai peredaran uang palsu di Kota Padang. Saat mendapatkan uang, sebaiknya dilihat, diterawang, dan diraba. Sebab, kata dia, menjelang Lebaran banyak peredaran uang palsu. "Makanya kami minta untuk berhati-hati," ujarnya.(Tempo)

Cewek ABG Bongkar Rumah
Raisa Duetkan Dengan Peabo Bryson
Diberi Kartu Merah Karena Kentut




Kamis, 23 Juni 2016

Dikritik Tak Becus Tangani Banjir, Wali Kota Samarinda Polisikan Warganya


MANIS77 - Fenomena cuaca La Nina berdampak pada meningkatnya curah hujan di Indonesia, termasuk Kota Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim). Akibatnya, kota ini menjadi lebih sering tergenang banjir. Hampir setiap hujan turun, beberapa ruas jalan dan pemukiman warga tergenang banjir. Tak tahan terus-terusan diterpa banjir, seorang warga nekad mengirim pesan singkat ke Wali Kota Samarinda Syahrie Jaang. Abdul Hamid (62), warga Jalan Siti Aisyah, Kelurahan Teluk Lerong, yang mengirimkan pesan itu.

Bukannya mendapat jawaban yang memuaskan soal penanganan banjir yang dilakukan Pemkot Samarinda, Abdul Hamid malah dijemput polisi. Syahrie Jaang melaporkan warga sepuh itu ke polisi. Akibatnya, sepanjang hari ini dia lebih banyak berada di kantor Polresta Samarinda untuk dimintai keterangan. Uniknya, pasal pidana yang dikenakan padanya adalah pasal dugaan pencemaran nama baik.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh di kepolisian, Abdul Hamid pernah mengirim pesan singkat ke Syahrie Jaang. Inti pesan singkatnya adalah suara protes, karena Jaang sudah dua periode menjadi Wakil Wali Kota dan kini memasuki periode kedua menjadi wali kota, banjir di Samarinda tak pernah surut. Jaang diduga tidak terima dengan pesan tersebut dan langsung melapor ke polisi.

Atas laporan tersebut, polisi mengenakan Abdul Hamid Undang-undang Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan ancaman 6 tahun penjara. “Laporannya sesuai dengan isi SMS itu. Jadi kami lakukan penindakan dan arahkan ke undang-undang ITE dengan ancaman 6 tahun," kata Kasat Reskrim Polresta Samarinda Kompol Sudarsono, Senin (20/6/2016).

Ditambahkan dia, isi penghinaannya menyatakan bahwa sudah dua kali periode tidak bisa menghilangkan banjir yang ada di Kota Samarinda. Akibat dugaan penghinaan ini, Abdul Hamid ditangkap pada Sabtu 18 Juni 2016. Penangkapan itu adalah buntut SMS-nya yang bernada kritik ke Syahrie Jaang. Sayangnya, niat baik mengkritik sang wali kota justru berujung pada kasus hukum.(Sindo)

Dimasukin Tetangga Tanpa Busana
Leonardo DiCaprio Diminta Jadi Saksi
India Negara Biaya Termurah







Selasa, 21 Juni 2016

Sebanyak 71 Senjata Api Disita di Perbatasan Timor Leste


MANIS77 - Sebanyak 71 senjata api springfield, Selasa, 21 Juni 2016, disita aparat Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Batalyon Arteri Medan (Yonarmed) 11 Kostrad di daerah perbatasan antara Indonesia dengan Timor Leste di Kabupaten Timor Tengah Utara, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Selain itu juga disita tiga pucuk senjata rakitan aktif beserta amunisi.

Komandan Satgas Pamtas Yoarmed 11 Letnan Kolonel Arm Teguh Tri Prihanto Usman menjelaskan senjata api tersebut disita di beberapa rumah adat. Senjata itu diduga merupakan warisan dari leluhur yang biasa digunakan untuk berburu. Namun terkadang digunakan untuk perang. Saat ini puluhan senjata api itu diamankan di Markas Komando Satgas Pamtas RI- Timor Leste.

Kuat dugaan senjata api yang lengakp dengan amunisi itu pernah digunakan warga pada saat perang dunia kedua dan perang Timor- Timur 1999 lalu. "Puluhan pucuk senjata api itu kebanyakan adalah peninggalan leluhur yang tersimpan di rumah rumah adat," kata Teguh. Puluhan senjata api springfield buatan Amerika itu akan diregistrasi dan diserahkan ke Markas Korem 161 Wirasakti Kupang sebagai barang bukti. Selanjutkan akan dimusnahan.(Tempo)





Minggu, 19 Juni 2016

BNPB : Ada 275 Wilayah di Indonesia Rawan Longsor


MANIS77 - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau warga yang tinggal di wilayah rawan bencana longsor agar selalu waspada. BNPB menyebut sebanyak 275 kabupaten/kota di Indonesia masuk kategori rawan longsor.

"Ada 40,9 juta jiwa penduduk yang tinggal di wilayah itu,"Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, di Graha BNPB, Rawamangun, Jakarta Timur, Senin, 20 Juni 2016. Sutopo mengakui sejak 2012 silam BNPB telah menyebarkan peta rawan longsor ke Pemerintah Daerah (Pemda) setempat.

Pihaknya menyesalkan respons Pemda yang terlihat tidak menjadikan siaga bencana sebagai prioritas pembangunan."Data juga bisa diakses dari kementerian ESDM," kata dia. Hingga 19 Juni 2016, Sutopo mengatakan, sudah sebanyak 1.062 bencana terjadi di Indonesia.

Dari jumlah itu, 201 korban tewas dan hilang dan 1,7 juta penduduk mengungsi akibat bencana banjir, longsor dan puting beliung. "Bencana di Indonesia meningkat signifikan. Korban meninggal 201 dan 1,7 juta mengungsi. Itu belum termasuk Jateng," terusnya.

Tak hanya itu, pengaruh badai El Nino dan La Nina menurut Sutopo, juga berdampak di Indonesia. "95 persen bencana Indonesia adalah bencana hidrometereologi, yaitu bencana yang dipengaruhi aspek cuaca, dan kemarau tahun ini basah," tutup dia.(Viva)

Dikomandani Seorang Cewek
Jennifer Aniston Hamil
Bunuh Ayahnya Dengan Sumpit