Tampilkan postingan dengan label NUSANTARA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label NUSANTARA. Tampilkan semua postingan

Selasa, 15 Agustus 2017

Video Mobil Anies Terobos Jalan



Sebuah video yang menunjukkan suara seorang wanita 'ngomel' sambil mengendarai sepeda motor, menjadi viral di media sosial. Wanita tersebut marah karena mobil yang diduga milik Gubernur DKI Jakarta terpilih Anies Baswedan, menerobos jalanan.

"Tuh mobilnya Anies tuh, enggak mau ikut antre belum jadi gubernur, udah contohnya enggak bener. Lihat nih kita ngikutin dari belakangnya, kagak beres lo," omel wanita dalam suara video tersebut

"Mobilnya tat tit tat tit minta jalan kayak presiden, mentang-mentang jalan satu arah, minta jalan, enggak mau antre, presiden bukan, gubernur belum jadi, udah semena-mena. Gue sih asyik aja ngikutin dari belakang," imbuh wanita tersebut.

Video ini kemudian menjadi viral setelah diunggah di media sosial milik Mak Lambe Turah. Dalam unggahannya, Mak Lambe Turah mengaku tak fokus pada mobil Anies. Ia justru fokus kepada omelan wanita yang menguntit mobil Anies dari belakang.

"Mak gak fokus sama mobilnya om anies baswedan yang menerobos jalanan tat tet tat tet semua mobil di suruh minggir....cuman fokus sama yang ngerekam, kayaknya nih ibu yang ngrekam tipikal emak2 tukang nyolot di komplek. Eh..judulnya om anies dikuntit emak2" tulis Mak Lambe Turah dalam keterangannya.

idrkasino


Unggahan ini juga mendapat komentar lucu dari dari netizen seperti diantaranya

Delly Sugiartha, "Ketawa ngemayangin emak2 ini penuh emosi jiwa ngikutin. The power of emak2."

Netizen lain juga memberikan komentar yang senada.

Eric Purnomo, "Judulnya "emak emak oportunis"

Evlin Naomi, "Woww...emak2 emejiiing...the power of emak..."

Umal Maylenni Simangunsong, "Mantap mak.. kuntit terus biar tambh tenar songongny wkwkwkkk......"Novelty Luanita, "Hahahhaha napsu banget si emak."

Rose Gultom, "haa...haaa.lucu kau mak!!!....paten bah!"

Yusnisa Nurina, "Emak ajaib. Mulutnya cela trs tapi ngikut aja."

Jumat, 14 Oktober 2016

Alasan Guru Tak Tegur Siswa Merokok Disampingnya Karena Takut Melanggar HAM


MANIS77 - Setelah foto bersama siswanya yang sedang merokok menjadi viral, guru Yayasan SMA Ilham Makassar Ambo (51) memenuhi panggilan Dinas Pendidikan Kota Makassar, di Jalan Hertasning, Jumat (14/10/2016).

Pemanggilan untuk meminta penjelasan atas ulah siswanya, AS (16) yang berfoto tidak senonoh dengan mengangkat kaki dan merokok tepat di sampingnya. Guru Bahasa Indonesia tersebut mengaku tidak menyangka foto tersebut akan menjadi sekisruh ini dan tersebar di dunia maya.

Saat kejadian, Ambo mengaku tak memperhatikan AS merokok, ia hanya menegur AS saat melihat kakinya dinaikkan di meja. Kendati ia sempat mencium bau asap, dan meminta AS mematikan rokoknya.

Ambo mengaku enggan menegur terlalu keras pada siswanya lantaran tidak ingin dianggap melanggar HAM. Guru-guru yang melihat foto itu, ramai-ramai memberi komentar. Hal itu tampak di salah satu grup para guru di Facebook. "

Saya juga seorang guru.. miris liatnya... kalo saya di posisi bapak guru, ngak akan saya biarkan siswa saya berbuat demikian, penjara-penjara deh, daripada dibiarkan semakin kurang ajar, jadi contoh untuk yg lain.

Jadi guru jaman sekarang memang susah, dikit-dikit ham, tapi kalo niat kita untuk membantu anak bangsa biar lebih baik lagi, insya allah dimudahkan jalannya.. karena sekarang attitude first...," tulis Zainita Zakiah, salah seorang guru SMK di Makassar saat mengomentari foto tersebut di grup 'Kami Guru'.

Akibat kejadian ini, Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar Ismunandar, meminta para guru untuk tegas dalam mendidik anak siswanya. Sebab, sikap disiplin siswa kepada guru perlu ditekankan agar kejadian serupa tak terjadi lagi.(okezone)

Rabu, 12 Oktober 2016

Rumah Sekretaris Umum Golkar di Papua Dibom


MANIS77 - Paket berisi bom meledak di kediaman Pelaksana Tugas Sekretaris Umum DPD Partai Golkar Provinsi Papua, Martinus Werimon, dini hari tadi sekitar pukul 03.00 WIT, Kamis, 13 Oktober 2016.

Bom yang diduga berisi paku itu merusak mobil, dan membuat pagar rumah Martinus di Komplek BTN Skyline Kotaraja, Papua, kini bolong-bolong. Kapolresta Jayapura, AKBP Tober Sirait membenarkan adanya bom meledak di kediaman pengurus Golkar itu.

"Bom meledak di rumah Sekum Golkar Papua, memecahkan kaca mobil korban, serta pagar rumahnya bolong," ujar Kapolresta di kantornya, Kamis, 13 Oktober 2016. Berdasarkan pengakuan Martinus, ledakan ini terjadi tak lama setelah dia sampai rumah.


Tiba-tiba, dia dikejutkan dengan adanya suara ledakan. Setelah dicek keluar, ternyata mobil dan pagarnya sudah rusak. Mengetahui kediamannya dibom, korban langsung melaporkan kejadian itu ke kantor polisi terdekat. "Sudah dibuatkan laporan polisi," ucapnya.

Kepolisian pun langsung menerjunkan Tim  Indonesia Automatic Fingerprint Identification System, untuk amankan barang bukti, mengolah tempat kejadian perkara, dan memasang garis polisi demi mencegah masyarakat memasuki lokasi. Sementara Martinus saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya, mengatakan tak mengerti alasan bom itu dikirimkan ke rumahnya.

"Saya belum tahu apa tujuanya pelaku mengirim bom ke rumah," ujarnya singkat. Dia juga tak mau berspekulasi dengan menyebut bom ini terkait dengan pelaksanaan Pilkada atau masalah pribadi. Dia pun menyerahkan masalah ini untuk diungkap Kepolisian.(viva)

Selasa, 11 Oktober 2016

Petani Tomat di Sukabumi Gagal Panen, Kerugian Mencapai Ratusan Juta


MANIS77 -  Para petani tomat di sentra pertanian Lembah Halimun, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, gagal panen karena tanamannya diserang penyakit busuk atau Phytophthora. "Sudah sebulan terakhir ini, tanaman tomat kami tidak bisa berkembang.

Bahkan saat akan panen, ternyata tanaman kami sudah busuk," kata petani di sentra pertanian Lembah Halimun, Kecamatan Sukabumi, Ajun Arasyid di Sukabumi, Selasa (11/10/2016). Menurutnya, penyakit Phytophthora ini cepat menyebar, bahkan lahan pertanian tomat yang dikelolanya bersama rekannya tersebut dengan mudah terserang penyakit.

Penyebaran penyakit busuk disebabkan oleh cuaca buruk yang melanda wilayah Kabupaten Sukabumi dalam satu bulan terakhir ini. Cuaca yang lembab, sehingga penyakit ini mudah menyebar dari satu tanaman ke tanaman lain.

Kerugian akibat gagal panen, petani harus merugi hingga ratusan juta rupiah. Bahkan, di saat harga tomat di pasaran tengah bagus, mereka tidak bisa menikmatinya karena musibah tersebut.

"Saat ini harga tomat bisa mencapai Rp8 ribu/kg, padahal jika panen raya hanya Rp1.000/kg sehingga di tengah meningkatnya permintaan dan tingginya harga tomat di tingkat petani, kami tidak bisa menikmatinya," tambah Ajun.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan (DPTP) Kabupaten Sukabumi Sudrajat mengklaim, pihaknya akan berupaya melakukan pencegahan agar tidak terjadi gagal panen, salah satunya menyebar petugas penyuluh pertanian.

"Kami akan melakukan peninjauan jika ada laporan gagal panen, untuk ditanggulangi. Apalagi pemerintah pusat tengah meluncurkan progam asuransi pertanian," katanya.(okezone)

Minggu, 09 Oktober 2016

Setelah Membayar Mahar, Pengikut Dimas Kanjeng Dapat Jam Rolex dan Batu Mulia


MANIS77 - Korban Dimas Kanjeng Taat Pribadi‎ di Bondowoso mengaku mendapatkan sejumlah barang berharga setelah membayar mahar, seperti jam tangan Rolex dan sejumlah batu mulia. Meski telah ditahan dan menjadi tersangka, pengikut Dimas Kanjeng ini masih percaya akan kesaktian guru mereka.

Bondowoso merupakan salah satu kabupaten dengan jumlah korban terbanyak dari Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi‎. Tercatat, ratusan orang dari berbagai usia dan profesi telah menjadi pengikut padepokan di Desa Wangkal, Probolinggo.

Salah satu korban yaitu Mahmud, warga Kelurahan Nangkaan, Kota Bondowoso mengaku, dirinya telah membayar mahar sebanyak Rp5 juta. Dari mahar tersebut, dirinya mendapatkan dua buah jam tangan Rolex dan beberapa batu mulia. "Batu mulia pemberian Dimas Kanjeng digunakan setiap hari oleh Mahmud," katanya, kepada wartawan, Jumat (7/10/2016).

Sebagai bukti dirinya pengikut setia, bahkan meski telah ditahan dan dijadikan tersangka penipuan oleh Direskrimum Polda Jatim, pengikut Dimas Kanjeng Taat Pribadi ini masih percaya akan kesaktian gurunya. Menurut Mahmud, dirinya juga sempat ikut piket jaga di rumah almarhum Ismail Hidayah di Panarukan, Situbondo.

Hal itu dilakukan karena perintah langsung dari pemimpin padepokan Dimas Kanjeng, yaitu Taat Pribadi. Meski jumlah korban mencapai ratusan, hingga saat ini belum ada satu pun korban yang melapor ke Polres Bondowoso terkait kasus penipuan Dimas Kanjeng Taat Pribadi.(sindo)


Buron Tiga Minggu, Pemerkosa Mahasiswi Diringkus
Tak Mungkin Reza Tidak Tahu Apa yang Dipakai
Pastor Pemerkosa Diminta Bayar Dua Peti Bir

Sabtu, 08 Oktober 2016

Sidak ke Samsat Ganjar Pranowo Temukan Pungli


MANIS77 - Dugaan praktik pungutan liar (pungli) masih terjadi di Kantor Samsat Kota Magelang, Rabu (5/10/2016). Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat melakukan inspeksi mendadak menemukan oknum petugas yang meminta uang sebesar Rp50.000.

Orang nomor satu di Jajaran Pemprov Jateng tersebut sebelum memberikan kuliah umum di Universitas Muhammadiyah Magelang dan berdialog dengan Rachmawati, peraih medali emas dalam cabang arung jeram di PON XIX Jabar, melakukan sidak di Samsat Kota Magelang.

Dalam sidak tersebut, Ganjar kali pertama menyapa beberapa orang yang sedang antre di loket pendaftaran untuk mengurus pembayaran pajak kendaraan bermotor. Saat menemui wajib pajak itu, Ganjar bertemu dengan Sugiarto, warga Kota Magelang yang mengaku dimintai uang sebesar Rp50.000 untuk cek fisik pengurusan pajak sepeda motor.

Sesuai dengan peraturan yang berlaku, cek fisik kendaraan tidak dipungut biaya. Mendengar penuturan tersebut, Ganjar mengajak Sugiarto untuk menunjukkan oknum petugas yang melakukan pungli tersebut.

Seketika itu, uang yang sebelumnya diminta terus dikembalikan kepada yang bersangkutan. Kepala Unit Pelayanan Pendapatan dan Pemberdayaan Aset Daerah (UP3AD) Kota Magelang Bangun Tintriyanto mengatakan, petugas yang kedapatan menarik uang adalah oknum petugas dari kepolisian.

Untuk itu, pihaknya setelah sidak akan melakukan koordinasi dengan kepolisian agar ke depannya tidak terjadi kasus serupa. Sementara itu, Ganjar mengaku, sudah beberapa kali mendapatkan keluhan dari masyarakat tentang praktik pungli yang terjadi di sejumlah kantor Samsat. Karena itu, laporan tersebut perlu mendapatkan perhatian.

"Kekecewaan saya sudah lama karena saya banyak menerima laporan pungli. Pungli tersebut terjadi sejak dulu, tidak hanya sekarang," kata Ganjar. Pihaknya mengaku sudah berbicara dengan Kapolda Jateng untuk menghilangkan praktik pungli tersebut.

Bahkan, Ganjar mempunyai cara untuk menghilangkan dengan membuat aturan baru yang mengatur soal pungli. "Saya punya satu cara, bagaimana cara melegalkan pungli tersebut. Pungli dijadikan semacam biro hukum, ya sejenis biro jasa. Tarifnya kita tentukan maka dibuat Perda," kata dia.(sindo)


Pemuda ini Bunuh Orangtuanya dan 17 Orang Tetangganya
Bodyguard Kim Kardashian Diduga Terlibat Perampokan 
Sopir Taksi Selamatkan Kakek dari Penipuan Rp2,5 M

Rabu, 05 Oktober 2016

Pemprov Jabar Siapkan Rp 10 Miliar untuk Tangani Bencana Garut & Sumedang


MANIS77 - Pemprov Jawa Barat mengalokasikan Rp10 miliar untuk membantu penanganan usai bencana banjir bandang di Kabupaten Garut dan longsor di Kabupaten Sumedang. Dari Rp10 miliar itu, sebanyak Rp6,5 miliar dialokasikan untuk Garut dan Rp3,5 miliar untuk Sumedang.

"Yang Rp10 miliar itu dana cepat (untuk penanganan yang memerlukan dana secepatnya)," kata Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan (Aher), di Gedung Sate, Bandung, Rabu (5/10/2016). Dikucurkannya dana tersebut adalah untuk memenuhi berbagai kebutuhan yang masuk kategori mendesak dalam penanganan di lokasi.

Sehingga hal-hal mendasar dan penting diharapkan bisa segera terpenuhi. Salah satunya adalah untuk pembelian peralatan kesehatan di RSUD dr Slamet, Garut. Sebab banyak peralatan di sana yang rusak dan perlu segera diganti agar pelayanan kesehatan bisa berjalan maksimal.

Di luar dana yang ada saat ini, ke depannya Pemprov Jawa Barat juga berencana menambah anggaran. Salah satunya adalah untuk membantu proses rehabilitasi dan rekonstruksi, termasuk kemungkinan relokasi.

Saat ini, di Garut dan Sumedang, pendataan terhadap dampak kerusakan akibat banjir bandang dan longsor sedang dilakukan. Data itu akan dijadikan dasar untuk tahap rehabilitasi dan rekonstruksi. "Saat ini sedang tahap pendataan, inventarisasi mana-mana saja yang masuk program rehabilitasi dan rekonstruksi," ungkap Aher.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerag (BPBD) Jawa Barat, Haryadi Wargadibrata, mengatakan bahwa timnya sudah ada di Garut dan Sumedang untuk menginventarisir kerusakan akibat bencana.

Ia berharap proses pendataan selesai secepatnya. Sehingga data itu akan segera ditindaklanjuti oleh pihak-pihak terkait. "Saya minta data-datanya harus sudah selesai minggu depan," tandas Haryadi.(okezone)


Duel Lawan Begal, 3 Polisi Luka Alami Parah
Pernikahan Asty Ananta Tidak Dihadiri Keluarganya
Disalip Antrian, Pria ini Dapat Lotre Rp 13,2 Miliar

Senin, 03 Oktober 2016

Proyek Lippo Plaza yang Diduga Tak Berizin Distop Mahasiswa


MANIS77 -  Aktivis Mahasiswa tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kota Lubuklinggau nyaris bentrok dengan pihak Lippo Plaza saat menggelar demontrasi mendesak penyetopan pembangunan proyek tersebut karena diduga tak mengantongi Izin lengkap.

Demo awalnya berjalan baik pihak pendemo menyampaikan tuntutan terhadap Linggau Lippo Plaza dan pihak Lippo pun menanggapi tuntutan tersebut dengan memberikan penjelasan. Namun mahasiswa tetap ngotot ingin melihat fisik perizinan yang perusahaan miliki, tapi tidak ditunjukan.

Mahasiswa yang tidak puas dengan jawaban pihak Lippo kembali mengangkat toa dengan berdiri diatas motor yang diparkirkan didepan pintu masuk Lippo menuntut pembangunan dihentikan sementara, bahkan mengancam akan menyegel bangunan.

Rombongan mahasiswa  mencoba menutup gerbang Lippo yang terbuat dari seng namun dihalangi petugas,dan sejumlah pekerja Lippo satu persatu turun ke lokasi demo kemudian terjadi perang mulut. Beruntung bentrok ini dapat dicegah oleh aparat kepolisian yang berjaga ketat dikiri kanan bangunan bahkan didalam bangunan Lippo.

Ketua Cabang GMNI Lubuklinggau, Angga Juliansyah Nasution menyampaikan maklumat terhadap pembangunan Lippo yaitu mempertanyakan pengelolaan air bawah tanah, dan efek pembangunan yang menggenangi badan jalan.

Kemudian, mendesak pihak perusahaan Lippo untuk secepatnya membuat izin karena memakan badan jalan (DMJ),mahasiswa juga mempertanyakan hasil perekrutan karyawan yang dilakukan beberapa waktu lalu yang terkesan tititpan dan formalitas belaka.

"Kami minta pembangunan ini disetop sementara selama 3 bulan sebelum permasalahan ini diselesaikan, kalau tidak disetop kami akan datang dengan massa yang lebih banyak," desak Angga.(sindo)

Minggu, 02 Oktober 2016

Gunung Api Ende Bergemuruh, Warga Ende di Himbau Tidak Mendekati Gunung


MANIS77 - Aktivitas gunung api Iya di Kabupaten Ende Nusa Tenggara Timur mengalami peningkatan status dari normal ke waspada. Gemuruh serta asap putih menipis kini muncul di gunung yang hanya memiliki ketinggian 637 meter dari permukaan laut tersebut.

Menurut Kepala Pos Pemantau Gunung Api Iya, Petrus Tifa, selama beberapa hari terakhir gunung Iya Ende mengalami aktivitas kegempaan cukup signifikan. Tercatat sejak Jumat, 29 September 2016, setidaknya tercatat delapan kali gempa tektonik lokal dan 17 kali gempa vulkanik dangkal.

"Jumlah gempa ini terus mengalami peningkatan. Karena itu status gunung api ini menjadi waspada," kata Petrus, Sabtu, 1 Oktober 2016.

Saat ini, kepulan asap putih terlihat mengepul di puncak gunung api Iya Ende. Ketinggian kepulan mencapai lebih dari 10 meter. "Warga diimbau untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius dua kilometer dari puncak gunung," kata Petrus.(viva)


Minta Selingkuhannya Hamili Putri Kandungnya
Terkait Jolie-Pitt, Selena Gomez Direhabilitasi
Balita Selandia Baru Jadi Miliarder Termuda

Jumat, 30 September 2016

Sembilan TKI Pulang Dari Malaysia Bawa Empat Anak


MANIS77 - Sembilan TKI bermasalah asal Manado, Medan, Batam, dipulangkan dari Malaysia. Selain orang dewasa, turut bersama juga empat anak-anak. Rombongan TKI bermasalah ini dipulangkan dengan menggunakan pesawat Air Asia dengan nomor penerbangan QZ 107 di Bandara Internasional Kualanamu (KNIA).

Sebelum diterbangkan, mereka ditampung pada Tempat Penampungan Sementara (TPS) Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Penang, Malaysia, selama dua bulan untuk proses keimigrasian.

Kesembilan TKI adalah Amalia (34) warga Batam, Kepulauan Riau (Kepri), Mery Pompi (43) warga Manado, Sulawesi Utara, Sulina (54) warga Young Panah Hijau, Medan Marelan dan Anisa Safira (27), warga Pematang Pasir, Kabupaten Serdang Bedagai.

Selain itu ada Eva Inzi (41) warga Jalan Wahidin, Medan, Repina (35), warga Jalan Melati Karang Sari, Pematang Siantar Martoba, Susiana warga Langkat, Eva Fitria (39) dan Ainun Mardiah (56) Warga Alpaka 4, Tanjung Mulia, Medan.

Eva Fitri, salah seorang TKI mengaku berangkat ke Penang melalui seorang agen TKI. Dia dijanjikan sebagai tenaga kerja claning service dengan gaji 1.000 Ringgit Malaysia (RM) perbulan. Namun di sana dia hanya digaji 700 RM. "Tidak sesuai perjanjian gaji makanya saya lari," ujarnya, kepada wartawan, Rabu (28/9/2016).

Sementara itu, Ainun Mardiah menerangkan, sebelumnya dia diiming-imingi kerja di kilang. Namun sesampainya di Penang, Ainun malah dipekerjakan sebagai pembantu rumah tangga. Tidak hanya itu, gajipun tidak sesuai, sehingga dirinya nekat lari ke KJRI dan memohon dipulangkan. "Saya kapok kerja di Malaysia, tidak sesuai harapan.

Semoga pengalaman ini menjadi pelajaran bagi saya dan TKI lainnya," jelasnya. Terpisah, Kepala Seksi Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Medan Amir Hakim Abdi Sihotang mengatakan, sembilan TKI yang dipulangkan semuanya perempuan.(sindo)


Korban Dimas Kanjeng Hampir Seluruh Indonesia
Justin Bieber Mendekati Pamela Anderson
Borong 30 Rolls-Royce Phantom Untuk Tamu Hotel

Rabu, 28 September 2016

Hendak Berangkat ke Suriah, Tujuh Anggota ISIS Dibekuk di Bandara Cengkareng


MANIS77 - Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan, Polri telah menangkap tujuh orang yang akan berangkat ke Suriah untuk bergabung dalam kelompok negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

"Tanggal 22 September kemarin berhasil digagalkan tujuh warga negara Indonesia (WNI) di Bandara Cengkareng saat belum berangkat ke Suriah," kata Boy Rafli di Humas Mabes Polri Jalan Trunojoyo, Jakarta, Rabu (28/9/2016).

Dari tujuh orang itu, polisi telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka di antaranya ANF, A dan W. Di mana W adalah seorang perempuan yang mendanai pemberangkatan tujuh orang tersebut ke Suriah.

Lanjut Boy, dari pengembangan tiga tersangka pagi tadi Polri menangkap AR alias Abu Fauzan di dekat kediamannya Mustika Jaya, Bekasi. AR juga langsung ditetapkan sebagai tersangka karena memfasilitasi dan mengkoordinir anggota yang akan berangkat ke Suriah.

"Bahkan dia (AR) memberikan semacam pembekalan pada mereka yang berangkat belajar teknis persiapan dan jawaban untuk berbohong kalau tertangkap," ucap Boy Rafli.

Tambah Boy, berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut didapati bahwa AR sebelumnya telah berhasil memberangkatkan beberapa anggota untuk gabung bersama ISIS di Suriah. "Ternyata sudah sekitar tiga sampai empat kali pemberangkatan, sebelumnya di 2015 bulan Oktober, November dan Desember," tambahnya.(sindo)


Pengusaha Nyabu Sekamar Dengan 3 Wanita 
FBI Lakukan Investigasi Terhadap Brad Pitt
Gali Terowongan 18 Tahun Atas Perintah Tuhan

Selasa, 27 September 2016

Polda Metro Kerahkan 6.000 Personel Untuk Kawal Demo Buruh


MANIS77 - Ribuan buruh di 20 provinsi dan 150 kabupaten/kota akan melakukan unjuk rasa serentak pada Kamis 29 September 2016 di Jakarta. Mereka menuntut Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 Tahun 2015 tentang Ketenagakerjaan.

Sementara di Jakarta diperkirakan ada 20 ribu buruh yang akan menggelar demonstrasi di Balai Kota DKI Jakarta hingga Istana Negara. Anggota Polda Metro Jaya sudah berkomunikasi dengan Sekretaris Jenderal Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Muhammad Rusdi.

Hasilnya, mereka menjamin bahwa unjuk rasa pasti berlangsung aman tanpa ada aksi anarkis. "Komitmennya teman-teman tidak akan melakukan sweeping, tidak akan melaksanakan penutupan jalan, dan melaksanakan dengan tertib.

Karena tujuan aksi adalah aksi tertib dan damai," kata Wakapolda Metro Jaya Brigjen Suntana di Biro Ops Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (27/9/2016). Suntana mengatakan, para buruh sudah berjanji kepada polisi untuk tidak mengganggu hak publik masyarakat lainnya, seperti mengadakan longmars di Bundaran Hotel Indonesia (HI).

Kemudian para buruh memutuskan berkumpul di Parkiran Irti Monumen Nasional dan longmars ke Balai Kota DKI Jakarta, Patung Kuda, Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), dan Istana Negara. Nantinya beberapa dari mereka juga turut menggelar unjuk rasa di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Di mana pun mereka berada, lanjut Suntana, Polda Metro Jaya akan menerjunkan sekira 6.000 personel untuk melakukan pengamanan. "Kita cukup banyak. Kita berkomitmen, kita tidak menggunakan senpi. Tidak ada petugas yang diberikan senpi.

Totalnya ya bisa sampai 5.000–6.000 personel," ujarnya. Suntana menerangkan, pada prinsipnya Mabes Polri dan Polda Metro Jaya berkomiten melayani serta mengamankan unjuk rasa yang dilakukan buruh. Apalagi, aksi tersebut tidak hanya dilakukan di satu tempat.

"Di beberapa provinsi ada unjuk rasa dan Polda Metro Jaya akan mengamankan juga. Begitu juga teman-teman yang akan datang ke Jakarta akan dilakukan pengawalan dari titik mereka berada dilakukan pengawalan oleh polisi nanti kita arahkan ke posisi kumpul," tukasnya.(okezone)


Timbangan & Uang 20 Juta Ditemukan di Kamar Napi 
Ahmad Dhani Memimpin Band Itu Terlalu Kecil
Pesan Ayam Goreng Dapat Uang Sebesar USD5.000

Senin, 26 September 2016

Status Siaga, Wisatawan Dilarang Memasuki Kawasanan Gunung Bromo


MANIS77 - Status Gunung Bromo kembali meningkat dari waspada menjadi siaga sejak pukul 06.00 WIB tadi. Warga maupun pendaki tidak diizinkan memasuki kawasan dalam radius 2,5 kilometer dari kawah aktif Bromo. Getaran atau tremor amax Gunung Bromo, Senin (26/9/2016), tercatat antara 0,5-22 milimeter dengan dominan 4 milimeter.

Situs resmi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan, secara visual cuaca di sekitar Bromo hari ini terpantau cerah-mendung, angin tenang, suhu 10-18 derajat celcius. Asap kawah teramati putih tipis-tebal, tekanan lemah-sedang, tinggi asap berkisar 50-600 meter dari puncak kawah ke arah barat-timur.

Tercium bau belerang ringan. Menyusul status siaga, maka PVMBG merekomendasikan, masyarakat, pengunjung atau wisatawan tidak diperbolehkan memasuki kawasan dalam radius 2,5 kilometer dari kawah aktif Bromo.

Naiknya status Gunung Bromo karena dalam satu bulan terakhir atau periode 1 hingga 25 September 2016 karena gempa yang terekam adalah gempa tremor menerus yang amplituda maksimum berfluktuatif antara 0,5 hingga 23 milimeter (dominan 1–3 mm).

Berikutnya gempa hembusan, gempa vulkanik dangkal (VB), dan gempa vulkanik dalam (VA). Sejak 24 September 2016, Gunung Bromo terjadi peningkatan signifikan jumlah gempa vulkanik dangkal yang mencapai 63 kali dan kejadian tremor menerus hari ini sejak pukul 13.00 WIB.

PVMBG meminta masyarakat agar menyiapkan atau menggunakan masker penutup dan pelindung mata jika terjadi hujan abu. Pemerintah Kabupaten Probolinggo diharapkan segera memasang papan-papan peringatan di lautan pasir yang menyatakan batas radius 2,5 kilomater dari kawah Bromo.(okezone)


Komunitas Nudis di Paris Minta Disediakan Taman
Ahok ingin lebarkan trotoar ketimbang jalan
Polwan AS Dibebaskan Dengan Uang Jaminan

Sabtu, 24 September 2016

Truk TNI di Papua Diberondong Tembakan dari Atas Gunung, 2 Prajurit Tewas


MANIS77 - Aksi penembakan kembali terjadi di Puncak Jaya Papua, Sabtu 24 September, sekitar pukul 11.00 WIT. Insiden ini diduga dipicu kelompok pemberontak Organisasi Papua Merdeka (OPM). Kontak senjata yang terjadi di Kampung Kalisemen Punak Senyum, Distrik Irimuli – mengakibatkan satu warga sipil dan dua anggota TNI tertembak.

Penembakan berawal saat dump truck Kodim 1714 Puncak Jaya dengan nomor 5777-XVII berangkat dari markas Kodim Mulia menuju Puncak Senyum, sekitar pukul 07.30 WIT, untuk mengambil kayu bakar. Saat itu, truk berisi sembilan anggota TNI dan dua masyarakat, dipimpin oleh Serka Abu Khosin. Saat berangkat dan tiba di tujuan, sama sekali belum ada gangguan.

Namun, saat kembali ke Mulia dan melintas di Kalisemen, truk tiba-tiba diberondong tembakan dari atas gunung. Pengemudi menambah kecepatan truk untuk menjauh dari lokasi. Namun, dua anggota TNI dan satu warga sipil sempat tertembak.

Anggota TNI dari Kodim 1714 yang tertembak adalah Serda Suparman, dengan luka tembak pada bagian kaki betis sebelah kiri, dan Serda Susanto yang mengalami luka di lengan kiri akibat peluru pantul. Sedangkan warga sipil atas nama Winingga Tabuni mengalami luka tembak pada bagian dada sebelah kanan hingga tembus belakang.

Juru Bicara Polda Papua, Kombes Patrige Renwarin, membenarkan adanya aksi penembakan itu. "Masih menunggu data lengkap ya," ujarnya singkat. Sementara itu, pihak Kodam 17 Cenderawasih belum memberikan keterangan resmi. Diduga pelaku adalah kelompok OPM Yambi pimpinan Lekaka Telenggen, yang selama ini kerap menebar teror dengan aksi penembakan.(viva)


Polisi Berhasil Bongkar Prostitusi Online di Pekanbaru
Sophia Latjuba Mengkritik Pengendara Motor di Jakarta
Udara Bersih Dijual di China , Seharga Rp2 Ribu/Kantong




Rabu, 21 September 2016

Razia Narkoba di Sekolahan, Petugas Malah Temukan Parang dan Video Porno


MANIS77 - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, memeriksa tas seluruh pelajar SMK Negeri 2 Katingan untuk mencari obat-obatan terlarang. Namun bukannya menemukan narkoba, petugas justru menemukan sejumlah video porno di HP milik sejumlah pelajar dan dua senjata tajan (sajam) jenis parang.

Razia ini juga mengajak Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Katingan. Seluruh kelas mulai dari kelas X, XI, dan XII tidak luput dari pemeriksaan. Selain tas, Satpol PP juga mengecek laci meja belajar dan isi kantong kemeja serta celana pelajar juga diperiksa satu per satu.

Tak hanya itu, petugas juga mengecek seluruh sepeda motor pelajar untuk mengetahui barang-barang yang dibawa dalam jok motor. "Saat dibuka jok motor milik salah seorang pelajar ditemukan dua buah senjata tajam (sajam) jenis parang. Kemudian saat memeriksa sejumlah HP banyak ditemukan video porno," ujar Kasat Pol PP Katingan, Pimanto di lokasi, Rabu (21/9/2016).

Selanjutnya, pelajar yang kedapatan membawa sajam dan menyimpan video porno di HP-nya langsung digelandang ke ruang guru bimbingan dan penyuluhan (BP) sekolah. "Sementara memory card-nya kita sita sebagai barang bukti video porno yang tersimpan di dalamnya," pungkasnya.(okezone)


Angelina Jolie Gugat Cerai ke Brad Pitt
Kakek 72 Berasyik-asyik Dengan Anak Kos
Kail Tertua di Dunia Ditemukan di Jepang



Senin, 19 September 2016

Wow...Rp 800 Miliar Masuk Rekening Dokter Dari Pabrik Farmasi


MANIS77 - ilai transaksi Keuangan terkait adanya pabrik farmasi yang mengirim uang kepada sejumlah dokter mencapai Rp 800 miliar. Tidak hanya dokter, uang itu juga diterima apoteker, dan tenaga medis lainnya. Hal itu diketahui berdasarkan laporan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) kepada KPK. Ada sekitar 5.000 rekening yang diketahui menerima transfer uang dari perusahaan farmasi.

Ketua KPK Agus Rahardjo mengatakan, laporan itu dia terima sekitar dua pekan lalu. Setelah menerima laporan dari PPATK, pihaknya langsung melakukan kajian. “Sekarang masih kami dalami,” terang dia. Jadi, lembaganya belum bisa mengambil kesimpulan, apakah para dokter menerima gratifikasi dari perusahaan farmasi.

KPK membutuhkan waktu untuk menelusuri aliran dana dari pabrik farmasi. Untuk apa uang sebesar itu diberikan kepada para dokter, apoteker, dan tenaga medis lainnya. Jawabannya akan diketahui setelah kajian dan penelusuran yang dilakukan tim KPK selesai. Jawabannya akan diketahui setelah kajian dan penelusuran yang dilakukan tim KPK selesai. Menurut Agus, laporan itu menunjukkan kondisi kefarmasian di Indonesia.

Pengeluaran pabrik farmasi mengambarkan besarnya belanja kesehatan. Berdasarkan penelitian yang dilakukan komisi antirasuah, belanja kesehatan di Indonesia mencapai angka 40 persen. Angka itu lebih tinggi dibanding belanja kesehatan di negara lain. Kabiro Humas KPK Yuyuk mengatakan,  banyak laporan dari PPATK yang disampaikan KPK.

Laporan tersebut harus dianalisa dan ditelusuri, jadi tidak serta merta begitu ada laporan lembaganya langsung  mengusut kasus tersebut. Analisis dilakukan untuk mengetahui apakah ada dugaan tindak pidana korupsi. “Kalau ada tindak pidana korupsi, kami akan melakukan tindakan,” jelasnya. Diduga perusahaan yang memberikan uang kepada dokter tidak hanya satu perusahaan  saja.

Menurut dia, pihaknya juga masih mendalami perusahaan mana saja yang mentransfer uang kepada dokter. Jadi, dari sisi dokter ditelusuri, begitu juga dari pihak perusahaan. Keduanya akan sama-sama ditelisik. Yuyuk menyatakan, KPK selama ini sudah melakukan fungsi pencegahan sekaligus penindakan terhadap setiap kasus dugaan korupsi.

Pihaknya juga sudah menjalin kerjasama dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Nantinya akan dibuat peraturan mengenai sponsorship untuk dokter-dokter. Sponsorship itu diperbolehkan untuk kepentingan menambah kompetensi tenaga kesehatan, bukan hanya dokter saja. “Kami tetap akan melakukan penindakan jika ditemukan pidana korupsi,” ucapnya.(metrosiantar)

 Lelaki ini Diduga Telah Menculik 2 Siswi SMA
“Mission Impossible 6” Akan Dilanjutkan November Mendatang
Perceraian Termahal, Bagikan Harta Gono-Gini Rp14,5 T


Sabtu, 17 September 2016

Salut...Polisi Ini Hibahkan Tanahnya Untuk Nenek Miskin


MANIS77 - Perbuatan mulia dilakukan oleh seorang personel polisi di Purwakarta, Jawa Barat. Bripka Asep Mulyana namanya. Dia menghibahkan tanah miliknya kepada warga kurang mampu bernama Mak Rasem. Kemudian di tanah hibah tersebut, dibangun sebuah rumah tinggal untuk Mak Rasem.

Kabar hibah tanah oleh anggota Satbinmas Polres Purwakarta itu di-posting akun Facebook Divisi Humas Polri dua hari lalu. Selain informasi berupa tulisan, juga diunggah foto Mak Rasem bersama Bripka Asep, pun foto-foto pembangunan rumah untuk Mak Rasem.

Berikut isi postingannya:

NEWS BRIPKA ASEP MULYANA, ANGGOTA SAT BINMAS POLRES PURWAKARTA HIBAHKAN TANAH MILIKNYA KEPADA MAK RASEM UNTUK DIBANGUNKAN RUMAH

 Anggota Sat Binmas Kepolisian Resor Purwakarta, Jawa Barat, Brigadir Polisi Kepala Asep Mulyana menghibahkan tanah miliknya kepada seorang warga kurang mampu bernama Mak Rasem untuk dibangunkan sebuah rumah. Pembangunan rumah untuk Mak Rasem mendapat tanggapan yang positif langsung dari Kapolres Purwakarta Ajun Komisaris Besar Polisi Trunoyudo Wisnu Andiko SIK dan beliau pun langsung memberikan bantuan kepada Mak Rasem untuk pembangunan rumahnya.


idak hanya kapolres, rupanya kegiatan ini mengundang banyak para dermawan yang juga turut berpartisipasi dalam pembangunan rumah tersebut, diantaranya Kapolsek Cibatu Ajun Komisaris Polisi H Herry Nurcahyo SH. dan juga Camat Cibatu serta para Muspika lainnya. Kegiatan tersebut adalah suatu kegiatan mulia yang dilakukan oleh orang-orang yang mau dan peduli terhadap sesama, dan berharap hal ini bisa menjadi cermin bagi semua.

Bahwa kebaikan adalah bahasa yang bisa dimengerti oleh siapapun tanpa harus bersusah payah untuk menterjemahkannya. Sampai hari ini, postingan itu sudah dibagikan lebih dari 1.500 kali dan dikomentar lebih dari 1.000 akun. Rata-rata komentar memuji perbuatan Bripka Asep Mulyana dan mendoakannya semoga mendapat rezeki yang berlimpah. Selain itu, perbuatan Bripka Asep dapat ditiru banyak pihak.(okezone)

Ario Kiswinar Menyebabkan Mario Rugi 7 Miliar
Ratusan Juta Melayang Akibat Salah Renovasi
Maria Ozawa Marah Fotonya Disebar Oleh Petugas 


Senin, 12 September 2016

Batas Akhir Perekaman Data e-KTP Diundur Hingga Pertengahan 2017


MANIS77 - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo memberikan kelonggaran batas akhir waktu perekaman data Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) menjadi pertengahan 2017. Semula batas akhir perekaman dipatok akhir September ini, ternyata masih banyak penduduk yang belum melakukan perekaman. Apabila batas akhir September tersebut diberlakukan, jutaan penduduk bakal mengalami kesulitan mengurus surat-surat yang terkait dengan data kependudukan.

"Masih banyak warga yang belum melakukan perekaman data e-KTP," kata Tjahjo di Masjid Agung Kauman Semarang, Senin, 12 September 2016. Tjahjo menyebutkan, Kementerian Dalam Negeri mencatat jumlah warga yang belum melakukan perekaman data e-KTP sampai saat ini masih sekitar 22 juta orang yang tersebar di berbagai daerah. Mundurnya perekaman menjadi pertengahan 2017 guna memberikan kesempatan bagi yang belum melaksanakan.

Mengenai ketersediaan blangko e-KTP yang menjadi kendala di sejumlah daerah, Tjahjo mengatakan stok blangko e-KTP di pusat sebenarnya mencukupi. Tjahjo meminta bagi daerah, baik kabupaten/kota yang ketersediaan blanko e-KTP sudah menipis atau habis, dipersilakan mengambil di pusat dengan prosedur yang sudah ditentukan.

"Tentunya, permintaan itu harus disesuaikan dengan jumlah warga yang rekam e-KTP, bukan kebutuhan warga keseluruhan," kata sosok yang menghabiskan masa sekolah di Semarang itu. Dari pengalaman yang sudah ada, banyak blangko e-KTP menumpuk di sejumlah daerah karena jumlahnya melebihi warga yang melakukan perekaman data e-KTP.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menjelaskan, selama ini masih banyak warga yang mengeluhkan tentang proses pembuatan e-KTP yang membutuhkan waktu lama atau tidak langsung jadi. "Kami telah berkoordinasi dengan kementerian untuk bergerak aktif meminta blangko e-KTP ke pusat," kata Hendi, sapaan akrab Hendrar Prihadi.

Dari sekitar 1,2 juta warga Semarang, kata dia, masih tersisa sekitar 69 ribu warga yang belum melakukan perekaman e-KTP. "Kami sudah mengajukan kepada kementerian (permohonan blangko, red.), namun baru diberikan 8.000 blangko. Bila ditotal, setidaknya masih butuh 89 ribu blangko untuk e-KTP," katanya.(kompas)

Diajak Bobok di Kos, Cewek Bawa Kabur Motor
Kendal Milih Modelling Ketimbang Reality Show
Remaja 12 Tahun Kemudikan Mobil Sejauh 200 Km


Sabtu, 10 September 2016

Warga Desa Makarti Nauli, 20 Tahun Minum Air Hujan


MANIS77 - Puluhan keluarga di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, sudah 20 tahun tak lagi bisa menikmati air tanah yang bersih dan segar. Kondisi ini dialami warga di Desa Makarti Nauli, Kecamatan Kolang, Trans SP 1. Warga tak bisa menikmati air bersih karena tak ada sumber air di wilayah tempat tinggal mereka.

Boru Lase, warga setempat mengatakan, untuk memenuhi kebutuhan minum sehari-hari, warga hanya bergantung pada sumber air hujan. Menurut Lase, memang ada beberapa sumber air berupa sumur di kampung itu, tapi airnya tidak bisa dikonsumsi karena berwarna merah.

"Air itu hanya dipakai untuk mandi dan cuci pakaian saja," kata Boru Lase, Sabtu, 10 September 2016. Menurut Boru Lase, warga sangat bergantung pada air hujan. Jika kemarau tengah melanda, dan tak ada lagi air hujan untuk diminum, warga terpaksa harus berjalan sejauh 10 kilometer untuk mencari air ke desa tetangga.

"Kami harus beli air di desa itu seharga 5 ribu rupiah satu galon," katanya. Selama ini, wilayah Desa Makarti Nauli nyaris tak tersentuh bantuan dari pemerintah. Padahal, pemerintah setempat sudah tahu kondisi di wilayah itu. "Harapan kami ada bantuan dari pemerintah," katanya.(viva)

Dikamar dengan Kades, Istri Polisi Digerebek
Aa Gatot Todongkan Pistol ke Elma Theana
Wanita Rusia Jual Putrinya Demi Sebotol Vodk

Kamis, 08 September 2016

Video Oknum PNS Mabuk Saat Layani Pembuatan e-KTP Beredar


MANIS77 - Warga Bandung dihebohkan dengan beredarnya video pegawai negeri sipil (PNS) di Kecamatan Coblong Kota Bandung yang diduga mabuk saat jam kerja. Dalam video tersebut sang oknum PNS sempat terlihat beradu mulut dengan warga yang akan melakukan pembuatan e-KTP. Video oknum PNS di Kantor Kecamatan Coblong Kota Bandung ini pertamakali diunggah oleh warga melalui akun twitter Chandra Chansay Rabu siang (7/9/2016).

Dalam video yang berdurasi 40 detik tersebut menampilkan seorang PNS berseragam coklat terlihat sempoyongan sembari merokok pada saat jam kerja. Oknum PNS ini bahkan beradu mulut dengan warga yang tengah mengantre untuk pembuatan e-KTP. Camat Kecamatan Coblong Anton Sugiana membenarkan bahwa oknum  PNS  yang berada dalam rekaman video tersebut merupakan salah satu staf pegawainya. “Yang bersangkutan diketahui berinisial Be yang bekerja di bagian Staf Ekonomi dan Lingkungan Kecamatan Coblong,” katanya.

Pihak kecamatan saat ini tengah melakukan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan termasuk cek kesehatan.  Apabila terbukti yang bersangkutan mabuk maka sesuai dengan aturan yang berlaku akan dikenakan sanksi. Dari informasi yang dihimpun video oknum PNS ini direkam pada hari Senin lalu saat warga tengah mengantre untuk melakukan pembuatan e- KTP di Kantor Kecamatan Coblong.(sindo)

Rekam e-KTP di Tangerang Lembur Hingga Tengah Malam
Numpang Nginap, Bawa Kabur Motor Pemilik Rumah
Deepika Padukone Masuk Daftar Artis Top di Instagram