Selasa, 31 Mei 2016

Tidak Memenuhi Standar Keselamatan, 27 Kapal Wisata Disita Pemkot Pariaman


MANIS77 - Dianggap tidak memenuhi standar keselamatan berlayar serta tak mengantongi izin, sebanyak 27 kapal wisata disita Pemerintah Kota (Pemkot) Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar). Kepala Dinas perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Pariaman, Yota Balad mengatakan, ke-27 kapal wisata tersebut tidak diizinkan membawa penumpang sebelum memenuhi kelengkapan dan syarat.

Kami mengambil langkah tegas dalam hal ini, tidak ada keringanan jika menyangkut keselamatan," kata dia. Yota Balad mengatakan, ke-27 kapal wisata tersebut memiliki berbagai kekurangan seperti, jumlah pelampung minimal, perpanjangan izin berlayar yang sudah mati dan kelengkapan dokumen lainnya. Yota Balad menambahkan, pihaknya akan membantu para pengusaha kapal dalam mengurus dokumen yang masih kurang sehingga kembali bisa membawa penumpang.

"Kami akan coba mempermudah para pengusaha kapal sekaligus bagaimana upaya memajukan sektor pariwisata bahari," ujarnya. Ia berharap, seluruh pihak termasuk pemilik kapal, dapat memahami langkah dan tindakan yang dilakukan tersebut demi menjaga serta mengutamakan keselamatan pengunjung.(Riau Mandiri.co)

Kedua Orangtua Dihajar
Justin Biebir & Nicola Peltz
Pesawat di Jalan Raya




Senin, 30 Mei 2016

Dua Sungai di Bengkulu Meluap, Warga Mengungsi di Jalanan


MANIS77 - Sebanyak 197 rumah di delapan desa di Kabupaten Seluma, Bengkulu, terendam banjir akibat meluapnya Sungai Tungkai dan Sungai Lindur yang diguyur hujan sejak Minggu, 29 Mei 2016. Meluapnya dua sungai ini hingga ketinggian sekitar 1 meter merendam rumah warga dan memutuskan akses jalan lintas timur Bengkulu-Lampung.

Akibatnya, antrean panjang kendaraan dari dua arah mencapai sekitar 3 kilometer. “Masyarakat telah kita evakuasi, sementara ini mereka mengungsi di jalan sebagai tempat evakuasi sementara,” kata Edwar, Manajer Pusat Pengendali Operasi (Pusdaops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bengkulu, saat dihubungi, Senin, 30 Mei 2016.

Ketinggian air pun, menurut Edwar, bervariasi, dari 20 sentimeter hingga 1 meter lebih. Sementara ini air mulai menyusut seiring berhentinya hujan. Desa yang terendam banjir antara lain Ngalam dengan 12 rumah terendam, Simpang Tiga Ngalam dengan 42 rumah terendam, dan Padang Pelasan dengan 20 rumah terendam. Banjir juga merendam permukiman warga di Desa Gunung Agung sebanyak 25 rumah,

Desa Sakaian sebanyak delapan rumah, Desa Lunjuk sebanyak 30 rumah, dan Desa Talang Tinggi sebanyak 35 rumah. Sedangkan di Desa Pagar Agung sebanyak 25 rumah terendam dan Desa Lawang Agung sebanyak 30 rumah. “Tim gabungan yang terdiri atas BPBD, TNI, dan PMI Kabupaten Seluma masih di lokasi untuk melakukan pendataan dan membantu evakuasi masyarakat korban banjir,” ujarnya.(Tempo)

Wartawan Ditemukan Tewas
Skandal Cinta Segitiga
Istri Boleh Dipukul






Minggu, 29 Mei 2016

Bupati Sidoarjo Meminta Warga Melupakan Tragedi Lumpur Lapindo


MANIS77 - Bupati Sidoarjo Saiful Ilah meminta warga korban lumpur Lapindo melupakan tragedi semburan lumpur panas yang telah menenggelamkan kampung mereka satu dekade silam itu. Dia mengimbau warga agar kembali bekerja dan memulai hidup baru. "Karena ini sudah 10 tahun semburan lumpur Lapindo, bagi warga yang ganti ruginya sudah dibayar, tidak terus menuntut.

Mari kita bekerja secara profesional," kata Saiful setelah berpartisipasi dalam drama kolosal di Alun-alun Sidoarjo, Sabtu malam, 28 Mei 2016. Saiful mempersilakan warga dan pengusaha korban lumpur yang belum mendapatkan ganti rugi menuntut haknya. Hanya, bupati yang menjabat untuk kedua kalinya ini berpesan agar warga menuntut di jalur yang benar. "Kalau tidak bisa secara kekeluargaan, bisa diselesaikan lewat jalur hukum.".

Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, kata dia, siap memediasi warga dan pengusaha korban lumpur Lapindo dengan pihak PT Minarak Lapindo Jaya, selaku juru bayar Lapindo Brantas Inc, untuk menemukan penyelesaian ganti rugi. "Saya yakin ada penyelesaian," kata dia. Menurut Saiful, ganti rugi korban lumpur Lapindo yang belum dibayar bukan karena kesalahan Minarak. "Itu bukan karena kesalahan Minarak, tapi berkas warga belum komplet.

" Dia mencontohkan, ada sebagian berkas warga yang tidak sesuai dengan kenyataan, misalnya tanah basah diubah menjadi tanah kering. Selain itu, kata dia, berkas ahli waris dan berkas warga dengan yang dimiliki Lapindo tidak cocok. "Jadi, semua masalah ini harus diselesaikan. Kalau tidak bisa cara damai, ya secara hukum."

Ia juga meminta pengusaha korban lumpur Lapindo yang belum terbayar juga menempuh upaya tersebut. "Kami berharap mudah-mudahan 10 tahun lumpur Lapindo ini tidak menambah orang menjadi resah. Tapi sebaliknya, menambah orang senang.

Supaya Sidoarjo tidak terkena bencana terus, tapi membawa berkah," ujarnya. Jumlah warga yang belum terbayar, berdasarkan data Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS), ada 84 berkas plus 21 berkas belum terbayar sama sekali di luar 3.331 berkas yang ditanggung pemerintah. Adapun jumlah pengusaha yang belum lunas terbayar ada sekitar 31 pengusaha.(Tempo)


Memakai Kaos Palu & Arit
Kendall Suka Mencuri Baju
Pejambret Dihajar & Ditelanjangi





Jumat, 27 Mei 2016

27 Orang Korban Penyeludupan Diamankan di Bandar Ngurah Rai


MANIS77 - Puluhan warga dari Tambolaka, Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) diamankan aparat di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali. Mereka diduga menjadi korban sindikat perdagangan orang.

Ketua Paguyuban masyarakat Flores, Sumba, Timor dan Alor (Flobamora) di Bali, Joseph Yulius Diaz alias Yusdi, mengungkapkan mereka berhasil diamankan saat tengah transit di Bali sebelum melanjutkan perjalanan ke Jakarta.

"Ada 27 orang sudah transit dengan pesawat Lion Air JT 037. Saat ini mereka tengah digiring ke Polsek KP3 Bandara untuk diproses lebih lanjut," kata Yusdi yang mengadvokasi para korban di Bandara Ngurah Rai, Jumat 27 Mei 2016.

Yusdi menduga mereka hendak diberangkatkan ke luar negeri dengan dokumen palsu oleh perusahaan yang memberangkatkan mereka. "Mereka diduga dibuatkan dokumen palsu. Kuat dugaan mereka adalah tenaga kerja ilegal yang akan diberangkatkan ke luar negeri.

Modus tanpa identitas seperti ini sering dilakukan para mafia human trafficking," katanya. Saat ini, 27 orang tersebut tengah diamankan dan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. "Istri Bupati Sumba dan sejumlah pejabat lainnya sudah ada di sini," kata Yusdi.(Viva)

Pasar Malam, Pusat Perjudian
Amber Heard Gugat Johnny Depp
Kembalikan Barang Curian





Selasa, 24 Mei 2016

Susah Mendapatkan Gas Elpiji, Para Ibu Rumah Tangga Tidak Masak


MANIS77 - Sejumlah ibu rumah tangga (IRT) di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat sudah beberapa hari terakhir kelimpungan ketika hendak memasak. Kondisi itu menyusul susahnya mendapatkan gas elpiji berukuran tiga kilogram atau si melon. Akibatnya, sebagian dari mereka terpaksa berhenti memasak dan membeli makanan sudah jadi.

Di beberapa penjual tingkat eceran di Kecamatan Cicurug, sudah kehabisan si melon. Dari pengakuan mereka, minimnya pasokan si melon sudah terjadi sejak dua minggu terakhir. Akibatnya, mereka tak bisa memenuhi banyaknya permintaan para konsumen ketika hendak membeli barang yang tampaknya sudah menjadi kebutuhan pokok tersebut. “Kalau kondisi normal, pasokan dari pangkalan biasanya mencapai 50 tabung.

Tapi sudah dua mingguan paling warung saya dipasok setengahnya. Sekarang ini, begitu ada kiriman gas elpiji langsung ludes terjual. Harga di sini pertabungnya Rp20 ribu. Karena sekarang terbatas, banyak warga yang tidak kebagian gas elpiji ini,” terang Suryadi, 40, salah seorang pengecer di Kampung Cimalati, Desa Pasawahan, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi.

Eva, 27, ibu rumahtangga,  asal Desa Pasawahan mengaku sudah seminggu terakhir tidak bisa memasak karena ketiadaan si melon di warung-warung di kampungnya. Selama itu pula, dia terpaksa membeli makanan jadi untuk masakan sehari-hari. “Kalau pun ada, harga pertabung gas tiga kilogram berkisar Rp21 ribu-Rp22 ribu.

Padahal, sebelumnya hanya Rp20 ribu. Ya terpaksa deh engga bisa masak kalau tabung gas kosong mah,” keluhnya. Kondisi serupa juga terjadi di beberapa kecamatan lainnya, seperti di Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi. Sejauh ini belum diketahui penyebab langkanya si melon tersebut.(Poskota)

Togel Online Dibekuk
Jennifer Lawrence Ditahan
Dokter Tanpa Kaki






Senin, 23 Mei 2016

Polres Kendal Selidiki Perusakan Masjid Al Kautsar Milik Jamaah Ahmadiyah


MANIS77 - Aparat Polres Kendal masih menyelidiki kasus perusakan Masjid Al Kautsar milik jamaah Ahmadiyah di Desa Purworejo, Kecamatan Ringinarum, Kendal, Jawa Tengah, Minggu (22/5/2016) malam. Kepala Polres Kendal Ajun Komisaris Besar Polisi Maulana Hamdan meminta kepada masyarakat supaya menjaga kondusivitas.

"Serahkan persoalan itu kepada kami dan jangan melakukan perbuatan yang bisa merugikan kita semua," kata Maulana, Senin (23/5/2016). Polisi sudah melakukan rapat koordinasi dengan forum komunikasi pimpinan daerah (Forkompindo), tokoh agama dari Nahdlatul dan Muhammadiyah serta Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB). Dari hasil rapat itu, diputuskan bahwa pembangunan Masjid Al Kautsar dihentikan.

"Keputusan akan kami terapkan di lapangan," ujarnya. Menurut Maulana, kejadian serupa pernah terjadi pada 2004, 2006, dan 2011. Setelah itu, pimpinan jamaah Ahmadiyah setempat membuat perjanjian dengan warga untuk tidak melanjutkan pembangunan masjid. "Tapi entah apa, kok ada kelanjutan pembangunan lagi," kata dia. Sekretaris FKUB Kendal Yusuf Darmawan meminta agar pembangunan Masjid Al Kautsar dihentikan.

Hal ini untuk kenyamanan dan keamanan umum. "Warga hanya tidak ingin ada pembangunan masjid milik Ahmadiyah. Kalau anggotanya, tidak dimasalahkan," katanya. Masjid berupa bangunan setengah jadi itu berada di Desa Purworejo. Menurut salah satu warga, Yatin, kemarin bangunan itu dipasangi rangka baja. Pada malam harinya, rangka dan tembok dihancurkan oleh ratusan warga.(Kompas)

Ditangkap Saat Bugil
Drummer Megadeth Meninggal
Sopir Bus Punya Lamborghini






Sabtu, 21 Mei 2016

Letusan Gunung Sinabung Menewaskan Tiga Orang


MANIS77 - Tiga orang tewas dan empat kritis akibat terkena awan panas Gunung Sinabung di Sumatera Utara yang meletus pada Sabtu (21/5), pukul 16.48 WIB. "Luncuran awan panas Gunung Sinabung kembali menimbulkan korban jiwa," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroholewat keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Sabtu.

Data sementara BPBD Kabupaten Karo, tujuh orang terkena awan panas, tiga meninggal dunia dan empat luka-luka dalam kondisi kritis. Tim SAR gabungan telah berhasil mengevakuasi korban ke rumah sakit. Beberapa rumah di sekitar gunung terbakar akibat terlanda awan panas. Pencarian korban lain, kata dia, akan dilanjutkan Minggu (22/5) pagi dengan memperhatikan kondisi aktivitas erupsi Gunung Sinabung.

Korban adalah warga Desa Gamber, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo, yang sedang melakukan aktivitas berkebun di ladangnya. Desa Gamber, lanjut dia, berada dalam radius empat kilometer dari puncak kawah Gunung Sinabung. Seharusnya daerah ini kosong karena merupakan zona merah yang semua warganya tidak boleh melakukan aktivitas.

Sebagian besar warga Desa Gamber telah mengungsi sejak lama dan rencana akan direlokasi mandiri. Masyarakat Gamber telah diberikan bantuan sewa lahan pertanian dan sewa rumah oleh pemerintah agar tidak melakukan aktivitas di zona merah. Namun, ada sebagian masyarakat yang tetap nekat melakukan aktivitas pertanian di kebunnya meskipun telah dilarang aparat, kata Sutopo.

Sutopo mengatakan Kepala BNPB Willem Rampangilei memerintahkan Tim Reaksi Cepat BNPB untuk segera ke Karo guna mendampingi BPBD Kabupaten Karo dalam penanganan darurat erupsi Gunung Sinabung. "Dandim Karo sebagai Komandan Tanggap Darurat agar mengoordinir pencarian dan penyelamatan korban. Lebih memperketat penjagaan dan patroli sehingga zona merah benar-benar tidak ada aktivitas masyarakat di dalamnya," kata dia.

Aktivitas Gunung Sinabung, kata Sutopo, masih tinggi. Pada Sabtu, terjadi awan panas guguran yang terjadi secara menerus pada pukul 14.28 WIB, 15.08 WIB, 16.39 WIB dan 16.48 WIB. Awan panas guguran mencapai 4,5 kilometer yang menjangkau Sungai Lao Borus ke arah barat. Tinggi kolom abu vulkanik, kata dia, mencapai tiga ribu meter dan status gunung adalah awas.

Potensi letusan masih tetap tinggi dan dapat terjadi kapan saja. Masyarakat juga dievakuasi ke lokasi yang aman. Masyarakat yang berada dan bermukim di dekat sungai-sungai yang berhulu di Sinabung agar tetap waspada terhadap bahaya lahar. "Masyarakat dan pengunjung/wisatawan tidak diperbolehkan melakukan aktivitas di dalam radius tiga kilometer dari puncak gunung.

Untuk masyarakat di sekitar gunung dalam berbagai jarak juga tidak diperbolehkan mendekat seperti tujuh kilometer untuk sektor selatan-tenggara, enam kilometer untuk sektor tenggara-timur serta empat kilometer untuk sektor utara-timur laut," katanya.(berita satu)

Wanita Curi Belasan Pakaian
Daniel Craig Menolak Tawaran
Menemani Pembantunya Pulang