Sabtu, 30 April 2016
Sumut Menjadi Pasar Terbesar Bawang Merah Ilegal
MANIS77 - Provinsi Sumatera Utara (Sumut) menjadi pasar bawang merah ilegal. Umumnya bawang ini dipasok dari India dan dikirim melalui Malaysia. Peredarannya memanfaatkan pelabuhan tikus yang kurang pengawasan dari aparat. Selain itu harga dan kualitasnya dapat diterima konsumen di Sumut.
Direktur Reserse Kriminal Khusus (Direskrimsus) Polda Sumatera Utara (Sumut), Kombes Ahmad Haidar menerangkan, kualitas dan harga bawang merah ilegal menjadi asalan bagi warga Sumut untuk meminatinya. “Kualitas bawang merah ini cukup baik. Ditambah lagi harganya jualnya murah, membuat masyarakat sangat meminati,” beber Haidar di Mapolda Sumut, Senin (25/4).
Haidar menjelaskan, bawang merah impor itu didatangkan dari India melalui Malaysia, masuk ke Indonesia melalui pelabuhan tikus yang ada di Dumai. Lantas kemudian dikirim ke Sumatera Utara dengan jalur darat. Aksi ini sudah berlangsung lama. Sehingga membuat beberapa wilayah di Sumut menjadi rawan penyeludupan.
Umumnya di kawasan Tanjung Balai, Asahan dan Batubara. Mudahnya bawang ilegal itu masuk ke Sumut atau Sumatera, karena pelakunya memanfaatkan banyaknya pelabuhan tikus yang terbilang kurang pengawasan. “Oleh karena itu, di darat kita lakukan pengetatan dan penindakan. Saya sudah menempatkan anggota di kawasan yang sering mereka lalui,” ungkap Haidar. Banyaknya peredaran bawang ilegal ini pihaknya akan menyelidiki aksi penyelundupan bawang merah tersebut.
Karena, upaya penyelundupan ini telah merugikan. “Untuk kasus kali ini, negara dirugikan sekitar Rp114 juta karena mereka masuk tanpa membayar pajak dan cukai, ” ujar Haidar lebih lanjut. Meski belum ada menetapkan tersangka dalam kasus itu, lanjut Haidar, pihaknya menerapkan Pasal 102, 103, 104 Undang-Undang Nomor 17/2006 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 10 tahun 1995 tentang Kepabeanan.(metrosiantar)
Tikus Kargo Ditangkap
Gisele Bundchen Ditolak Agency
Pria China Ngaku Alien
Jumat, 29 April 2016
Medan Kota Yang Akan Penuh Dengan Janda dan Duda
MANIS77 - Data yang diperoleh dari Ketua Pengadilan Agama Medan, H M Naska, selama kurun tahun 2015, Pengadilan Agama (PA) Medan Klas I-A menangani sebanyak 3.000 perkara. Dari jumlah tersebut, ternyata 75–80 persen perkara yang ditangani menyangkut masalah sengketa rumah tangga atau perceraian. Umumnya yang tersangkut perkara perceraian itu adalah pasangan suami-istri yang usianya masih muda.
Tentunya tingginya tingkat perceraian di kalangan pasangan muda harus segera disikapi, sebab sangat berdampak dengan perkembangan sang anak.“Bayangkan saja selama kurun tahun 2015, ada sekitar 3.000 perkara yang kita tangani dan 75-80 persen diantaranya merupakan kasus sengketa rumah tangga atau perceraian. Artinya, selama setahun itu ada 2.500 kasus perceraian yang terjadi,” kata Naska ketika bersilaturahmi dengan Walikota Medan, Dzulmi Eldin di Balai Kota Medan, Senin (25/4/2016).
Untuk menyikapi tingginya angka perceraian tersebut, Naska mengatakan pihaknya telah menjalin kerjasama dengan MUI Kota Medan dan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Medan untuk melakukan penguatan-penguatan rumah tangga. Dengan penguatan ini diharapkan mampu meminimalisir angka perceraian di Kota Medan.
“Seandainya saja 1 rumah tangga yang mengalami perceraian minimal memiliki 2 orang anak, berarti ada 5.000 anak yang menjadi korban dari perceraian terebut. Bagaimana nasib anak-anak ini selanjutnya apabila ayah dan ibu mereka berpisah. Ada yang ikut ayah, ada juga yang ikut ibu. Tentunya ini akan mengganggu perkembangan mereka,” ungkap Naska didampingi Wakil Ketua dan Hakim Panitera/Sekretaris PA Medan.
Menurut Naska, meskipun pihaknya telah menjalin kerjasama dengan MUI Kota Medan dan Kantor Kemenag Kota Medan, namun sangat membutuhkan dukungan Pemko Medan untuk ikut melakukan pembinaan sehingga tingkat perceraian di ibukota Provinsi Sumatera Utara ini bisa ditekan.(Edisimedan)
Selasa, 26 April 2016
Buntut Kerusuhan Lapas Banceuy Empat Petugas Jadi Tersangka
MANIS77 - Polisi menetapkan empat orang sebagai tersangka atas dugaan melakukan penganiayaan terhadap Undang Kosim (54), warga binaan yang tewas di sel pengasingan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banceuy. Empat tersangka ini merupakan petugas Lapas Banceuy. Berdasarkan informasi yang dihimpun, pascakerusuhan di Lapas Banceuy yang terjadi pada Sabtu (23/4/2016), polisi mengamankan tujuh petugas dan satu warga binaan.
Setelah melakukan pemeriksaan, tiga petugas, yakni R, G, dan L, serta seorang Kepala Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP), yakni K, menjadi tersangka. "Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap tujuh orang, tiga petugas dan satu warga binaan sudah dikembalikan. Sementara itu, yang empat petugas kami proses, dan sudah kami naikkan statusnya jadi tersangka," ujar Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Angesta Romano Yoyol saat ditemui di Markas Polda Jawa Barat, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Senin (25/4/2016).
Yoyol mengatakan, penetapan tersangka ini terkait dugaan kekerasan yang dilakukan terhadap Undang Kosim. Pihaknya akan terus melakukan pemeriksaan terhadap empat petugas lapas yang ditetapkan sebagai tersangka. "Empat orang masih kami proses lanjut sejauh mana keterlibatannya masing-masing, serta perannya masing-masing. Ini kan perlu crosscheck dan pemeriksaan," katanya.(linakernews)
Rute Bogor Dan Tangerang
Ngaku Sebagai Tukang
Kematian Irma Bule Disengaja
Minggu, 24 April 2016
Markas Polda Sulawesi Selatan Kebakaran
MANIS77 - Kebakaran hebat melanda Markas Polda Sulawesi Selatan, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Biring Kanaya, Kota Makassar, Senin (25/4/2016). Ruang Reskrim lantai dua dan tiga diamuk si jago merah. Pemadam kebakaran yang terjun ke lokasi langsung berusaha memadamkan kobaran api dengan menurunkan 20 unit armadanya dan langsung menyemprotkan air.
Petugas kepolisian pun langsung berusaha mengevakuasi sebanyak 72 tahanan yang berada di lantai satu dengan membawa mereka ke musala dengan mendapatkan pengawalan ketat aparat kepolisian.
Setelah berjibaku kurang lebih dua jam, tim pemadam pun berhasil menjinakkan kobaran api. Belum diketahui pasti penyebab terjadinya kebakaran ini namun api berasal dari lantai dua ruang reskrim.
Rencananya pada pagi ini pun akan dilakukan serah terima jabatan Kapolda Sulsel. Sementara, pasca kebakaran yang meludeskan Ruang Reskrim Narkoba Polda Sulsel, Kapolda Sulsel Irjen Pol Anton Charliyan mendatangi TKP. Kapolda langsung meninjau sejumlah ruang yang ludes terbakar, antara lain ruang reskrim narkoba, tahanan narkoba, dan ruang berkas.
Seusai meninjau sejumlah ruang di lantai dua dan tiga, kapolda juga meninjau sejumlah tahanan yang dititipkan di musala. Hingga saat ini penyebab kebakaran masih dalam penyidikan. Tim Labfor Polda Sulsel dan sejumlah berkas penting juga aman. Demikian pula tahanan kasus narkoba sebanyak 72 orang dipastikan aman dan dalam kondisi sehat.(Sindo)
Modus Ban Bocor
Sutradara James Bond Meninggal
Kakek Dipukul Istrinya
Sabtu, 23 April 2016
PNS Papua Tewas Diduga Usai Pesta Miras Dikamar Hotel
MANIS77 - Seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) asal Manokwari, Papua Barat, Alfonso Saiba (30) ditemukan tewas diduga usai pesta miras, di kamar lantai 3, Hotel Panakkukang, Jalan Boulevard, Kelurahan Massalle, Kecamatan Panakkukang, Makassar. Menurut Supervisor hotel Sipri (31), Alfonso menginap di hotel bersama lima orang rekannya, menyewa kamar 309, 310 dan 311, sejak 13 April 2016.
Saat pertama ditemukan, mayat Alfonso dalam keadaan tengkurap di lantai. Mengetahui kejadian itu, manajemen hotel langsung menghubungi kepolisian sektor setempat. Selang beberapa lama, sejumlah personel polisi dan dokter forensik identifikasi melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Mayat Alfonso kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara, untuk mengetahui penyebab kematian pria bertubuh tambun itu.
"Korban diketahui sedang menjalankan tugas belajar, bersama rombongan pegawai Pemprov Papua Barat, di Sekolah Tinggi Keperawatan Gunung Sari, Makassar," katanya, Minggu (17/4/2016). Sementara itu, Kapolsek Panakkukang Kompol Wahyudi Rahman menduga, korban dengan teman-temannya usai melakukan pesta minuman keras di kamar hotel, sejak tiga hari lalu. "Salah satu gambar dalam CCTV sempat menunjukkan korban masuk ke dalam kamar dalam keadaan gontai.
Kami mengambil rekaman tiga hari kebelakang bersama dengan rekannya melakukan cek in 13 April lalu," terangnya. Meski demikian, belum diketahui penyebab pasti Alfonso meninggal di kamar hotel. Namun saat jenazah dievakuasi, ditemukan 17 botol Wisky, tujuh botol bir kaleng, sebotol minuman Vodka, dan belasan kaleng minuman bersoda.(Sindo)
Dua ABG Digerebek
One Sweet Day
Makanannya Selama 22 Tahun
Kamis, 21 April 2016
Anak-Anak di Papua Barat Butuh Pasokan Listrik Untuk Mempermudah Akses Informasi dan Belajar
MANIS77 - Kurangnya pasokan listrik di Provinsi Papua Barat ternyata memberikan multiplier efek yang cukup kompleks. Kebutuhan warga Papua Barat terhadap aliran listrik ternyata cukup berpengaruh terhadap akses informasi masyarakat setempat, khususnya bagi para pelajar. "Kami masyarakat di Papua Barat kami masih sangat kekurangan akan listrik. Bagaimana kami bisa cepat menjadi pandai anak-anak kami mau lihat TV susah, lampu apalagi, kuncinya ada di listrik.
Dengan listrik bisa pandai membuka akses dan mempermudah akses yang kita terima," jelas Wakil Gubernur Papua Barat Irene Manibuy di Desa Temel, Distrik Ayamaru, Maybrat, Papua Barat, Kamis (21/4/2016). Tak hanya bagi para pelajar, masyarakat lainnya di Papua Barat juga membutuhkan infrastruktur jaringan listrik untuk menerangi di kala malam. "Kehidupan masyarakat sangat membutuhkan perhatian pemerintah. Salah satu yang terpenting adalah pembangunan di sektor kelistrikan.
Urat nadi dan lokomotif dari sektor-sektor lainnya," tutur Irene. Pihaknya mendukung penuh pemanfaatan energi lokal sebagai sumber energi listrik di Papua Barat. Wilayah Papua Barat memiliki potensi sumber daya air yang melimpah namun belum dimanfaatkan secara maksimal. "Indonesia terang berbasis EBT (Energi Baru Terbarukan) dengan memanfaatkan sumber energi lokal. Maka pemilihan Kabupaten Maybrat sangat tepat. Karena memiliki potensi tenaga baru khususnya air," ujar Irene.(Detik)
Dibacok Satu Keluarga
Adele Musisi Terkaya
Karena Tak Punya Toilet
Rabu, 20 April 2016
5 Ribu Lampion Diterbangkan Untuk Peringati Hari Kartini di Jepara
MANIS77 - Pantai Bandengan, Jepara, Jawa Tengah tadi malam diterangi 5.000 lampion yang diterbangkan untuk memperingati Hari Kartini. Tepat pukul 19.00, ketika langit mulai gelap, ribuan lampion warna kuning, oranye, dan merah satu per satu dinyalakan dan pelan-pelan membumbung meramaikan langit Jepara, persis seperti ribuan bintang yang terbang rendah.
Festival lampion di Pantai Bandengan merupakan bagian dari Festival Kartini, yang digelar Pemerintah Kabupaten Jepara, sejak 8 April lalu.Festival untuk memperingati hari kelahiran RA Kartini, perjuang kesamaan hak (emansipasi) perempuan yang lahir di Jepara pada 1879 ini, diramaikan dengan berbagai acara - mulai dari pesta kesenian rakyat, pelatihan UKM untuk perempuan, festival batik, Jepara Carnival, lomba seni ukir kayu, gelar tari nusantara, hingga seminar nasional yang menghadirkan sutradara Hanung Bramantyo dan bintang film Dian Sastrowardoyo.
Puncak acara Festival Kartini, akan digelar hari Kamis (21/4/16) ini, bertepatan dengan hari kelahiran RA Kartini. Resepsi akan digelar di Pendopo Kabupaten Jepara, dipimpin langsung oleh Bupati Jepara Hadi Priyanto.
Rangkaian acara disambut hangat rakyat Jepara. Lampion yang diterbangkan di Pantai Bandengan tadi malam, diterbangkan dengan membawa tulisan tentang harapan masyarakat Jepara. "Festival lampion seperti ini baru pertama diadakan di Jepara. Semoga dengan ini harapan rakyat Jepara bisa terkabul," kata Hariyani, salah satu penonton Festival Lampion di Bandengan, tadi malam.(Jitunews)
Langganan:
Postingan (Atom)






