Kamis, 11 Agustus 2016
Puluhan Calon Jamaah Umroh Tertipu Biro Travel
MANIS77 - Puluhan calon jamaah umroh tertipu biro travel dan umroh, Nazuuroh, Kota Tegal, Jawa Tengah. Mereka tak kunjung diberangkatkan kendati sudah membayar biaya dengan total mencapai ratusan juta rupiah. Beberapa di antara calon jamaah yang tertipu Rabu 10 Agustus 2016 mendatangi kantor Nazurooh yang berada di kompleks ruko Sultan Agung, Kejambon untuk menuntut pengembalian uang yang sudah dibayarkan.
Namun mereka justru terkatung-katung lantaran tak ditemui pengelola Nazuuroh. Salah satu calon jamaah, Alok Sugito (52) menuturkan, ia mendaftar untuk berangkat umroh bersama istri, anak, dan menantu pada Maret lalu. Setelah membayar biaya sekitar Rp95 juta, ia dijanjikan berangkat pada akhir Mei. "Ternyata sampai akhir Mei tidak jadi berangkat. Katanya mundur. Alasannya visa belum jadi. Mau puasa, diberitahu mundur lagi. Sampai tiga kali mundur.
Sampai sekarang tidak jelas kapan berangkat," kata warga Kelurahan Margadana, Kecamatan Margadana, Kota Tegal ini, Rabu (10/8/2016). Lantaran merasa tertipu, Sugito akhirnya melaporkan pengelola Nazuuroh ke Polres Tegal Kota pada pertengahan Juni lalu. Pihak pengelola lalu membuat perjanjian dan mengembalikan biaya yang sudah dibayar namun tidak seluruhnya. "Baru dikembalikan Rp8 juta.
Itu juga diberikan dalam dalam dua tahap. Katanya sisanya mau dikembalikan 15 Agustus," ucap Sugito. Sugito mendesak pengelola untuk segera mengembalikan sisa biaya yang sudah disetorkan tersebut. "Daripada mundur terus, tidak jelas. Saya juga sudah mengeluarkan biaya untuk syukuran dengan tetangga-tetangga. Malu," ungkapnya.
Selain Sugito, sebanyak 48 orang calon jamaah umroh yang dikoordinir Syaefudin, warga Kelurahan Margadana, untuk mendaftar secara kolektif di Nazuuroh juga mengalami nasib serupa. "Yang daftar melalui saya ada 48 orang. Sudah bayar semua. Tapi yang sudah diberangkatkan baru 23 orang. Itu juga berangkatnya karena biayanya saya talangi dulu karena saya malu dengan jamaah saya," ujar Syaefudin.
Calon jamaah yang dikoordinir Syaefudin sudah membayar biaya sebesar Rp 24 juta per orang. Seharusnya mereka berangkat pada 27 Maret lalu. Namun kemudian mundur hingga empat kali dengan alasaan yang sama, yakni visa belum jadi. "Kalau sudah mundur sampai tiga kali, berarti sudah tidak bisa dipercaya," tandasnya.
Sementara itu Direktur PT Nazuuroh Ijabah Utama, Irawan Prasetya tak kunjung menemui Sugito dan Syaefudin saat ditunggu hingga siang hari. Saat dihubungi, dia mengku sedang berada di Pekalongan. Dia kembali menjanjikan akan segera mengembalikan biaya yang sudah dibayar.(sindo)
Yang Pukul Guru Ditetapkan Sebagai Tersangka
Rossa Menbantah Isu Telah Menikah
Astagfirullah! Wanita AS ini Setubuhi Anj*ng
Rabu, 10 Agustus 2016
Penumpang Pesawat Bawa Mayat Bayi Dalam Koper Diamankan
MANIS77 - Hendak membawa mayat bayi berusia tiga hari yang diletakkan di dalam tas koper, seorang penumpang pesawat diamankan petugas Avsec dan Polsek KP3 Bandara Domine Eduard Osok (DEO) Sorong, Papua Barat, Senin (8/8/2016) pagi.
Jai, penumpang pesawat jurusan Sorong-Makassar diamankan setelah pihak Avsec bandara menemukan adanya benda mencurigakan yang saat dicek ternyata adalah mayat bayi berusia tiga hari.
Menurut keterangan petugas Avsec Bandara DEO Sorong Umar Latif, digagalkannya pengiriman mayat bayi tanpa prosedur oleh penumpang tujuan Makassar ini saat koper yang dibawa calon penumpang diperiksa melalui x-ray bandara.
Saat diperiksa, ternyata di dalam tas koper tersebut adalah mayat bayi yang diperkirakan berusia tiga hari. Pihak Avsec Bandara DEO Sorong melaporkan temuan tersebut ke pihak kepolisian untuk mengamankan calon penumpang dan mayat bayi di dalam koper tersebut.
Jai saat ini masih diperiksa secara intensif di Satuan Reskrim Polresta Sorong. Sementara, mayat bayi diamankan di Mapolresta Sorong, lalu dibawa ke RSUD Sorong.(sindo)
Komplotan Copet Dipajang di Stasiun Manggarai
Setelah Lima Tahun Menanti, Alice Norin Hamil
Dompet Dicuri, Turis Cina Dimasukkan ke Kamp
Senin, 08 Agustus 2016
Usai Dimintai Keterangan BNN, Eks Kalapas Enggan Berkomentar
MANIS77 - Usai dimintai keterangannya selama tiga jam oleh pihak Badan Nasional Narkotika (BNN), mantan Kepala Lembaga Pemasyarakatan Nusakambangan, Liberti Sitinjak, enggan berkomentar panjang. Ia mengatakan hanya menyampaikan apa yang ditanyakan kepada dirinya selaku mantan Kalapas Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah.
"Saya telah memenuhi panggilan. Selama di ruangan, kita sudah bisa selesaikan hal yang patut saya sampaikan selaku mantan Kalapas Nusakambangan," kata Sitinjak di Gedung BNN, Jalan MT Haryono, Jakarta Timur, Senin (8/8/2016). Saat awak media menanyakan lebih mendalam mengenai pertemuannya, Sitinjak memilih melakukan koordinasi dengan pimpinannya terlebih dahulu.
Dia tidak bisa membeberkan hasilnya sebelum melakukan komunikasi kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yassona Laoly. "Jangan tanya soal substansi apa yang bicarakan di dalam, karena saya belum bisa sampaikan, harus lapor dulu ke pimpinan. Saya hanya mengimbau tentang apa pembicaraan saya, biar pihak BNN yang jelaskan dan Pak Menteri," tutur Sitinjak.
"Habis ini saya ke Menteri untuk laporan, karena kedatangan saya ke sini atas perintah Menteri. Substansi apa, saya belum sampaikan kepada Pak Menteri sehingga saya belum bisa memberikan keterangan apa pun," imbuhnya. Sitinjak sendiri diminta datang ke BNN untuk dimintai keterangan sebagai tindak lanjut surat terbuka Haris Azhar dari Kontras.
Dalam pernyataan tersebut sang terpidana mati Freddy Budiman menyebutkan ada petugas lapas yang menerima aliran dana sebanyak Rp450 miliar. Sementara Kepala Humas BNN Kombes Slamet Pribadi mengatakan, pemanggilan dilakukan untuk menggali keterangan dari Sitinjak terkait pernyataan Freddy Budiman soal CCTV di dalam lapas. "Ini sifatnya hanya konfirmasi. Jadi, pemeriksaan non projustisia," ujarnya.(okezone)
Polda Metro Bekuk Arsitek Pemalsu Dolar Singapura
Shah Rukh Khan Masuk Daftar Orang Kaya Versi Forbes
Semangka Jadi Laris, Setelah Diberi Ukiran Kaligrafi
Minggu, 07 Agustus 2016
Mensos Mengingatkan Masyarakat Pesantren Bahaya Narkoba di Madura
MANIS77 - Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa kembali mengingatkan masyarakat pesantren di Madura, Jawa Timur, agar tidak tertipu dengan muslihat para pengedar narkotika. Sebab, banyak cara dilakukan pengedar agar pasar barang haramnya itu tetap hidup. Khofifah mengingatkan kembali temuan aparat penegak hukum beberapa waktu lalu, tentang adanya narkotika yang masuk ke lingkungan sekitar pesantren, di salah satu daerah di Madura.
"Ada kiai ditawari vitamin, katanya biar kuat berzikir, tidak tahunya ternyata zat adiktif," kata Khofifah di acara Haul almarhum KH Makki Syarbini, pendiri Pondok Pesantren Asshomadiyah di Kecamatan Burneh, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, pada Sabtu malam, 6 Agustus 2016. Dia mengaku heran dengan peredaran narkotika di Madura yang makin lama kian marak.
"Bangkalan dan Sampang pesantrennya banyak, tapi ada beberapa titik yang informasinya menyimpan narkoba banyak," katanya menambahkan. Ketika ditanya soal adanya kampung narkoba di salah satu kampung di Bangkalan dan beberapa kali digerebek aparat, Khofifah menampik berkomentar lebih jauh. "Itu bukan urusan Kemensos (Kementerian Sosial). Itu urusan BNN (Badan Narkotika Nasional) dan Kepolisian. Kemensos hanya mengurus rehabilitasinya saja," ujarnya.
Khofifah belakangan ini gencar menyuarakan gerakan antinarkotika. Dalam organisasi perempuan yang dipimpinnya, Muslimat Nahdlatul Ulama, Khofifah membentuk Laskar Antinarkoba di seluruh cabang. "Laskar Antinarkoba ini gerakan masyarakat untuk melawan bandar dan pengedar narkotika. Karena tidak cukup hanya mengandalkan BNN dan polisi untuk memerangi narkoba," kata Khofifah, saat acara ikrar Laskar Antinarkoba Muslimat NU Surabaya di UIN Surabaya.(Viva)
Menolaknya Ibunya Berobat, Roro Fitria Bawa 20 Pengacara
Fotografer Kehilangan Kamera Seharga Rp524 Juta di Rio
Dikota ini Hampir Setiap Rumah Memiliki Garasi Pesawat
Jumat, 05 Agustus 2016
Densus 88 Gerebek Rumah Terduga Teroris Kelompok Solo di Batam
MANIS77 - Densus 88 bersama jajaran Sat Brimob Polda Kepulauan Riau (Kepri) menggerebek rumah milik seorang yang diduga terlibat dalam jaringan terorisme kelompok Solo, di perumahan Mediterania, Batam Center, Batam, pagi tadi.
Kedatangan puluhan polisi bersenjata lengkap ke rumah terduga teroris berinisial G, membuat kaget sekaligus takut warga sekitar. Polisi langsung mensterilkan lokasi dan melarang semua warga untuk melintas maupun keluar rumah.
Polisi bersenjata lengkap lantas mengepung rumah yang dihuni oleh pria asal Solo bersama istri dan seorang anaknya itu. Penggerebekan rumah tersebut berjalan cukup cepat. Usai melakukan penggerebekan, polisi memasang garis polisi di rumah yang dihuni G.
Masih terlihat barang-barang miliki terduga teroris berupa pakaian dan galon air mineral. G besertai istri dan anaknya lalu dibawa ke Mapolresta Barelang untuk dimintai keterangan.
Diduga tim Densus masih mengejar terduga teroris lainnya yang masih berada di Batam. Dari rumah G, polisi mengamankan berbagai buku tentang jihat, senjata, dan panah. Polis belum memberi keterangan resmi soal penggerebekan ini.(okezone,5/8)
Seorang Gadis dan Komplotannya Diciduk Petugas
Angel Karamoy Dan Steven Rumangkang Resmi Cerai
Pasangan ini Akan Sajikan Makanan Daur Ulang
Rabu, 03 Agustus 2016
MUI Tidak Pernah Keluarkan Sertifikat Halal Untuk Bikini Snack
MANIS77 - Direktur Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmitika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI), Lukmanul Hakim menegaskan bahwa MUI tidak pernah mengeluarkan sertifikat halal untuk camilan Bihun Kekinian alias Snack Bikini yang sudah beredar dan meresahkan masyarakat.
"Tidak register ke LPPOM, apalagi dari sisi gambar snack Bikini mengandung konten pornografi dan kata-kata yang tidak mendidik," ungkap Lukman. Lukman juga mengecam atas beredarnya produk tersebut, dan mendesak pemerintah melalui BPOM agar segera menelusuri dan menghentikan peredaran bikini snack. Hal itu karena dianggap bisa memicu anak-anak menirukan gambar dan kata-kata yang ada dalam kamasan tersebut.
"Snack itu akan memicu anak-anak menirukan apa yang tertera dalam kemasan tersebut, apalagi sampai ada kata-kata 'remas aku.' Kita juga minta BPOM segera telusuri," jelasnya. Meski demikian, MUI tidak dapat memutuskan halal dan haramnya snack tersebut karena belum ada penelitian yang dilakukan MUI atas kandungan dan bahan baku dari snack tersebut. "Terkait halal dan haramnya snack tersebut, MUI masih belum dapat memastikan karena tidak mengetahui kandungan atau bahan bakunya.
Tapi dari sisi gambar dan tulisan sudah jelas melanggar UU Pornografi dan Pornoaksi," tandasnya. Snack Bikini merupakan jajanan yang dikemas dengan gambar wanita berpakaian bikini (bra dan celana dalam) dan bertuliskan ‘remas aku’ dalam kemasannya. Snack sudah beredar di sejumlah daerah dan dijual seharga Rp15.000-Rp20.000. Snack dijual dengan ragam rasa yaitu balado, pizza, jagung bakar dan pedas.(okezone)
AS Diam-diam Bayar Uang Tebusan Pada Iran Untuk 4 Warganya
DJ Soda : Terlanjur Cinta Jakarta, Malas Pulang ke Korea
Hebat! Bocah 2 Tahun Hafal Nama Semua Negara di Dunia
Selasa, 02 Agustus 2016
Hujan Seharian, Banjir dan Longsor Terjang Raja Ampat
MANIS77 - Akibat hujan deras yg terjadi sejak Minggu 31 juli 2016 malam hingga senin 1 Agustus 2016 pagi mengakibatkan Sungai meluap dan beberapa kompleks perumahan terendam di distrik waisai, kota Kabupaten, Raja Ampat, Papua Barat. Dari informasi di lapangan, akibat hujan deras sejak tengah malam, sebuah sungai buatan meluap dan merendam beberapa rumah di sekitarnya.
Tak hanya itu, sungai kecil yang meluap ini menjebol dan meruntuhkan jalan penyambung kompleks perumahan Menpera, kelurahan Waisai kota. Salah seorang warga, Azhar menjelaskan bahwa baru pertama kali terjadi banjir atau air meluap kali kecil di sebelah rumahnya. "Kompleks rumah ini juga lebih rendah dari jalan, mengakibatkan air naik setinggi 2 meter," katanya.
Sementara itu, Sekretaris BPBD Kabupaten Raja Ampat Abdul Rasyid Tola, menjelaskan akibat kondisi banjir yang menimpa daerah Waisai dan sekitarnya menyebabkan 85 rumah terendam, 6 rumah terkena longsor, 3 rumah dalam kondisi parah. "Longsor terjadi Sekitar perumahan 300, yakni daerah moko, kelurahan bonkawir.
Di daerah ini kondisi masih belum stabil, masih terancam longsor karena hujan belum sepenuhnya berhenti," katanya. Dikatakan, untuk Posko pengungsian sudah dibangun oleh BPBD Raja Ampat, sementara untuk dapur umum bertempat di Perumahan Moko. "Banjir disebabkan berkurangnya DAS atau daerah resapan air dikarenakan banyak warga membangun di daerah bantaran atau badan sungai," pungkasnya.(sindo)
15 Ton Telur Ayam Tak Dilengkapi Dokumen Ditahan
J.K. Rowling : Cerita Harry Potter Sudah Selesai
Anak Seorang Miliarder Naik Taksi Tidak Mau Bayar
Langganan:
Postingan (Atom)





