Jumat, 13 Mei 2016
Dua Pabrik Minuman Keras Oplosan Digerebek Kepolisian Pekan Baru
MANIS77 - Kepolisian Resor Kota Pekanbaru menggerebek dua pabrik rumahan minuman keras oplosan di kota itu. Polisi menyita 110 botol minuman keras oplosan berbagai merek dari dua tersangka. Kedua tersangka itu adalah Zultopik, 38 tahun, warga Jambi, yang mengontrak rumah di Jalan Arjuna, Sukajadi, Pekanbaru, dan Kweksin alias Ayang, 45 tahun, warga Jalan Beringin, Kecamatan Tampan, Pekanbaru.
“Keduanya ditangkap di rumah masing-masing yang dijadikan industri rumah tangga minuman keras oplosan," kata Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Riau Ajun Komisaris Besar Guntur Aryo Tejo, Jumat, 13 Mei 2016. Dari kedua rumah itu, polisi menyita 30 kardus minuman keras jenis Mansion, 40 kardus wiski, dan 40 kardus anggur merah. Polisi turut membawa berbagai bahan dan perlengkapan pengoplos minuman keras.
"Ada sebuah mobil merek APV dan ribuan botol plastik lengkap dengan tutupnya.". Penggerebekan dilakukan setelah ada informasi dari masyarakat yang merasakan gerak-gerik mencurigakan dari pemilik rumah. Polisi segera menyelidiki dua tempat itu. Sekitar pukul 17.00, Kamis, 12 Mei 2016, polisi mengikuti sebuah mobil Grand Max yang dikemudikan tersangka keluar dari rumahnya di Jalan Arjuna menuju Jalan Arengka ll menuju loket bus lintas Sumatera, PM TOH, untuk mengirimkan minuman keras oplosan sebanyak dua kardus.
"Polisi langsung menangkap, disaksikan petugas loket." Setelah diselidiki, tersangka Zultopik mengaku tempat pengoplos minuman keras berada di Jalan Angsa, Perumahan Beringin, Tampan, Pekanbaru. Di sana, polisi menemukan ribuan botol plastik untuk kemasan minuman keras beserta puluhan botol minuman keras siap edar. Saat itu, polisi turut menangkap tersangka Kweksin alias Ayang. Keduanya kini masih diperiksa di Mapolresta Pekanbaru untuk pengembangan lebih lanjut.(Tempo)
ABG Diperkosa di Kuburan
Terlihat Mesra & Ciuman
Ubur-Ubur Palsu
Rabu, 11 Mei 2016
Bayi Cantik Ditemukan di Teras Warga
MANIS77 - Sesosok bayi mungil nan cantik ditemukan di teras rumah Sulastri warga Jalan Kayu Awet Perumahan Perawat, Kelurahan Sekip Jaya, Kecamatan Kemuning Palembang ini, Selasa (10/5/2016). Penemuan bayi itu pun sontak menggegerkan warga perumahan yang terletak persis di belakang gedung Instalasi Pemulasaraan Jenazah Rumah Sakit Moehammad Hoesin (RSMH) Palembang ini.
Saat ditemui dikediamannya, Sulastri mengaku penemuan itu berawal saat dirinya terjaga dari tidurnya lantaran dikagetkan dengan suara tangisan bayi. "Saya dengar suara tangisan tepat di depan rumah. Saya tidak mengira, karena awalnya tangisan bayi itu terdengar kecil, tapi lama-lama tangisannya semakin keras.
Saat saya buka pintu, rupanya sudah ada bayi di depan rumah," ungkap Sulastri. Menurutnya, saat ditemukan, bayi yang diperkirakan berusia 40 hari tersebut diselimuti dengan kain berwarna merah dan dipakaikan bedong. Bahkan diatas tubuh bayi cantik tersebut ditemukan sepucuk surat berisikan pesan dari orangtua sang bayi yang meminta untuk menitipkan anaknya dan tidak boleh diberikan kepada orang lain.
Di surat tersebut juga telah tertulis nama Nisa Nurfaiza, sebagai nama sang bayi. "Ada surat juga saat ditemukan. Dalam surat itu kami diminta untuk merawat bayi ini, disitu juga tertulis nama bayi ini," terangnya. Sulastri mengatakan, akan merawat sendiri bayi tersebut. Sebab, dirinya menganggap jika penemuan bayi tersebut adalah suatu berkah. Terlebih, salah seorang anak Sulastri yang sudah menikah selama enam tahun belum dikaruniai momongan.
"Keluarga saya yang berada di Sungai Lilin sangat senang ketika mendapat kabar tersebut. Akan saya rawat dan saya jadikan cucu saya. Saya teringat anak saya yang hingga kini belum dikaruniai anak. Saya berharap bayi ini akan membawa berkah untuk keluarga kami," ujarnya seraya menitikkan air mata bahagia.
Mengenai penemuan itu, Sulastri mengatakan jika dirinya beserta keluarga sudah melaporkannya ke polisi. "Sudah kami laporkan penemuan bayi ini," tuturnya. Terpisah, Kapolsek Kemuning AKP Hikmat Solihin ketika dikonfirmasi membenarkan adanya laporan penemuan bayi perempuan tersebut. "Sudah diterima laporannya. Akan kita telusuri keberadaan orang tua kandung bayi tersebut. Bayi tersebut dirawat oleh pelapor," katanya.(Sindo)
Putri Menghabisi Ayahnya
Jupiter Ditangkap Petugas
Segelas Kopi & Kurma
Senin, 09 Mei 2016
Ratusan Nelayan Cianjur Berimigrasi ke Pantai Jawa Tengah
MANIS77 - Ratusan nelayan asal Pantai selatan Cianjur, Jabar, terpaksa berimigrasi ke Pantai Jawa Tengah lantaran musim paceklik melanda di wilayah itu. Bahkan para nelayan membawa perahunya menggunakan truk untuk menyambung hidup di wilayah lain. "Sudah hampir tiga bulan kami tidak melaut, karena hasil tangkapan tidak bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari.
Hasil tangkapan hanya cukup untuk membayar sewa perahu dan penganti BBM yang kami dapat dengan cara menghutang," keluh Sarif seorang nelayan, Senin (9/5). Minimnya penghasilan sejak beberapa bulan terakhir, membuat 700 nelayan yang biasa melaut di pantai selatan Cianjur, kini terpaksa harus memilih untuk pindah sementara ke wilayah pantai selatan, Jawa Tengah.
Yang dianggap masih memiliki tangkapan cukup untuk menutupi hutang selama tidak melaut. Sarif mengungkapkan, upaya yang dilakukan para nelayan dengan berimigrasi ke wilayah lain, diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dan sebagian besar untuk membayar hutang yang selama ini mereka pinjam dari tengkulak atau tetangga.
"Harapan kami dapat penghasilan lebih di wilayah lain. Kalau sudah musim ikan kami akan kembali pulang kampung," ucapnya. Selama ini, nelayan di wilayah itu minim fasilitas dan bantuan dari pemerintah, seperti program pelatihan, koperasi dan kemudahan untuk mendapatkan BBM menjadi kendala nelayan untuk maju dan lebih sejahtera. Selama puluhan tahun mereka berharap memiliki keahlian dan koperasi untuk memudahkan nelayan ketika musim paceklik.
"Di wilayah lain yang kami tahu pemerintah daerah memberikan sejumlah program termasuk program pelatihan keahlian diluar melaut dan membuat jaring. Sehingga ketika musim paceklik tiba nelayan dapat mencari pekerjaan lain untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari," paparnya. Sarif dan ratusan nelayan hendak berangkat hari ini ke wilayah Jateng, berharap mimpi mereka untuk mendapatkan keahlian dan koperasi dapat diwujudkan oleh pemerintah daerah Cianjur.
Sehingga ketika musim paceklik tiba, mereka dapat meminjam ke koperasi atau bekerja sesuai dengan keahlian yang dimiliki. "Kalau yang tidak melaut tapi punya sawah garapan, memilih bertahan. Kalau kami yang tidak memiliki keahlian lain selain melaut, memilih untuk mencari hidup di wilayah lain," tutupnya.(antara)
Kekasih Bawa Shabu
Penggemarnya di Thailand
Bocah Ditembak ISIS
Minggu, 08 Mei 2016
Empat Anak Tewas Keracunan Ikan Buntal di Lumajang
MANIS77 - Empat anak di Kecamatan Tempursari, Kabupaten Lumajang, meninggal setelah memakan ikan buntal. Ikan itu mereka tangkap di Pantai Licin, Desa Lebak, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang. Indrayudi, Direktur Rumah Sakit Umum Daerah dr Haryoto, mengatakan ikan buntal memang memiliki kandungan racun yang sangat kuat.
Sebab, ikan ini memang berbeda dengan ikan-ikan pada umumnya. "Bila ikan lain membuang bakteri atau racun dari dalam tubuhnya, ikan buntal menyimpan bakteri di limpa, tempat telur, dan empedu," ucapnya. Menurut Indrayudi, tetrodotoxin dalam ikan buntal yang antidotum saat ini belum ada. "Belum ada penangkal atau penawarnya," ujar Indrayudi.
Karena itu, paramedis di RSUD dr Haryoto kaget ketika mengetahui empat bocah yang dibawa ke rumah sakit tersebut telah mengkonsumsi ikan buntal. "Racun dalam ikan buntal sangat kuat, sianida kalah, bisa 20 kali sianida," tutur Indrayudi. Orang yang terkontaminasi racun ikan buntal akan muntah, mencret, serta mengalami disfungsi otot napas.
"Ini berpengaruh pada organ pernapasan yang terganggu. Artinya, ada gagal napas dan gagal jantung karena, selain menyerang otot pernapasan, otot jantung terserang," katanya. Seperti diberitakan sebelumnya, tujuh orang keracunan ikan buntal. Mereka adalah Choirul Zikin, 13 tahun, Dani Sukmana (11), Edi Eka Pratama (16), Angga Anggita Pratama (17), Suprianto (17), Choirul Huda (17), dan Wakhid (47).
Empat di antaranya meninggal, yakni Choirul Zikin, Dani Sukmana, Edi Eka Pratama, dan Choirul Huda. Kejadian ini bermula ketika enam anak berusia belasan tahun ini pergi memancing untuk mengisi waktu libur di Pantai Licin, Jumat pagi, 6 Mei 2016. Mereka mendapati ikan buntal sekitar 8 kilogram.
Ikan itu dibawa pulang. Mereka tidak tahu ikan tersebut beracun. Sesampainya di rumah, ikan tersebut dimasak untuk dimakan bersama-sama. Sore harinya, mereka muntah-muntah, dan satu di antaranya meninggal. Sabtu pagi, 7 Mei 2016, dilaporkan dua anak lagi menyusul, dan korban bertambah satu anak pada Sabtu siang.(Tempo)
Kamis, 05 Mei 2016
Regenerasi Teroris di Tiga Daerah Jawa Timur Perlu Diwaspadai
MANIS77 - Pengamat terorisme, Ali Fauzi Manzi, menilai potensi gerakan radikal di Jawa Timur masih mengkhawatirkan. Ia menyebut, tiga daerah yang masih didiami aktivis radikal ekstrem dan melakukan kegiatan radikalnya, termasuk di Kota Surabaya. "Kalau berbicara potensi radikalisme berarti berbicara regenerasi. Karena mereka akan mati jika sudah tidak ada lagi generasi," kata Ali Fauzi.
Mantan instruktur bom Jamaah Islamiyah (JI) Wakalah Jawa Timur itu menerangkan, kegiatan regenerasi oleh kelompok radikal di provinsi tersebut hingga kini masih berjalan. "Malang, Lamongan, Surabaya, cukup potensi (adanya gerakan radikal)," tandas Ali Fauzi. Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Timur, Soubar Isman, menjelaskan telah melakukan survey di beberapa kabupaten/kota di Jawa Timur terkait potensi suburnya radikalisme.
Survey dilakukan bekerjasama dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Survey dilakukan, di antaranya, di Sidoarjo, Gresik, Sumenep, Pasuruan, Malang Kota dan Kabupaten Lamongan, Tuban, Blitar, Tulungagung, dan Banyuwangi. Hasilnya, ada delapan daerah di Jawa Timur berpotensi disusupi gerakan radikal dan teroris. "Kami punya data daerah-daerah di Jatim yang berpotensi tumbuhnya radikalisme. Tapi maaf kami tidak bisa membuka karena survey yang kami lakukan bersifat pencegahan terorisme.
Jadi sifatnya rahasia," kata Soubar di acara pelatihan pedoman peliputan terorisme di Hotel Utami di Sidoarjo, Rabu, 4 Mei 2016. Beberapa kali Densus 88 Mabes Polri melakukan penggerebekan terduga teroris di Jatim beberapa bulan lalu. Terakhir penggerebekan dilakukan di Mojokerto dan Driyorejo, Gresik, pada Desember 2015 lalu. Tiga terduga teroris diamankan di Mojokerto, sementara satu orang diamankan di Gresik.(Viva)
Dimutilasi Bapak Kandungnya
Janet Jackson Hamil
Bayi Dengan 31 Jari
Rabu, 04 Mei 2016
Diduga Pelat Nomor Palsu, Ferrari 599 GTB Fiorano Dihentikan Polisi
MANIS77 - Warga yang melintas di Jalan Gajah Mada Denpasar, Kamis (28/4) lalu sekitar pukul 07.42 waktu Indonesia tengah (WITA) dikejutkan oleh deru mobil Ferrari 599 GTB Fiorano warna merah. Polisi bahkan sampai merasa perlu menghentikan mobil mewah bernomor polisi B 7 ENN itu. Begitu Ferrari itu berhenti, pegemudinya pun turun. Yang turun ternyata adalah seorang wanita dengan pakaian menantang.
Wanita pengemudi itu berkaos merah seperti Ferrari yang ditungganginya. Sedangkan bawahannya adalah celana jeans supermini. Celana yang sudah ekstra-pendek itu masih sedikit tertarik ke atas pula. Polisi pun langsung menanyakan melihat surat izin mengemudi (SIM) dan surat tanda nomor kendaraan (STNK). Petugas menganggap ada yang janggal pada pelat nomor Ferrari itu. Yakni B 7 ENN yang di bagian paling kanan pelat nomor itu ada seperti huruf I.
Dengan komposisi sedemikian rupa, pelat Ferrari itu jika dibaca jadi “JENNI”. Pada sudut kanan atas dan sudut kiri bawah pelat nomor Ferrari itu terdapat tanda khusus (security mark) berupa lambang Polisi Lalu Lintas. Sedangkan pada sisi sebelah kanan dan kiri ada tanda khusus cetakan “KORLANTAS POLRI” (Korps Lalu Lintas Kepolisian RI). Namun, polisi meyakini pelat nomor itu sengaja dimodifikasi.
Sang penunggang Ferrari, JT memodifikasi pelat mobil mewahnya lantaran demi bergaya. Yakni agar sesuai atau matching dengan kondisi mobil yang wah itu. Kasatlantas Polresta Denpasar Kompol I Nyoman Nuryana mengatakan, ada larangan tentang modifikasi pelat nomor kendaraan. Larangannya tertuang pada Pasal 280 UU Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu lintas dan Angkutan Jalan.
Ia menegaskan, setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan yang tidak dipasangi tanda nomor kendaraan bermotor (TNBK) yang ditetapkan Kepolisian Negara Republik Indonesia, maka terancam dipidana dengan dua bulan kurungan. “Atau denda paling banyak Rp 500 ribu,” ucapnya.
Nuryana menambahkan, berdasarkan Pasal 39 ayat (5) Perkapolri Nomor 5 Tahun 2012 maka TNKB yang tidak dikeluarkan oleh Korlantas Polri dinyatakan tidak sah dan tidak berlaku. “Dengan demikian, pelat nomor kendaraan yang jika dipalsukan (tidak dikeluarkan oleh Korlantas Polri, red) berarti tidak sah dan tidak berlaku,” terangnya.(Bali Express News)
Pemerkosa Gadis Dibawah Umur
Prince Tinggalkan Warisan
Balita Mencari Ibu Kandung
Senin, 02 Mei 2016
Sebuah Perahu Yang Mengangkut Lima Pemancing Tenggelam di Waduk Jatibarang
MANIS77 - Sebuah perahu yang mengangkut lima pemancing tenggelam di Waduk Jatibarang, Kota Semarang. Perahu diduga overload dan bocor. Insiden terjadi Senin malam 5 April kemarin sekira pukul 20.00 WIB. Satu pemancing di antaranya; Tukijan (35) warga RT03/RW02, Dukuh Siwarak, Kelurahan Kandri, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, tenggelam dan belum ditemukan.
Humas Basarnas Kantor SAR Semarang, Maulana Affandi, mengatakan berdasar informasi lurah setempat, para korban pergi memancing selepas Magrib. "Saat memancing, tiba-tiba bagian belakang perahu bocor. Air mulai masuk ke perahu yang panjangnya 2,5 meter," ungkapnya, Selasa (3/5/2016).
Mengetahui hal itu, para pemancing menceburkan diri. Tujuannya untuk berenang ke tepi, karena jaraknya hanya sekira 30 meter. Namun, Tukijan ternyata tidak bisa berenang. "Sempat memegang Angga (30) teman mancingnya. Tapi terlepas," lanjutnya. Korbanpun tenggelam di waduk berkedalaman sekira 15 meter ini.
Kepala Seksi Operasi Basarnas Kantor SAR Semarang, Tri Joko Priyono, menyebut satu tim langsung dikerahkan ke lokasi tak lama setelah menerima informasi. Dia mengatakan, pada Senin malam bersama tim SAR gabungan hanya melakukan observasi saja, sebab kondisi sudah gelap. "Bila sudah memungkinkan, kami akan terjunkan tim untuk penyelaman di sekitar lokasi tenggelamnya korban," tandasnya.(Sindo)
Dalam Buruan Polisi
Alicia Mengantikan Angelina Jolie
Terkena Penyakit Langka
Langganan:
Postingan (Atom)


